Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Hamil * Episode 65


__ADS_3

" Ada apa Pak! ". Qun menghampiri.


Pak Tor lalu berbisik.


" Sella sedang duduk di lantai paling atas ".


Qun menarik kepalanya, ia tak mengerti maksud Pak Tora. Melihat ekspresi itu Pak Tor kembali mendekati Qun.


" Sella mau bunuh diri! ".


Qun langsung terbelalak " Apa! "


" Nanti saja terkejutnya, Cepatlah panggil Shafura kita harus pulang sekarang ".


Qun lalu mengangguk dan melirik Shafura yang sudah berkemas dan juga siap untuk pulang, Shafura kini melipat Mukenanya di tangan dan bersiap untuk bangkit, ia terkejut karena melihat Qun yang sudah berada di muka pintu bersama Pak Tora, Shafura mendekat dan menyalami Qun.


" Be nggak berdoa ? ".


" Be sedang berdoa semoga dia tidak melakukan niat bodonya itu "


" Dia siapa, siapa yang bodoh Be ? "


Di lempari pertanyaan dari Shafura, Qun tak menjawab karena ia tahu di dalam Mesjid orang - orang masih melakukan ibadah sunnah, Qun lalu menarik Shafura agar keluar dari sana hingga menuju halaman depan Mesjid.


" Be! " Shafura bingung


" Sella mau bunuh diri, dia sekarang berada di laintai atas "


Sama dengan halnya Qun tadi kini Shafura melakukan hal itu juga, matanya membulat sempurna dan menutup mulutnya karena merasa tak percaya pada berita ini.


" Be jangan main - main "


" Be tak main - main Sha, Be juga di beritahu Pak Tor! "


" Bukankah Pak Tor Sholat dengan kita, terus bagaimana dia bisa tahu "


" Bapak di beritahu anak tetangga, dia kemari disuruh Zaf "


" Hah, ini gawat "


" Sudah - sudah nanti saja kita lanjutkan, kita harus cari tahu dulu kebenarannya, yang jelas kini kita harus pulang "


Shafura dan Qun setuju lalu mengiyakan ucapan Pak Tor. Setelah setuju tak melanjutkan pembicaraan, Pak Tora lari diikuti Oleh Qun yang memegangi tangan Shafura, dengan mukena yang terlipat di tangan Shafura lari bersamaan Doa yang tak putus ia panjatkan pada Sang pemilik Hati agar Sella merubah niat bodohnya ini.


* Ya Allah, jika kabar ini benar Kau sadarkanlah Sella, jangan sampai dia bertindak sejauh ini, Beri dia pertolongan ya Robb, Angkatlah masalahnya *


Setelah lari sekian menit dari Mesjid mereka kini sampai di depan pagar rumah namun tak ada hal yang menegangkan itu, Tak ada Zaf ataupun Geris di depan rumah.


" Di mana ? ". Taya Qun sambil melihat ke atap rumah.


" Mereka di atap belakang huh huh huh " Teriak anak kecil yang tak lain Angga, si tetangga rumah Zaf yang rupanya juga berlari, ia tertinggal dan mengejar ketiga manusia dewasa itu.


" Di belakang ? "


" Iya "


" Terima kasih, dan pulanglah istirahat " Ucap Qun.


Angga tak menyaut dia hanya mengeluarkan jarinya tanda setuju dengan membentuk " OK " di sana.


setelah tahu posisi Sella dan lainnya di belakang, Shafura lari lebih dulu dan meninggalkan Qun juga Pak Tora, Shafura berlari sekuat tenaga agar tak terlambat untuk menyelamatkan Sella.


* Sella jangan macam - macam *.


" Kak! " Teriak Geris dari lantai dua saat melihat Shafura yang berlari.


" Ger! "


" Kak Sella di atap belakang "


Shafura kembali mengangguk dan berlari menaiki tangga mendekati Geris.


***


...POV....


" Baaaang ! Baaaaang !! "


" Ada apa Ger ! "


Zaf yang di lantai bawah mendongak pada Geris yang kini berada di lantai dua.


" Kak Sella! "


" Kenapa dengannya "


" Dia tak ada di kamar ". Ucap Geris panik.


" Kemana? "


" Entahlah "


" Ya sudah Kamu cari di lantai 3 dan 4 , Abang cek lantai 1 dan 2 "


Geris setuju dan langsung berlari menuju lantai 3 rumah Zaf dengan menaiki lift sedangkan Zaf bergegas menyusuri area halaman dan juga lapangan Golf dan sekitarnya.


Sekitar 10 menit mereka berdua di sibukkan dengan mencari posisi Sella, tanpa Sadar Zaf dan geris sudah mengitari seluruh rumah yang luasnya hampir 6000 meter persegi itu namun tak kunjung menemui Sella.


" Hallo di mana Ger ? "


" Baru sampai lantai empat bang! Abang ?"


" Abang di danau, Abang juga sudah cek di Lapangan Golf juga nggak ada ! ".


Zaf lalu melihat pucuk rumahnya itu dan mendapati bayangan Geris yang samar akibat pekatnya malam yang tak sempurna namun masih bisa di lihat dengan mata telanjang sebab senja belum berakhir. Geris juga dapat melihat Zaf dari atas sana sebab Zaf menggerakkan ponselnya, Zaf berdiri di Gazebo yang terapung di tengah Danau buatan itu.


Saat sibuk memberikan posisi masing - masing, Mata Zaf tak sengaja melihat sosok bayangan lain yang berdiri di atas landasan Helipadnya.


" Ger! "


" Iya Bang "


" Sella di Helipad "


" Hah Helipad, di mana ? " Geris memutar kepalanya


" Di belakangmu ! "

__ADS_1


Geris berbalik.


" Astagfirullah, KAK SELLAAAA !!! " Teriak Geris


Benar saja itu Sella yang sedang berdiri mematung.


" Ger " Panggil Zaf sambil berlari.


" Bang itu dia ! ".


" Apa yang di lakukannya! "


" Apa dia mau ? " Kalimat Geris terputus.


" Jangan yang aneh - aneh Ger! l Susul dia cepat, Abang jadi khawatir ! "


" Bagaimana mau kesana ? " Tanya Geris.


Pertanyaan itu Geris utaran karena posisinya yang berseberangan dengan Sella.


" Turun lagi dan Naik pakai Lift di lantai dua langsung ke lantai 5 ".


" Apa tak bisa dari lantai ini ? "


" Tidak, lantainya terpisah, Cepatlah susul dia dan tahan sebelum terjadi sesuatu, biar Abang kasih tau Abang dan Kak Shafura ".


" Baiklah ! "


Geris dengan cepat kembali turun dan mengitari lorong rumah Zaf yang luas, Begitu halnya dengan Zaf ia berlari sedari tadi dan kini ia sudah berada di depan rumahnya.


" Sial ! Abangkan tak bawa ponselnya " Zaf memegangi kedua lututnya karena kelelahan sambil memikirkan cara untuk mengabari Qun.


" Wahidun satu, isnani dua, salasatun tiga, Arbaatun empat ".


Zaf mendengar suara anak kecil yang sedang bersenandung di balik pagar rumahnya dan Zaf mendekati suara tersebut.


" Dek! Tau dengan pak Tor ? "


" Tau bang! "


" Tolong beri tahu dia " Zaf kemudian berbisik.


Anak kecil itu lalu paham dan bergegas pergi Karna Zaf tak lupa menyalami anak tetangganya itu dengan selembar uang biru untuk di mintai tolong.


Zaf kembali masuk lagi dan menekan nama geris di ponselnya.


" Ger di mana? "


" Lantai dua Bang mau ke atas "


" Begini saja, Abang yang bujuk Sella dan kamu tunggu kak Shafura dan arahkan dia nanti untuk ke atas "


" Baik Bang "


Geris membatalkan niatnya untuk menekan tombol bernomor 5 pada mesin tersebut, sedangkan Zaf kini sudah di depan pintu Lift.


TING.


Zaf masuk dan langsung naik ke lantai atas.


TING.


" Sel, Sella! Apa yang kau lakukan "


Sella masih saja diam dan terus menatap luasnya dunia dari atas sana.


" Aku mohon jangan bertindak gegabah, kami akan menolongmu " ucap Zaf sembari mendekati Sella.


" Berhenti di sana Zaf " Tunjuk Sella tanpa melihat.


Seketika Zaf mengikuti arahan Sella karena takut Sella bertindak atas tindakannya yang ingin mendekati wanita yang tengah bimbang itu.


" Sella dengarkan aku, Jangan takut dengan balas budi, aku tak akan menuntutmu sepersenpun asalkan kau bisa selamat, jadi aku mohon kau kembalilah ke sini ".


Sella hanya menggeleng.


" Sella aku mohon "


" Sudahlah Zaf tak ada yang bisa di selamatkan, lebih baik aku mati dari pada harus kembali tersiksa "


" Aku dan Qun akan membantumu jadi Kemarilah "


" Berhenti Zaaaaf " Teriak Sella saat ia mendapati Zaf yang benar - benar dekat dengannya.


Sella yang menyadari hal itu berbalik dan berjalan mundur.


" Oke, oke aku mundur tapi kau maju ke sini " Zaf coba bernegosiasi dengan Sella dan itu berhasil.


Zaf kembali pada posisinya awal dan Sella maju selangkah dari pinggir landasan helikopter itu.


" Kami akan menolongmu percayalah "


" Tidak Zaf, hiks "


" SELLAAAA " Teriak seorang wanita tak kalah kerasnya.


" Kakak " Zaf menutup telinganya karena berdengung atas teriakan itu. .


" Kak Sella, Jangan "


" Ini harus Geris, Kakak hanyalah beban untuk kalian dan lebih baik ini di akhiri karena Kakak sudah tak sanggup "


" Jangan bicara begitu Sella, kami tak menganggapmu sebagai beban dan aku, Zaf juga Qun sudah memutuskan akan menebusmu dari Papa Zaf " Saut Shafura.


" Jangan, hentikan niat baikmu itu, jangan terlalu baik padaku, akulah penyebab Suamimu stress jadi jangan menolongku sembuhkan saja dia ".


Sella tercengang.


" Itu tidak benar Sella, Qun kini telah sembuh dan dia sehat kau tidak sepenuhnya bersalah dalam sakitnya Qun ".


" Kau bohong, Aku tahu semua ceritanya, Geris yang beri tahu aku tadi ".


Mendengar itu Shafura menatap tajam Geris yang berada di sampingnya.


" Kak maafkan aku "


" Ger apa yang kau lakukan! " Gertak Zaf.

__ADS_1


" Bang, Aku tak sengaja " Geris berlinang.


Geris sempat bicara pada Sella mengenai Qun sesaat setelah sadar.


" Apa yang ingin kau lakukan " Ucap Qun yang baru datang bersama Pak Tor.


" Akhirnya kau mua bicara padaku "


* Andai tidak genting, mana mungkin aku akan menatapmu *


" Aku mau tanya, Apa yang mau kau lakukan di sana ? ". Qun berjalan mendekati Sella dan melewati Shafura serta yang lainnya.


" Bang pelan - pelan " Bisik Zaf


Shafura hanya diam melihat itu.


" Aku hanya ingin cari angin di sini "


" Heh, kau kira aku tak tahu sifatmu itu, terakhir kali kau bilang apa dan yang kau lakukan malah sebaliknya ".


Qun sengaja mengingatkan Sella tentang masa lalu mereka.


" Kau masih ingat Ayek! "


" Aku tidak mengingatnya sedikitpun, tapi aku hanya ingin mengajakmu sadar bahwa tindakanmu dulu banyak merugikan orang lain dan rupanya kau ingin mengulang kesalahan itu lagi dengan bunuh diri di Rumah adikku, jika kau ingin mati pergilah ke jembatan ataupun sutet di sana kami tak akan terkena apapun ".


Mendengar itu Sella merasakan sakit di kepalanya.


" Kenapa sekarang kau jahat denganku Ayek "


" Karena aku pernah baik, tapi apa yang aku dapatkan aku malah di singkirkan "


" Karena aku tak " Sella menghentikan kalimatnya dan beralih memegangi perutnya.


" Sella ! ".


Shafura dan Geris panik saat melihat Sella yang kesakitan.


" Asal kau tahu Ayek, A-aku hamil saat itu dan itu anak James, dia tak ingin bertanggung jawab makanya aku memintamu untuk segara menikahiku tapi pagi itu saat semua sudah di depan mata, dia tiba - tiba menghubungiku dan bilang ingin bertanggung jawab asal aku ikut dengannya ke Bali dan inilah yang terjadi ".


Qun Goyah mendengar fakta baru ini, badannya seakan ingin jatuh tapi kakinya masih bisa sedikit bertahan.


" Be " Shafura lekas menahan Qun.


" Aku memang jahat karena telah mengkhianatimu tapi aku akan lebih merasa jadi penjahat kalau pagi itu aku menikah denganmu, aku tak sanggup Ayek harus terus menyakitimu, karena sebenarnya aku telah menjalin hubungan diam - diam dengan james di belakangmu, Maafkan aku. ".


Qun bereaksi dengan penuturan Sella, Qun menggelengkan kepalanya seakan tak percaya dan tak peduli pada fakta itu tapi hatinya menerima itu dan ikut membuka luka lama tersebut.!


" Diaaaaam kau,,,,, DIAM...... Sha suruh dia untuk diam ". Qun menutup telinganya


" Be tenanglah, jangan di pikirkan lagi... Sella aku mohon jangan di ungkit. ".


Qun jadi emosi kala Sella mengutarakan alasannya meninggalkan Qun saat akad itu dan sudah tentu Qun jadi kembali mengingatnya.


" Maafkan aku, aku harus sampaikan ini agar kau tak menuduhku sebagai wanita yang jahat atau apapun itu, tapi percayalah sampai detik ini rasa itu masih ada namun aku tak ingin menggangumu lagi kau hiduplah bersamanya, dia wanita yang tepat untukmu dan biarkan aku pergi dengan rasa ini serta penyakit ini, aku sudah lelah menghadapinya ".


" Kau sakit apa Sella ? " tanya Shafura.


" aku mengidap Kanker Rahim stadium 2 "


" Apa ! "


Sella kembali merasakan sakit di area perutnya.


" Aku harus mengakhirinya, maafkan aku " Lanjut Sella.


" Jangan Kak, itu tak baik "


" Tidak, Maafkan kakak " Sella berjalan mundur.


" Sella hentikan "


" Kak hentikan "


" Sella jangan bodoh ".


Shafura, Geris dan Zaf panik karena kini Sella hanya beberapa centi dari bibir Helipad.


Qun melirik Sella yang masih berjalan.


" Jika kau masih ada rasa itu, dengarkan aku, aku perintahkan untukmu jangan bergerak lagi dan diamlah "


Seketika Sella diam dan seakan menurut pada Qun.


Shafurapun ikut diam, dia diam melihat Sella yang patuh pada Qun dan kini beralih menatap Qun yang baru saja bicara dan memberi perintah, Qun Juga melihat Shafura yang kini berlinang.


* Apa artinya ini Be *.


* Sayang maafkan Be, Be tak ada maksud lain selian untuk menolongnya *


Shafura tak mengerti ini tapi yang ia rasakan Kalau baru saja sebuah jarum kecil seperti menusuk - nusuk relung hatinya.


Qun memberanikan diri mendekati Sella.


" Jangan Mendekat Ayek "


" Kemarilah jangan bunuh diri "


" Tidak ! ini harus "


" Aku bilang tidak ya tidak apa kau tuli "


" Maafkan aku "


" Jangan Sella aku mohon "


" SELLA "


" Kak Sella "


kedua wanita itu berteriak karena Sella jatuh


...Bersambung...


***


Apakah Sella akan mati!

__ADS_1


__ADS_2