Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Sahwat * Episode 47


__ADS_3

" Be ! ".


" Abang ! "


Qun pingsan dalam pelukan Shafura.


" Zaf ! " Shafura menantap Zaf dengan wajah yang takut.


" Tenanglah kak, aku rasa Abang hanya syok, kita harus segara membawanya ke rumah sakit,... Mark bantu aku "


Qun dilarikan ke rumah sakit oleh Zaf dan Mark serta Shafura. Untungnya saat tiba di rumah sakit Qun sudah sadar lebih dulu namun badannya masih lemah. Dokter mengatakan Qun hanya kelelahan karena faktor mentalnya yang terguncang akibat insiden itu, dan satu hal yang di syukuri, Dokter berpesan pada Shafura bila Qun sudah lebih kuat, maka dia bisa pulang pagi ini juga.


Sebelum Mark dan Zaf kembali ke kantor polisi untuk keterangan lebih lanjut. Zaf meminta pada pihak Rumah Sakit agar abangnya di pindahkan keruangan VIP, sebab dia tahu abangnya masih kurang nyaman berada di ICU apalagi di ruangan itu banyak orang keluar masuk, Dan hal itupun di setujui oleh Dokter yang selama ini selalu menangani sakitnya Qun.


* VIP Mawar 04 : 40 WIB


" Sami'allahu liman hamidah' "


.........


" Allahumah dini fiman hadait "


Shafura tengah melaksanakan Sholat Subuhnya, Rukun dan sunah Shafura lakukan dengan tertib, menjelang duduk antara dua sujud, Qun kembali sadar namun tatapan pertamanya adalah langit - langit Rumah Sakit.


" Arghh ! Sha " Panggil Qun lemah, sebab tak melihat Shafura di sana.


" Allahu Akbar " Jawab Shafura sedikit keras, bermaksud supaya suaminya tahu bahwa dia tengah beribadah.


Qun mendengarnya lalu menggeser tirai di samping ranjangnya dan terlihatlah Shafura tengah sujud.


" Masya Allah........ ! " Ucap Qun dan kembali membaringkan tubuhnya namun kepalanya terus memperhatikan Shafura dan berniat tetap begitu hingga Sang Istri menyelesaikannya.


Sedetik, semenit bahkan sudah beberapa menit Shafura masih tetap dalam posisi sujudnya.


" Ya Allah ! " Ucap Qun saat melihat Shafura tak kunjung mengakhiri Sholatnya.


Qun mulai gelisah, tanpa mempedulikan dirinya. Dia bangkit dan turun dari ranjang lalu melangkah mendekati Shafura.


" Sha ! " Ucap Qun amat pelan hingga hanya dia, Allah dan malaikat yang mendengar panggilannya itu.


Qun ingin memanggil Shafura kuat namun takut bila Shafura tengah berdoa pada Allah tapi di sisi lain dia juga khawatir tentang satu hal. Shafura Meninggal secara husnul khotimah.


" Astagfirullah " Qun memegangi keningnya, dia sadar karena telah berpikir terlalu jauh.


" Allahu Akbar " Ucap Shafura dan duduk Tahiyat Akhir untuk menyempurnakan sholatnya.


" Akh, akh akh, Alhamdulillah " Qun kembali lemas karena menahan nafas, lalu menjatuhkan badannya ke sofa sekedar untuk mengatur ulang pernafasannya.


Andai Shafura tak kunjung bangkit mungkin Qun yang akan menemui Sang Khaliq pagi itu juga.


Assalamualaikum Warahmatullah, Assalamualaikum Warahmatullah


Shafura menutupnya dengan salam. Namun tatapannya langsung tertuju pada Qun yang duduk di sisi kiri dari pandangannya itu


" Be, Kenapa ? " Tanya Shafura ketika melihat Qun yang terhengal seperti baru saja berlari kencang.


" Akh, berdoalah dulu. akh Be tidak apa - apa ! " Ucapan Qun terpotong - potong.


Shafura segera melepas mukenanya lalu menghampiri Qun yang duduk.


" Be sehat ? " Tanya Shafura lagi, kini tangannya menyetuh kening Qun seraya mengecek kondisinya, karena takut telah terjadi sesuatu sewaktu dia sholat tadi.


" Sayang ! Be sehat " Jawab Qun lancar dan mengambil tangan Shafura dari keningnya lalu memindahkannya ke dada.


" Benarkah, lalu kenapa Be tadi begitu ! "

__ADS_1


" Begitu bagaimana ? "


" Akh, akh, akh, " Shafura menirukan persis tentang apa yang dilihatnya barusan bersamaan dengan menaikan bahunya supaya terlihat natural.


" Buft ! Ha ha ha " Qun sedikit tertawa melihat tingkah Shafura itu.


" Be! Kenap tertawa " Shafura lantas menarik tangannya dari dada Qun.


" Maaf Sayang, maaf ! " Qun mengatur nafasya lagi supaya dia bisa berhenti untuk tertawa di depan Shafura.


" Kenapa ! "


" Tadi ! Buft " Qun menghentikan kalimatanya dan kembali ingin tertawa mengingat tingkah Shafura.


" Iiiih tau ah kesal, di tanyain baik - baik, malah main - main " Ucap Shafura lalu ingin beranjak dari Qun.


" Yaudah, yaudah ! Sini " Qun lantas menarik lagi tangan shafura. " Sini duduk " lanjutnya


" Nggak mau " Jawab Shafura yang masih berdiri dan sedikit membelakangi Qun.


" Mau tau apa nggak ni ? "


" Yaudah mau "


" Makanya duduk "


" Tapi cerita ya, jangan ketawa nggak jelas lagi "


" Iya ! Ini mau cerita "


" Yaudah tarik " Pinta Shafura sangat manja.


Qun menuruti kemauan istrinya, ditariknyalah tangan Shafura hingga membuat wanita itu duduk di sebelahnya.


" Cepat cerita " Ucap Shafura lagi yang kini terdengar memaksa.


" Bae mau sholat dulu, takut habis waktunya. Dadaaah " Lanjut Qun dengan nada ceria sebab telah berhasil menipu Shafura dan diapun lalu ke kamar untuk mengambil wudhu.


Shafura ingin marah, namun dia tak mampu, sebab suaminya ingin mengahadap Sang Khaliq, jadi hanya dengan kata sabarlah ia hadapi tingkah suaminya pagi ini.


Setelah beberapa menit, Qun kembali keluar dan berdoa.


" Amin "


" Hmmm " Ujar Shafura dengan tatapan nakalnya.


" Astagfirullah " Kata pertama yang keluar dari mulut Qun sebab terkejut melihat Shafura yang berdiri di sisi lain pintu itu.


" Hmm Be sayaaang " Shafura menggoda Qun dengan menjulurkan tangannya dengan menggoyangkan jari telunjuknya ke arah kulit Qun.


" Shayang jangan ! " Teriak Qun sambil menghindari jari Shafura.


" Beee! Ayo - ayo " Kini Shafura semakin mendekati dan menggoda Qun.


Qun berlari ke tepi ranjang " Sayang jangan, nanti timbul sahwat gimana?. Bae tak mau Wudhu dua kali "


" Siapa suruh tadi begitu ! "


" Yaudah maaf, liat tuh jam, subuhnya udah hampir habis, sayang yang tanggung dosanya kalau waktu Sholat Be molor ! "


" Curang mainnya dosa, yaudah sana sholat ! " Ujar Shafura mempersilahkan dengan tangannya.


" Awas ya ! "


Qun berjalan dengan was - was melewati Shafura.

__ADS_1


" Ayo - ayo " Goda Shafura lagi degan jarinya tatkala Qun amat dekat dengannya.


Qun lalu berhenti dan mengangkat kedua tangannya


" Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm " Ujar Qun.


Shafura terseyum " Ya udah Sholatlah, Sha tinggal dulu, mau mengantarkan mukena milik suster ! " Ujar Shafura lalu berjalan ke arah mukenanya dan menggelarkan lagi sajadah untuk Qun.


" Yaudah sana ! " Qun meghentikan Bacaanya " Pergilah kau syetan dari tubuh istriku, hiyaaaa ! " Lanjut Qun dengan mengarahkan telapak tangannya yang ia gunakan saat berdoa tadi ke arah Shafura, seakan tengah mengeluarkan kekuatan.


" Ha ha ha. A-aaaa panas " Balas Shafura dengan gerakan meliuk - liuk dan keluar dari ruangan itu.


Crek


Shafura terkekeh sebab merasa lucu dengan tingkah suaminya pagi ini.


...***...


CREK


" Pagi kak! " Sapa Zaf yang tengah duduk di samping ranjang Qun.


" Eh Zaf, Udah lama di sini ! Gimana urusan sama polisinya ? "


" Baru kak!, Lancar ...... ! Kakak dari mana ? "


" Alhamdulillah, kakak nelpon ibu tadi malam nggak sempat " Ujar Shafura lalu mendekat..


" Ouh, wajar aja pas aku masuk Abang sendirian, gimana kondisi Abang kak ? "


" Alhamdulillah, kayaknya hari ini juga bisa pulang, subuh tadi aja sempat bercanda kita "


" Baguslah, aku takut kalau dia kembali stres kayak dulu "


" Semoga aja nggak! ..... Jadi gimana ? "


" Ouh, mereka udah di tetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan Ibu sama Bapak juga sebagai pengedar narkoba dan "


Zaf menghentikan ucapnnya dan melihat Shafura.


" Dan apa Zaf ? "


" Dan Ayah kakak juga akan di tahan sementara hingga kakak memberikan kesaksian serta berkas pendukung lainnya, jika tergolong hanya pengguna maka masih bisa rehab "


" Alhamdulillah " Shafura menyapukan kedua tangannya ke wajah setelah mendengarkan penjelasan Zaf tentang Ayah tirinya itu.


" Hmmmm hmmm, tidak ! "


Perhatian Shafura dan Zaf langsung teralihkan ketika mendengar Qun yang meracau saat tidur.


" Dia anakku, dia anakku ! "


Shafura lalu berpindah ke sisi lain ranjang agar lebih dekat dengan Qun.


" Bee, "


" Bang, Bangun bang! " Zaf menggoyangkan badan Qun.


" Be bangun "


...Bersambung...


***


Btw Qun sama Shafura serta pemain lainnya bermazhab Syafii ya !

__ADS_1


#Donthate#bicarakanbaik_baik


__ADS_2