
" Be, biarkan saja aku tak ingin kembali berurusan dengannya, aku lelah ! ".
Shafura lalu ingin pergi meninggalkan dapur. Qun dan Zaf awalnya melihat saja wajah Shafura yang benar - benar masam karena keinginan Qun.
" Sha, Sha ! " Qun menarik tangan Shafura
" Ok ! Bee tak akan memperpanjang kasus ini, kalau Sha tidak mau Be tak akan memaksa ! " Qun memilih mengalah.
" Terima kasih B ".
BRAK
Qun tak sempat menahan tubuh lemah Shafura dengan benar sehingga terjatuh ke lantai.
" Shafura ! "
" Kaaaak ! "
Kedua pria itu histeris melihat wanita tegar ini pingsan tiba - tiba, teriakannya mampu di dengar oleh semua yang ada di rumah, Zalima, Geris dan Faye keluar dari kamar masing - masing dan berdiri di pagar pembatasan menyaksikan keributan di bawah.
Tanpa pikir panjang Qun langsung memboyong tubuh Shafura naik ke lantai atas.
" Zaf tolong hubungi Dokter " Pinta Qun saat menaiki tangga.
" Bang Kak Shafura kenapa ? ".
" Entahlah, Geris tolong bukakan kamar Abang ! ".
Geris menurut dengan cepat ia berlari melalui Qun dan membukakan pintunya, terlihat ranjang besar milik Qun dengan pahatan klasik warna emas, lalu membaringkan Shafura di sana.
" Sayang kau kenapa, aku mohon Sayang sadarlah ". Tepuk Qun pelan pada pipi Shafura.
Qun panik, dia tak menghiraukan siapapun di sana termasuk rahasia pernikahannya dari Faye.
" Permisi Qun biar Ibu bantu " Ujar Zalima yang baru masuk dan membawa minyak angin.
Qun berdiri dan berpindah duduk di dekat kaki Shafura, di pijatnya pelan kaki dingin Istrinya itu.
" Sayang sadarlah, Bu Shafura kenapa ? "
" Mungkin telat makan " Jawab Ibu sembarang agar Qun tak tambah panik.
" Papaaa ! " Teriak Faye.
Matanya seperti biasa bila marah, sangat tajam bak elang di angkasa. Qun melihat wajah anaknya yang sangat murka.
* Astaqfirullah, faye aku lupa *
Faye lalu berlari dari kamar itu.
" Geris tolong temani Faye dulu, na-nanti Abang jelaskan ke dia ! " Ucapan Qun terbata - bata karena di serang rasa panik dan takut bersamaan.
Geris langsung pergi setelah mendengar arahan Qun, Zalima yang sudah tahu hubungan antara Qun dan Faye adalah ayah dan anak serta hubungan pernikahan anaknya yang masih di rahasiakan dari Faye, Zalima memilih berdiri dari sisi ranjang dan memberikan minyak angin ke tangan Qun. Qun melihat ibu mertuanya.
" Kamu urus Shafura, anakmu biar Ibu yang beri pengertian, walaupun ibu tahu ini tidak mudah " Ujar Zalima yakin.
" Ibu sudah tahu Bu ? "
Qun sangat takut sampai lupa kalau dia sendiri yang memberi izin pada Shafura yang akan memberitahukan semua ceritanya pada Zalima.
" Ya! Shafura yang menceritakan semuanya, Ibu titip Shafura Ya " Jawab Zalima sambil berjalan meninggalkan kamar.
Qun yang belum pernah menghadapi orang pingsan jadi mati kutu, dia tak tahu harus apa, di gosoknyalah tangan Shafura dengan tangannya sesekali ia ciumkan bau minyak angin tersebut. Tak lama ada kemajuan, Shafura mulai membuka matanya pelan.
" Sayang, Sayang, kau baik - baik saja ? ".
" Bee ! Terima kasih " Ucap Shafura lemah.
" Permisi ! " Sapa Dokter yang baru datang.
Dokter yang ditemani Zaf masuk langsung memeriksa keadaan Shafura. Qun lalu turun dari ranjang dan menarik tangan Zaf ke sudut kamar.
" Zaf kau tolong lihat Faye, tenangkan dia ! ".
__ADS_1
" Kenapa dengan Faye Bang ? "
" Dia mendengar abang memanggi Shafura sayang, sepertinya dia marah, mungkin selepas ini baru Abang yang beri dia pengertian ".
" Baiklah, aku usahakan sampai dia paham ".
Zaf juga langsung keluar dan Qun kembali menghampiri Dokter.
" Bagaimana Bu Dokter, apa yang terjadi, pada Istri saya ? ".
" Istri Bapak mengalami Hipoglikemia atau gula darah rendah ".
" Apakah parah Dokter ? ".
" Untuk Istri Bapak tidak, tadi saya tanya katanya tak ada riwayat Diabetes jadi masih aman, karena kebanyakan penyakit ini menyerang para penderita Diabetes, Istri Bapak hanya kekurangan hormon insulin yang mengatur keseimbangan gula dalam darah, jadi saya sarankan sesekali konsumsi makanan yang memiliki kadar gula yang banyak seperti cemilan atau sering konsumsi permen agar bisa mengkontrol gula darah dan jangan lupa selalu ingatkan makan tepat waktu itu juga salah satu penyebab dia pingsan barusan " Ujar Dokter setelah memeriksa Shafura.
" Baik terima kasih banyak Dokter " Qun lalu mengatar Dokter sampai ke pintu dan kembali ke pangkuan Shafura.
" Sayang kamu belum makan ya ? ".
" Sudah tapi nggak banyak, takut gendut " Ucap Shafura pelan.
" Lain kali makan aja yang banyak, Be tak masalah kalau Sayang gendut, Be akan tetap Sayang ".
" Benarkah ! "
" Iya, Be ke bawah sebentar mau cari makanan buat istri Be, biar gendut " Goda Qun.
" Beeee " Shafura merengut.
Qun meninggalkan Shafura sendiri di kamar untuk mengambilkan sesuatu.
Tok Tok.
" Masuklah, pintunya tak di kunci ! "
CREK
Shafura lalu bangkit dan menyandarkan badannya ke ranjang, dengan pelan Faye melangkah masuk.
" Faye ! Ada apa, Kemarilah ! " Lanjut Shafura
Shafura tak tahu apa yang terjadi pada Faye ketika dia pingsan tadi. Faye duduk setibanya di samping Shafura dan masih diam.
" Faye kenapa nak ! " Tanya Shafura lagi.
Faye yang diam langsung memeluk Shafura dan berkata
" Bolehkah Faye memanggil Kakak dengan sebutan MAMA "
Deg
Ucapan Faye membuat Shafura melotot. Tiba - tiba Zaf datang dan berdiri di muka pintu sambil terseyum lebar serta menaikkan alisnya saat Shafura melihat keberadaannya.
Shafura juga ikut menaikkan kedua alisnya dan di balas Zaf dengan jelingan mata ke sisi kananya, tak lama datanglah Zalima dan Geris bersamaan, kedua orang itu juga terseyum lebar seakan telah memenangkan undian puluhan juta.
" Kak ! " Panggil Faye.
Shafura yang tadinya fokus pada Zalima, Zaf dan Geris kini beralih pada Faye dan memegangi kedua pundak anak kecil itu.
" Boleh Sayang ! Tapi kenapa ? "
" Papa Zaf bilang Kakak adalah kesayangan Papa ! "
" Apa Faye tidak marah kalau Kakak adalah kesayangan Papa Qun setelah Faye ! "
" Tidak, karena Kakak sudah baik sama Faye dan Papa, juga Papa Zaf bilang kalau kakak adalah Mama baru Faye ! " Ucap Faye pelan.
Shafura beralih pada Zaf, tatapan Shafura hanya di balas pukulan pelan di udara oleh Zaf sebagai tanda bahwa harus Shafura tetap tenang.
" Sayang, Mama tak akan paksa kamu untuk terima Mama sebagai Mama kamu, yang terpenting saat ini kamu tahu kalau Mama adalah istri dari Papa Qun dan kamu adalah anak Mama serta Mama sayang sama kamu dan Papa ".
" Faye tak marah Ma, kalau Mamanya adalah Kak, Eh Mama Shafura ! " Faye tersenyum.
__ADS_1
" Terima kasih sayang sudah mau terima Mama sebagai Mama kamu " Shafura kembali menarik Faye dalam dekapannya.
Tak lama Qun kembali naik namun dia tak menyadari bahwa di kamar sudah ada Faye dan yang lainnya juga.
" Sayaaang " Panggil Qun ceria.
Qun naik dengan membawa nampan, dalam nampan yang di bawa Qun ada roti gandum selai kacang, jus anggur dan sebotol Madu, itu semua Qun dapatkan saat menuliskan beberapa makanan yang bagus untuk penderita gula darah rendah yang direkomendasikan dari mesin pencarian di Ponsel miliknya.
" Papaaa, Papa bawa apa buat Mama " Tegur Faye yang kini sedang duduk bersama Shafura.
Qun mengehentikan langkahnya, anak kecil itu baru saja memanggil Shafura Mama, Qun melihati Zaf dan menaikkan alisnya ingin bertanya karena seketika anaknya bisa menerima Shafura sebagai Mama namun Zaf hanya terseyum.
" Papa cepatlah, Mama Faye lapar " Faye mengomeli Papanya yang sempat berhenti
" Ouh ok! Makanan untuk Mama sudah siap " Qun mencoba untuk terlihat biasa saja dan menghampiri keluarga kecilnya itu.
Di temani Qun dan Faye, Shafura memasukkan semua makanan yang di bawa Qun satu persatu demi memenuhi kecukupan kadar gulanya, Qun hanya terseyum karena kehangantan keluarga kecilnya kini lengkap, di sisi lain zalima, Zaf dan Geris memilih keluar dan membiyarkan Shafura Qun dan Faye saling berinteraksi sebagai keluarga baru.
Waktu berlalu.
* Faye sayang ! Maafkan Papa karena mencuci otakmu untuk membenci wanita * Ucap Qun sambil memeluk Faye yang tengah istirahat bersama Shafura setelah makan.
" Papa awas Faye nggak bisa napas, jangan di peluk kuat, Maaaa "
Faye sekarang punya tempat mengadu.
" Ssttt jangan berisik, mama tidur sayang ".
" Papa sih! Jangan di tekan " Protes Faye.
" Biasanya juga kalau Papa tekan kamu suka ".
" Papa itu dulu, sekarang sudah ada Mama, jadi bye Papa " Faye menggoda Qun.
Qun berpura - pura pergi tanpa bicara dan memasang wajah suram berharap di hentikan oleh Faye.
" Papa sini samping Mama aja, " Ucap Shafura sambil memukul sisi di sampingnya, Shafura sadar saat Faye memanggilnya dan dari tadi diam mendengarkan obrolan Papa dan anak itu
Qun berhenti dan membalikkan badannya. " Yeaay Mama sayang sama Papa "
Qun lalu berlari mendakat ke arah sisi lain dari Shafura untuk memanas - manasi Faye.
Faye merasa cemburu dia tak suka melihat Shafura menyayangi Qun.
" Hiks uaaaa, Papa Zaf. Papa Qun sama Mama jahat, Aaaa " Faye berlari meninggalkan kamar sambil merengek.
" Tuh Be anaknya ngadu ! ".
" Yaudah biarkan aja,.............. Sha ? "
" Ha kenapa Be "
" Siapa yang bujuk Faye ya ? "
" Sha juga Nggak tau Be , tapi Kayaknya Zaf, ibu sama Geris yang bujuk, nggak tahu di apakan Faye sama mereka. "
" Ya udahlah bagus kalau gitu setidaknya Be tak perlu lagi main kucing - kucingan dan sudah bisa bebas, apalagi untuk buatkan Faye adik " Qun pula menggoda Shafura kali ini. Dia memainkan alisnya dan terkesan sedikit nakal.
" Boleh aja, sekarangpun boleh, tapi doanya udah hapal belum " Tantang Shafura untuk Sang Suami.
Qun bingung " Emang ada doanya ! "
" Ya adalah sayang, Be hapalkan dulu sana, kalau sudah hapal warteg baru buka kalau nggak ! Silahkan puasa lagi karena kalau tak salah sudah dekat mau tutup " Bisik Shafura pas kata itu.
Lekas Qun meraih handphonenya lalu mencari doa yang di maksud Shafura agar dia tak menambah puasanya lagi.
* Bila kau mendapatkannya Bee, Aku harap Bee sudah paham dan pikiran Bee jauh lebih luas tentang masalah itu *.
......Bersambung ......
***
Ada yang tahu apa yang Shafura maksud !....
__ADS_1