
" Assalamualaikum ! "
"Waalaikumussalam " Jawab Shafura tanpa melihat karena dia sibuk dengan masakannya di dapur dan juga karena dia tahu suara siapa itu, Itu Qun yang baru saja pulang Sholat Jumat.
Mata Qun langsung tertuju pada wanita bergamis dongker itu lalu berjalan masuk dan mendekati Shafura.
Sreeeet
" Di angkat Bee bukan di seret ! " Tegur Shafura pada Qun yang menarik kursi makan dan membawanya ke depan meja dapur.
CREK
" Baaaaang ! " Panggil Zaf kuat setelah menutup pintu kamarnya.
Seketika rumah itu jadi bising dengan teriakan Zaf.
" Abang di dapur " Teriak Qun tak kalah nyaring dari Zaf.
Zaf yang mendapat balasan dari Qun lalu menuju sumber suara.
" Nggak Sholat Jumat Bang ? " Tanya Zaf sebelum ia sampai ke dapur.
" Ini baru pulang "
" Lah emang udah jam berapa ? "
" Tuh " Tunjuk Qun dengan bibirnya.
Zaf mengucek matanya lalu menilik jam itu dengan mata yang ia sipitkan.
" Astaga, sudah setengah satu ! "
Qun terseyum. " Bangun tidur ? "
" Iya Bang ! Abang Sholat di mana ? " Tanya Zaf sambil mengambil kursi juga dan duduk di sebelah Qun, namun Zaf mengangkat kursi kayu itu, dia tak menyeretnya seperti Qun.
Zaf bertanya sebab selama ini dialah yang selalu menjadi sopir pribadi Qun bila Sholat Jumat tiba, dan ya mereka selalu pergi Sholat ke Mesjid Agung di tengah kota.
" Ni Bee, Zaf minum dulu " Ujar Shafura yang menaruh sebotol orange jus di depan kedua pria itu.
Qun lalu menuangnya ke dalam gelas dan memberi satu untuk Zaf, Zaf yang baru bangun tidurpun langsung mengambil gelas itu dan meminumnya.
" Mesjid depan ! " Jawab Qun yang juga menuangkan jus tersebut ke dalam gelasnya
Hugh Hugh Hugh
" Pelan - pelan Zaf " Ujar Shafura
" Hugh Hugh benarkah ! "
Zaf masih saja bantuk sebab tak menyangka mendengar jawaban Qun kalau abangnya itu berani Sholat di Mesjid dekat rumah mereka, Qun memilih diam dan hanya membantu Zaf dengan mengurutkan punggung Zaf agar berhenti batuk.
" Ia, Abangmu Sholatnya di mesjid depan, kenapa kaget Zaf ? " Tanya Shafura basa - basi padahal dia sendiri tahu alasannya.
" Hmm ya baguslah........ Kok bisa si Bang " Bisik Zaf kemudian pada Qun setelah menjawab pertanyaan Shafura.
Qun yang memiringkan badannya mendengarkan bisikan Zaf hanya bisa meletakkan jari telunjuknya di depan bibir.
" Ssssssttt "
Lalu memonyongkan bibirnya menunjuk Shafura yang tengah fokus memasak. Zaf paham dan mengangguk saja.
" Lain kali kalau nggak mau jangan di paksa ". Ucap Shafura ketus.
Qun kaget karena Shafura mengetahui bisikannya pada Zaf. Mengetahui Shafura yang tiba - tiba ketus, Qun lalu turun dari kursinya dan menghampiri Shafura yang lagi memasak dan ingin menyentuh pinggang Shafura.
" Hmmm, hmmm. Mulai " Tegur Zaf yang kini sudah memalingkan arah mukanya dan membelakangi pasangan Hot itu.
" Hussst "
Qun membatalkan rencananya karena Zaf, karena teguran Zaf Shafura melihat kesahnya tetapi tak melihat ada Qun, Shafura tersentak ketika Qun sudah berdiri di belakangnya.
" Ngapain " Bisik Shafura.
__ADS_1
" Jangan marah, Bee iklas karena Allah ! "
" Yaudah sana. Nggak enak sama Zaf "
" Ok. Tapi malam ini ya ! " Pinta Qun dengan senyum nakalnya.
Pluk
Shafura memukul dan melototi Qun yang terlalu fulgar menurutnya.
" Au kenapa di pukul, pasti mikirnya yang aneh - aneh,
" Jadi maksudnya Be apa ? "
" Bee cuman minta di urut tapi kalau ada plusnya , Hmmm " Bisik Qun sambil terseyum simpul.
Karena Qun dan Shafura bicaranya diam - diam, Zaf yang masih di sana dan memperhatikan kedua orang itu merasa mereka tengah bermesraan.
" Geriiiiiiiiis, ambilkan Abang pembersih pakaian " Teriak Zaf.
Mendengar sekali lagi Zaf berteriak dua sekilo itu kaget bersamaan.
" Untuk apa Zaf ? " Tanya Shafura kemudian.
" Kayaknya lebih enak minum itu, lebih segar. Disini terlalu PANAS " Jawab Zaf penuh penekanan.
Qun yang mendengar jawab Zaf langsung melempar bawang merah dan tepat mengenai kepala Zaf.
PLAK
" Au " Zaf memegangi kepalanya
" Mulut tu di jaga, kalau kau mati karena bunuh diri. Abangmu ini bisa gila, kau paham " Ucap Qun marah.
" Maaf ! Cuma bercanda Bang "
" Becanda - becanda, Lagian ngapain masih di sini ? " Tanya Qun.
" Hmm, Yaudah aku pergi, bilang aja mau mesra - mesraan " Zaf kesal dan beranjak meninggalkan Abang dan Kakak Iparnya.
" Sha ! "
" Ya "
" Oh iya " Zaf kembali bersuara dan berbalik mendekati dapur.
Qun kembali terkejut dan menarik tanganya yang sudah hampir menyetuh Shafura.
" Huuuffft, Zaf " Qun kini kesal dengan ulah Adiknya itu.
" Kita jadikan liburan musim dingin ini ke Norwegia ? " Zaf kembali duduk lagi.
" Entahlah, Tanya kakakmu" Saut Qun yang sudah beralih di samping Shafura.
" Gimana Kak ! ".
" Iya jadi "
" Apaaaa, horeeeee !. Kita jadi ke Norwegia "
Tiba - tiba suara anak kecil menyauti mereka dengan berteriak. Faye baru saja mendengar ucapan Mamanya itu setelah keluar dari kamar dan turun ke bawah karena ingin memperlihatkan sesuatu kepada Mamanya dan kedua Papanya itu.
" Masya Allah ! ".
" Subhanallah, Cantiknya anak Papa "
" Cantiknya udah kayak prinsess Elsa "
Ketiga manusia dewasa ini merasa takjub ketika melihat anak mereka kini berbalut gamis biru muda dan mengenakan hijab senada bak Prinsess Elsa namun dalam mode syari.
Faye menghampiri ke dapur.
" Jadi liburankan Ma ! "
__ADS_1
" Iyaaa. Jadi Sayang ! " Shafura langsung memeluk Faye.
* Alhamdulillah Ya Rabb *
Selama dekat dan akrab dengan Faye, Shafura tak henti - hentinya menyirami pikiran Faye dengan hal - hal kecil tentang Agama terutama mengenai Aurat, tapi Shafura baru sampai membahasnya belum ke tahap praktik dan lainnya, makanya kali ini Shafura terharu dan merasa sangat terkejut dengan apa yang Faye kenakan saat ini.
" Gimana Ma ! "
" Apanya Sayang ! " Shafura melepaskan pelukannya dan memegangi kedua lengan putrinya itu.
" Baju Faye ? "
" Ini sangaaaat cantik dan mengalahkan prinsess Elsa, Sayang ! Kamu yang tercantik ".
" Benarkah !, " Faye sumringah.
" Iya Kamu yang tercantik Nak, Besok kalau di Norwegia harus pakai ini ya " Saut Zaf.
Faye mengangguk, " Kalau Papa ! " Kini Pertanya Faye layangankan Pada Qun yang masih merasa takjub.
" Beee ! " Tegur Shafura pada Qun yang terdiam.
" Ah! Mama sama Papa Zaf benar! Kamu yang tercantik, apalagi kalau memakainya setiap hari. " Ujar Qun.
" Hmmmm, Tapi baju seperti ini gerah Pa! ". Rengek Faye.
" Sayaaaang " kalimat Qun terhenti.
" Tidak apa - apa ! " Potong Shafura
" Yang jelas Faye belajar dulu ya, jangan di paksakan, Pelan - pelan ya sayang!. Tapi Faye Ingatkan apa yang Mama bilang kemarin " Lanjut Shafura.
Faye lagi - lagi mengangguk " Ingat Ma!, Menutup aurat penting kalau tidak Papa di marahi sama Allah ! ".
CUP
" Anak Mama memang Pandai ! " Satu kecupan dan senyum manis Shafura layangan.
Qun yang mendengar jawaban Faye benar - benar tak bisa menahan haru, air mata prianya menetes tatkala tahu bahwa anaknya sangat menyayanginya, di usapnya air mata itu lalu menghampiri Faye yang berdiri di depan Shafura.
CUP
" Papa Sayang Faye ! " Sambil merangkul Faye dalam dekapannya erat.
" Papa Nangis ! "
Faye mendorong tubuh Qun dan Qun melepaskan pelukannya.
" Papa kenapa nangis " Laniut Faye dan mengelapkan Air mata Qun yang jatuh di Pipinya.
" Papa Sayang sama Faye "
" Faye juga ! "
Saat suasana haru, Shafura melihat Sang Ibu, Zalima sudah berdiri entah sejak kapan pada pagar lantai dua rumah mereka dan melambaikan tangannya pada Shafura yang tak sengaja melihat ke atas, Zalima terseyum dan menunjuk Faye dan Memberikan kode dengan menarik bajunya sendiri.
* Ouh jadi ini kerjaan Ibu, terima kasih Bu, sudah mempermudah pekerjaanku! *.
Shafura lalu mengacungi jempol untuk Ibunya itu, dan Zalima membalas lalu meninggalkan mereka masuk ke kamarnya lagi.
" Ok, Akhir bulan kita berangkat, Ini Papa sudah booking Tiket pesawat dan Hotel di Norwegia buat kita sekeluarga ". Ujar Zaf yang sedari tadi diam.
" Terima kasih Pa!, Sayang Papa "
CUP
Satu Kecupan juga Zaf layangkan untuk anaknya itu.
...Tamat...
...Canda tamat...
...Bersambung, Sayang bersambung...
__ADS_1
...😁😁😁😁...
***