Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Mimpi * Episode 73


__ADS_3

TOK TOK


" Zaf, Zaaaaf "


" Buka aja kak ! "


" Oke, Kakak masuk ya "


CLEK


Saat pintu kamar Zaf di buka, pemandangan yang pertama Shafura lihat adalah Zaf sedang merapikan kamarnya dan terlihat beberapa helai bajunya di atas ranjang.


" Kenapa Kak? " Tanya Zaf sambil melirik


" Jadi pindah ? " Shafura melipat tangannya dan bersandar di pintu.


" Heee jadi, Sore nanti Kak, Tau dari siapa ? "


" Siapa lagi, dari calon istrimu " Goda Shafura.


Zaf terseyum lebar karena malu. " Ah Kakak ! "


" Jadi mau ke Rumah yang mana nih ? ".


" Ya ! Yang mana lagi Kak, Sekarang aku hanya punya satu sebab yang lainnyakan sudah di ambil Papa "


" Oh iya Kakak lupa, Yang sabar ya, pasti nanti akan dapat ganti yang lebih banyak dan mungkin ini ujian awal dari Allah "


" Iya aku juga berfikir begitu, Kakak tenang aja, Hal yang instan tak perlu untuk di buat sedih bila kehilangannya, hanya Saja itu semuakan pemberian kakek, aku sedihnya di situ, Seperti Bar, aku tak memikirnya biarkan saja Papa mengurusnya lagi, aku juga tak menginginkannya "


" Kenapa dengan Bar, Apa Papamu juga mengambil itu ? ".


" Tidak, aku yang menyerahkannya "


" Kenapa ? "


" Aku dengar dari Abang waktu itu, kalau ada hal yang lebih banyak kerusakannya dari pada kebaikkannya dan hal itu bisa di tinggalkan kenapa harus di pertahankan, lagi pula katanya pekejaan Bar itu bertentangan dengan ajaran Islam ".


" Baguslah. Kakak bangga denganmu, niatmu untuk merubah statusnya rupanya di sandingkan dengan ilmunya "


" Aku tidak ada apa - apanya kak, itu semua! "


" Jangankan kau, Kakakpun tidak ada apa - apanya, Kita tidak bisa ngejudge orang dari penampilan, bahkan bisa saja wanita yang terlihat looknya berantakan tapi hatinya terpaut sama Allah, kita manusia tak ada yang tahu, bahkan ketika kita memuja wanita yang menghijab dirinya tapi ia lupa menghijab mulut dan hatinya bisa saja ia di ketepikan oleh Allah, Seperti dirimu, bahkan Kakak benar - benar Salut kau bisa tabah ketika Semua hartamu habis begitu saja dalam sekejap dan kau biasa - biasa saja ".


" Ah tidak usah bilang begitu kak, Aku tidak kehilangan semuanya, aku masih punya yang lainnya, Bak pepatah Hilang satu tumbuh seribu kan "


" Wah, kau semakin dewasa Zaf, Kakak doakan setelah kau resmi menjadi muallaf nanti kau tabah dan sama sabarnya seperti sekarang bila mendapatkan Ujian "


" Aminn.... Bukankah kakak sendiri yang bilang "


Zaf menatap Shafura. Shafurapun Langsung paham.


" Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman" dan mereka tidak diuji ? " Ucap mereka bersamaan.


Itu adalah penggalan dari ayat " Al - Ankabut ayat 2 " Yang Shafura pernah Ucapkan sewaktu mengajari Zaf dan terjemahannya itu membekas di hati Zaf


" Masya Allah, semoga kau istiqomah Zaf "


" Amin, Oh iya, Abang mana Kak ? ".


" Ada tu di kamar, katanya mau istirahat sebentar, tapi Abangmu itu ? "


" Abangmu kenapa Kak "


" Dia, Ah tidak ada, jatuhnya ghibah nanti "


" Ouh "


" TIDAAAAAK "


Suara teriakan yang nyaring membuat Shafura dan Zaf terkejut, Shafura langsung memutar wajahnya melihat ke arah kamarnya, Sedangkan Zaf yang juga mendengar hal serupa berlari mendekati Shafura.


* Apakah Be mimpi lagi ? *


" Itu Abangkan ? "


" Sepertinya, Kakak ke atas dulu "


" Aku ikut ! "


Saat Shafura dan Zaf kebingungan, terlihat Geris juga keluar dari kamar


" Kak apa Kakak dengar suara barusan? "


Shafura mengangguk dan terus berjalan, dan mereka berdua mengikuti Shafura ke kamar.


Clek


" Be, Be "


Nampak ranjang Shafura yang berantakan dan selimut yang tergeletak di lantai, Shafura lalu memungutnya.


" Di kamar mandi Sha ! ". Teriak Qun.


" Kakak ke dalam dulu "


Geris dan Zaf mengangguk, Shafura segera masuk ke tempat suara itu berasal, di dalam sana Qun sedang berdiri di depan wastafel dengan kran air yang menyala , terlihat oleh Shafura ekspresi serupa saat Qun bangun malam tadi karena mimpi buruk itu. Wajahnya kembali pucat namun kali ini dengan sedikit air yang berserakan di muka Qun.


" Be kenapa ?, Mimpi lagi ! ".


Qun tak berbalik dia menatap Shafura lewat pantulan cermin dan mengangguk.


" Be " Tangan Shafura hinggap di bahu Qun.


Qun melihat itu dan menindih tangan Shafura yang ada di bahunya.


" Ya Allah jangan ambil dia, aku belum sanggup "


" Be itu hanya mimpi "


" Mimpi ataupun kenyataan, Be belum siap Sha " Qun mengakhiri kalimatnya dengan menyenderkan kepalanya di tangannya yang menyelimuti tangan Shafura.


" Apa Be pikir Sha siap, Tidak. Tapi Sha yakin Kalau Allah masih memberi kita waktu yang lama untuk bersama "


" Amin, Be hanya tak sanggup ! "


" Sha juga sama, karena tak ada manusia yang sanggup kehilangan orang terdekat mereka, dan ketakutan itu lumrah be, asalkan Be tidak berlebihan seperti semalam itu ".


" Baiklah, Be tak akan minta hal bodoh lagi pada Sha, Tapi "


" Tapi apa ? "


Qun mengangkat kepalanya dan berbalik mengahadap Shafura.


" Peyuk " Qun merentangkan tangannya


Suara yang dibuat - buat oleh Qun dengan ekspresi baby facenya itu terlihat sangat menggemaskan di mata Shafura, Shafura tak bisa menahan senyumnya yang mengembang di wajah cantiknya dan seketika membuat pipi Shafura memerah.


" Issss "


" Haaaa, pengen " Qun maju selangkah.

__ADS_1


* Udahlah pasrah aja *


Shafura memejamkan matanya.


TOK TOK


" Kak, Bang? Kalian Oke! "


Qun yang sudah sangat dekat dengan tubuh Shafura langsung membatalkan niatnya karena suara Zaf yang memanggil mereka.


" Hee Sha lupa, Ada mereka di luar "


" Mereka ? "


" Iya, Karena suara Be tadi, Sella, Zaf dan Geris ada di depan "


" Zaf ini benar - benar kebiasaannya suka mengganggu " Qun nampak kesal.


" Issss jangan cemberut ! Wajah gantengnya hilangkan " Cubit Shafura pipi Qun.


" Yaudah kita keluar aja "


" Nangaaaaaan, Enyum dulu " Goda Shafura pula menirukan Qun tadi.


Mendengar suara Shafura yang imut, Qun kembali tersenyum dan sedikit bergidik karena merinding.


" Kita nggak usah keluar aja, Be kan jadi mauuuuu ? " Qun kembali mengantungkan kalimatnya namun kali ini di tambah dengan tatapan nakal.


PLUK


" Isss, jangan nakal ya, mereka di luar "


" Au,,,, Nakal apanya, orang Be mau cium aja, Pasti Sha mikirnya ke sana. Iya kan ? ".


" Kesana mana ? ,Nggak ! Be aja tu yang ke Pedean "


" Ngaku aja Sha, Kalau mau bilang Be siap kok, kapanpun "


" Siap sih iya, tapi percuma kalau nggak mau hasilnya " Celetuk Shafura pelan.


" Tuh kan, kesana pikirannya " Tunjuk Qun


" Iiiii Beeeee " Kini Shafura yang kesal.


" Kakak kalian baik - baik saja " Teriak Zaf lagi.


" Sebentar Zaaaaf " Balas Qun


* Iiiii Kok malah ketebak, jadi malu sendirikan *.


" Ayo Sha " Qun menarik tangan Shafura


Shafura menggeleng


CUP


Belum berhenti gelengan Shafura Qun segera melayangkan sedikit kecupan di kening Shafura dan itu membuat kepala Shafura sedikit terdorong ke belakang karena mendapat serangan yang tiba - tiba.


" Ayo " Ajak Qun lagi.


Wajah Shafura yang tadinya merengut berubah seketika dengan sebuah sentuhan dari Qun. Shafura menyetuh keningnya dan mengiyakan ajakan Qun.


CLEK


" Kalian baik - baik saja, kenapa lama? "


" Kalau kau sudah menikah nanti, kau akan paham Zaf ".


" Apa kalian ? "


" Sudah nikah dulu sana, nanti sisanya Abang ajarkan apa saja yang harus di lakukan kepada pasanganmu " Qun terseyum angkuh.


" Heh, Ajarkan, Apa Abang lupa siapa yang dulu mengajarkan Abang bagaimana membujuk kakak saat dia merajuk, apa saja yang harus di lakukan, Jangan belagu Bang. Kau juga bukan pemain yang handal dalam hal cinta, jadi kita sama ".


" Apa ! ....... Sha nggak salah dengar Be "


" Zaf, hussst..... " Qun segera menyekap mulut Zaf. "


" Lalu kenapa itu " Tunjuk Shafura pada tindakan Qun.


" Nggak Kok Sha mana ada itu, Zaf sekarang jadi pandai mengarang "


Zaf lalu menepis tangan kekar Qun dari mulutnya


" Iya kak aku pandai mengarang, Sampai - sampai aku mengarang cerita kalau ada orang yang cemburu sama istrinya hanya karena dia nggak tahu kalau istrinya pernah mau di nikahi sama orang lain, bukan di nikahi lebih tepatnya calon, dan si calon ini rela berbuat apa saja buatnya, Tapi yang lucunya dia marah ke istrinya karena tak pernah dengar hal itu dari mulut sang istri sendiri sedangkan si suami menutup dirinya sendiri,,, cttttt.... Suami yang aneh "


Merasa kalimat itu merupakan sindiran dari Zaf untuknya, Qun menatap penuh emosi.


" Dan satu lagi, ada orang yang melempar piring dari lantai atas ke bawah karena nggak dengar kalau istrinya sebenarnya mencintai dia, tapi karena si cowonya ini telinganya agak budek, ya terjadilah insiden itu,, Kesian sekali kalau jadi istrinya " Lanjut Zaf


" Kau Zaaaaaaf " Qun menangkap leher Zaf dan menguncinya


" Aaaaa, ampun bang! Kenapa kau yang marah, aku kan tak menyebutkan siapa orang itu, aku hanya mengarang "


" Yang kau karang itu Aku, Bukan Abang tak tau Haaaa " Qun menambah kekuatannya


" Huks huks, Bang! Bang ampun " Zaf memukul tangan Qun yang menguncinya


" Be, be sudah kasihan "


" Tidak Sha, dia sekarang semakin berani "


" Be lepaskan ! Kalau karena ini Zaf nggak mau lagi kesini bagaimana "


" Memangnya dia mau kemana ? "


" Dia hari ini pindah Be "


" Hah " Qun melepaskan Zaf.


" Huks huks ! "


" Kenapa Pindah Zaf ? "


" Apa Abang lupa Ibu bilang apa, Huks huks "


" Bang Zaf, Air " Geris memberikan segelas air


Geris dari tadi diam, ketika melihat Zaf yang batuk batuk ia segara mengambilkan air untuk Zaf dan Zaf menerimanya dengan senyum


" Makasih Ger "


" Hmmmmm,, nggak sadar diri ni manusia, dia juga begitu Kaku dan sok cool "


Pluuk


" Jangan ngatain Orang Be, Be dulu juga begitu sama Sha, sok kegantengan "


" Tapian Be memang gantengkan ? "


" NAJISS " Saut Zaf

__ADS_1


" Kau Zaaaf "


" Sudah - sudah ah kenapa jadi kayak anak kecil sih " Tegur Shafura lagi


" Tau nih Zaf "


" Abang tu "


" Udah nggak Abang nggak Adik sama aja " Celetuk Geris.


Zaf dan Qun tercengang karena Geris untuk pertama kalinya angkat suara atas kelakuan kedua Abangnya itu.


Mendengar ucapan Geris, Shafura melewati kedua pria itu dan mendekati Geris.


" Ayo Ger, kita tinggalkan saja kedua pria yang ke kanak-kanakan ini " Ajak Shafura.


" Ayo kak "


Saat kedua wanita ini hendak beranjak, Zaf dan Qun bertindak.


" TUNGGU! " Mereka menahan tangan masing - masing pasangannya.


Shafura dan Geris tertahan dengan tangan yang di pegangi, Saat hendak melihat kebelakang Shafura melihat Zaf yang melakukan hal serupa pada Geris.


" Hehh Zaf lepaskan! Bukan Mahram " Shafura menarik tangan Geris.


Zaf yang mendapatkan perintah langsung melepaskannya.


" Maaf Kak, Reflek "


" Jangan di biasakan Zaf, halal dulu baru pegang sepuasnya "


" Iya, Halal dulu, Ya kan Sayang " Qun menimpali dengan alisnya yang terangkat sekali.


" Iya apanya, lepaskan Be " Shafurapun menepiskan tangan Qun pelan.


" Buftttt "


" Kau Zaf...... Sha, memangnya Sha mau ke mana? "


" Ini urusan wanita Be, mau ikut juga, mending Be bantu Zaf beres - beres tu di bawah, daripada tidur nanti mimpi buruk lagi "


" Oke, Baiklah jangan lama ya, Nan "


" Nanti Be kangen, Bufftt " Ucap Zaf menimpali.


" Kau Zaf! Mulai lancang ya hah " Qun kembali menarik Zaf dan menguncinya di ketiaknya.


" Bang Ampunnnnn! "


" Sha, Geris cepat keluar ya, ni anak harus di beri pelajaran sebelum dia pergi dari rumah ini ".


" Baiklah, Bang, Tapi Abang Zaf jangan sampai kenapa napa ya, Apa lagi luka - luka " Ucap Geris.


" Iya,,, sudah cepat keluar " Pinta Qun


Shafura dan Geris melangkah.


" Be jangan berlebihan ya " Ucap Shafura sebelum menutup pintu, masih dengan posisi yang sama, Qun mengiyakan ucapan Shafura dengan anggukan kecil.


CLEK


" Mereka tak sedarah tapi ikatan keduanya begitu kuat ya Ger "


" Iya Kak, Yang satu di tinggal kedua orangtua dan sebatang kara, dan yang satunya lagi hidup bergelimang harta tapi di musuhi Papa kandungnya sendiri dan akhirnya menjadi sebatang kara juga "


" Mereka di takdirkan saling melengkapi dan menyayangi satu sama lain "


" Dan semoga aku bisa ikut melengkapi kebahagiannya, terutama kebahagiaan Abang Zaf ".


" Amin, Ya sudah kita ke kamarmu ada yang mau Kakak bahas


***


CLEK


Setelah memastikan Shafura dan Geris keluar, Qun yang tadinya mengunci Zaf di ketiaknya kini beralih dengan memeluknya.


" Abang pasti akan merindukanmu "


"C'mon Bang ! Aku hanya pindah rumah bukan migrasi "


" Tetap saja suasana rumah ini pasti akan berubah, apalagi Abang terbiasa melihatmu setiap hari di sini "


" Tenanglah aku akan rajin kesini, lagi pula jika aku tak ada. Kan Abang sekarang sudah ada Kakak "


" Kau ini, Kau dan Kakakmu itu punya tempat tersendiri di hati Abang, sekalipun Kakak adalah prioritas Abang, tapi kau juga sama pentingnya "


" Oke oke, setelah menikah nanti aku akan kesini seminggu sekali "


mendengar jawaban Zaf, Qun membuka pelukannya


" Apa kau mau Abang encerkan isi kepalamu biar kau tahu kalau dalam seminggu itu ada tujuh hari, dan kau kesini hanya sekali, kalau begitu enam harinya lagi kau biarkan Abangmu ini merindukanmu dan menderita, begitu "


" Turunkan tanganmu Bang, Aku hanya bercanda aku akan kesini setiap hari, Apa Abang puas "


" Tidaaak "


" Kenapa ? ".


" Karena jauh lebih baik jika kau ada disini bersama Geris setiap hari setelah kalian menikah "


" Tidak bisa Bang!, aku juga harus mengurus rumah tanggaku sendiri, kami juga ingin mandiri dan tinggal di rumah kami hanya berdua "


" Baiklah Abang mengerti, Abang hanya belum terbiasa tanpamu, karena selama ini kita selalu bersama dirumah ini, bertiga dan membesarkan Faye sama - sama ".


" Tenanglah, Aku janji akan sering ke sini ! "


Qun kembali memeluk Zaf


" Baguslah ! Satu lagi. Besok bila kau sudah Sah bergelar suami Abang harap kau bisa menjadi suami yang membimbing istrimu tegur Iya bila ada salah dan jangan sampai membuatnya menangis ada pertengkaran hadapilah dan duduk bersama-sama dalam menyelesaikan masalah Jangan biarkan ada ego diantara pertengkaran kalian karena itu hanya akan memperkeruh suasana, Dan terakhir Abang harap bila nanti kau sudah sah memeluk agama Islam, Abang ingin kau juga menerapkan ajaran-ajaran Agama dalam rumah tanggamu jangan menyakiti wanita , hormati dia, hargai dia, sayangi dan bimbing dia, jadilah imam yang baik.


" Hutsss "


" Kau kenapa ? "


" Aku hanya terharu, pidatomu itu begitu panjang Bang hingga mengalahkan Amanat kepala sekolah saat upacara, Hutss "


" Buftttt, "


" Buftttt, Ha ha haaa "


" Ha ha ha haaaaa haa " Abang dan adik itu tertawa bersama


" Abang serius, kau ini ! "


" Iya aku dengar, Haaa haa "


" HA HA HAA HAAAAAAA "


...Bersambung...

__ADS_1


***


__ADS_2