
" Apa kalian punya hubungan " Tanya Zalima.
Zaf dan Geris saling tatap, hingga Geris menggelengkan kepalanya pelan pada Zaf seakan menyuruh Zaf untuk tak berkata sesuatu apalagi mengakui apapun tentang mereka berdua.
" Tidak Bu....... "
" Tapi "
" Maaf semua aku harus bantu kak Sella, Bang aku pergi " Ucap Geris terburu - buru.
Geris lalu melepaskan pegangan Zaf dan berlari mengejar Sella yang sudah jauh.
" Ger tunggu ! " Ucap Zaf kemudian hendak mengejar Geris
Qun yang menyadari gerak - gerik Zaf dengan cepat menahan adiknya itu.
" Kau mau kemana ? "
" Aku harus bantu Geris Bang ! "
" Apa kau tak ikut kami ke Norwegia ! "
" Setelah masalah ini selesai aku dan Geris akan menyusul, kalian semua pergilah dulu "
" Tidak bisa begitu Zaf "
" Maafkan aku Bang, Assalamualaikum ".
" Waalaikum " Jawab Zalima dan Shafura bersamaan.
Zaf langsung berlari ke arah Geris yang sudah lebih dulu pergi meninggalkannya.
" ZAAAAF " Teriak Qun.
" Be jangan teriak " Shafura mengingatkan karena lagi dan lagi semua melihat mereka.
" Tapi Sha ! "
Qun tak habis pikir dengan kelakuan kedua penghuni rumahnya ini, yang satu rela membatalkan liburan mereka demi seoarang wanita yang baru di kenalnya sesaat sedangkan yang satunya rela membatalkannya juga karena tak bisa membiarkan pekerjanya kenapa - kenapa.
" Ya sudah kita pergi duluan saja nantikan Zaf juga menyusul sama Geris ". Ujar Shafura.
" Tapi Sha........ Zaf ? "
* Jika Be ragu antara anak dan adik Be, begitulah juga Sha tadi, Sha berada antara sesama wanita atau Be, tapi apapun keputusan Be, Sha ikut *
" Sekarang semua tergantung keputusan Be, Kita berangkat tanpa Geris dan Zaf atau kita batalkan liburan kali ini dan membantu Sella "
Shafura sengaja membuat Qun harus memilih dan membuat keputusannya sendiri, jika Shafura yang memberi saran sudah tentu ia akan membatalkan perjalanan kali ini dan membantu Sella, tapi karena Qun sudah memperingatkannya makanya Shafura tak berani mengambil tindakan, dan memberikan Qun pilihan sendiri karena ia tahu Qun tak bisa meninggalkan Zaf sendirian apalagi sampai terkena masalah.
Qun mengacak serta mencengkam rambutnya kuat, dia dilema dalam keputusan kali ini antara Anak dan Adik, Shafura hanya diam dan menunggu apa keputusan Qun. Qun berbalik dan mengahadap pada Zalima yang sedari tadi menidurkan Faye di gendongannya. Qun menyetuh kepala anaknya itu.
...***...
POV
Di antara ratusan pengunjung lain yang juga hilir mudik, Geris berlari mengejar Sella yang masih dalam genggaman pria misterius itu.
" Kak tunggu !!! "
Geris langsung menangkap salah satu tangan Sella. Sella terkejut sama halnya dengan pria itu, kini mereka sama - sama saling tatap satu sama lain, Pria itu masih berdiri di samping Sella dengan pistol yang tersembunyi di balik badannya, Sella dengan wajah yang takut dan mata yang berbinar menatap Geris berharap bahwa wanita yang baru di kenalnya ini bisa menyelamatkannya, dan Geris tetap dengan wajah curiganya dari awal terus memandangi si pria itu.
__ADS_1
" Mau di bawa kemana dia ? "
" Jangan ikut campur, lepaskan atau ! "
" Atau apa ? " Geris memberanikan diri untuk menantang pria itu.
Lalu pria yang masih berdiri dengan satu tangan yang terselip di balik jecket hitamnya ini seperti sibuk dengan aktivitas di balik jacketnya itu dan akhirnya ia mengeluarkan tanganya dan beralih memegangi salah satu sisi bagian dadanya dan berbicara sendiri.
" Kirim bantuan ! "
Itulah kalimat yang ia kirim entah pada siapa, yang jelas dia sedang terhubung dengan seseorang di balik semua ini.
Geris yang mendengar itu dengan cepat menarik paksa Sella yang sedikit longgar dari pengawasan Si pria misterius itu, dan tentunya hal itu berhasil membuat Sella sedikit merasa aman.
" Hei kau " Bentak pria itu.
" Geris Tolong kakak " Bisik Sella.
Bentakan yang terdengar sangar dan nyaring itu ikut memberhentikan pengunjung lain yang sibuk kesana kemari, ada yang hanya menoleh sebentar dan meneruskan perjalanan, ada yang berhenti dan berbisik satu dengan yang lain, serta ada saja pengunjung yang tetap acuh dengan kondisi sekitarnya.
" Tolong ! Dia pria jahat, dia ingin membawa kakakku secara paksa " Ucap Geris pada pengunjung di sana.
" Benarkah itu Mbak ? " Tanya salah satu pengunjung yang peduli.
Sella hanya mengangguk atas pertanyaan itu. Melihat anggukan Sella, sontak saja semua orang yang terhenti itu lalu ribut satu dengan yang lain membicarakan keadaan itu.
" Kok bisa ya "
" Kasihan mana masih muda "
" Pria itu selingkuhannya kali "
" Iya, gayanya aja mencurigakan "
" Ada apa ini, kalian semua tenang saya kepala keamanan di sini " Ucap pria yang baru saja tiba di balik puluhan orang yang sedang melingkari Geris, Sella dan Pria itu.
" Dia ingin membawa kakak ini pak " Ucap Geris.
" Pria itu orang jahat pak, tolong amankan "
" Benar pak, pakaiannya aja begitu, kayak penjahat "
Ujar bebarapa pengunjung di sana yang mengadukan kejadian itu juga.
" Geris jangan percaya pada pria ini, Dialah yang menghubungi pria berjacket itu " Ucap Sella dengan berbisik.
Geris terkejut dan menatap Sella.
"Jangan percaya Geris, minta bantuan yang lain saja, dia punya pistol " Lanjut Sella.
Kembali mendengar fakta, Geris lalu beralih pada pria serba hitam itu dan melirik dari atas hingga bawahnya.
" Permisi, permisi " Ucap Zaf yang baru saja sampai di sana dan melewati beberapa pengunjung yang sedang menyaksikan.
Zaf tiba setelah ikut mengejar Geris dan memilih meninggalkan Qun serta yang lainnya liburan ke Norwegia.
Pria berjacket hitam itu goyah saat melihat Zaf keluar dari kerumunan hingga matanya terbelalak.
" Tuan muda ! " Ucap pria itu sambil memberi hormat dengan menundukkan kepalanya.
Zaf yang di gelar begitu memasang wajah bingung hingga dahinya mengerucut.
__ADS_1
" Siapa! Aku " Tunjuk Zaf pada dirinya sendiri.
Geris, Sella serta kepala keamanan dan juga pengunjung lain kini beralih pada Zaf.
" Apa kau mengenalnya Bang! "
" Tidak Ger! "
Di Sisi lain.........
" Apa kau mengirim tuan muda untuk membantuku ? " Ucap pria itu lagi pelan sambil memegangi dadanya
" ......... "
" Kalau tidak, kenapa disini ada Tuan muda ? "
" .......... "
" Baiklah, aku akan mematuhi semua perintahnya "
***
" Dia siapa ? " Tanya petugas keamanan pada pria itu setelah melihat ia berinteraksi dengan seseorang.
" Dia tuan muda Wegal " Ucap pria itu.
Kepala keamanan itu langsung tercengang sebab tak mengenali anak dari tuan yang menyuruhnya untuk menangkap Sella.
" Maafkan saya tuan, saya tak mengenali anda " Ucap kepala keamanan seraya tunduk di depan Zaf.
" TUAAAN " Ujar Qun yang baru juga datang bersama Shafura.
" Abang, Kakak, kenapa di sini ! Di mana Faye dan Ibu ? " Zaf ikut kaget melihat kedua orang ini menghampirinya.
Qun membuat keputusan untuk melindungi Zaf dan membatalkan keberangkatan mereka untuk liburan
" Ibu ada di ruang tunggu " Saut Shafura.
Melihat suasana semakin keos, Kepala keamanan merasa situasinya terancam jika orang - orang mengetahui bahwa dia juga bekerjasama dengan pria itu untuk menangkap Sella.
" Baiklah. Bapak Ibu semua, saya kepala keamanan di Bandara ini, jadi saya minta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, saya harap kalian semua bisa melanjutkan penerbangan masing - masing, silahkan silahkan " Ucap kepala keamanan untuk membubarkan para calon penumpang yang berkerumun.
mendengar peringatan langsung dari kepala keamanan, lantas saja semua orang kembali melanjutkan aktivitas mereka, kini tinggal Pria misterius, Sella, Geris, Zaf, Qun, Shafura dan Kepala keamanan Bandara.
" Bang ! Tolong selamatkan Kak Sella dari pria ini, dia memiliki senjata " Ucap Geris.
Zaf langsung melirik Pria itu.
" Maafkan saya Tuan ! " Ucapnya lagi sambil menunduk
" Zaf bisa jelaskan dia siapa ? " Kini Shafura yang bersuara.
Zaf melihat Shafura dan hanya menggeleng tak mengerti tentang semua ini, dia juga bingung.
" Permisi tuan Muda Wegal, bagaimana kalau kita bicarakan masalah ini di ruangan saya lagi "
" Baiklah, aku setuju " Saut Qun.
Mendengar Qun setuju, Zaf ikut mengiyakan ajakan kepala Keamanan itu.
***
__ADS_1
Apakah keluarga Zaf ikut terlibat di balik semua ini ?