
Zaf menatap Sella yang tengah lemah terduduk di marmer putih milik Zaf.
* Kek ! Maafkan aku *
Merasa posisinya terjepit, Zaf lalu menarik pulpen yang terpasang di map itu sejak tadi dan kini menekan salah satu ujungnya.
TIK
Zaf menarik Map itu dan mulai meletakkan pena itu di selembar kertas tersebut dan kini ia melihat pada Qun, Shafura dan Geris. ketiga orang itu mengangguk seakan setuju pada pilihan yang Zaf ambil.
" Zaf percayalah, Allah akan ganti lebih dari itu " Ucap Shafura setelah sekian lama diam.
* Ya Allah kau kuatkanlah Zaf, kau gantilah yang jauh lebih besar dari pada ini nanti, Tabahkanlah dan ridhoi Zaf menerima ini semua *.
Zaf benar - benar dilema. Bagaimana tidak, dengan beberapa garis pena yang meyatakan kalau itu adalah tanda tangannya, maka seluruh aset kekayaan yang Zaf miliki kini berupa harta dan tahtanya itu akan segera beralih nama dan dia akan kehilangan semuanya.
" Zaf jangan " Sella merebut pena itu.
Semua terkejut dengan tindakan Sella, Shafura bereaksi sedikit bangkit dari kursinya dan mengulurkan tangan ingin meraih Pena yang Sella ambil namun ia batalkan niatnya dan kembali duduk, Zaf yang gagal menggoreskan dawat itu hanya diam menatap kosong pada Sella. Berbeda dengan Mr Wegal yang hampir terseyum lebar, kini ia malah berubah panik saat Sella merebut paksa Pena Zaf.
" Heiii hei, kembalikan Pena itu jika kau berani menggagalkan urusanku ". Kalimatnya terpotong.
Secara mengejutkan Tuan Wegal menarik pistol milik Aeril yang terpasang di balik pinggangnya dan menodongkan pada Sella.
CIK CIK
" Papa! " Zaf berdiri.
" DIAAAAM ! "
Mr Wegal merubah arah todongan pistolnya dan mengangkat tangannya itu ke atas.
DOOOR
CRAANG
CRAAANG
" Aaaaaa " Teriak Sella, Geris dan Shafura.
Secara bersamaan ketiga Pria yang berada di sisi ketiga wanita itu melindungi mereka, Sella di lindungi oleh Aeril, Geris di tutupi oleh Zaf dan Shafura di dekap Oleh Qun. Sedangkan Mr Wegal di lindungi oleh anak buahnya yang lain.
Pecahan lampu Kristal milik Zaf yang terpasang tepat di atas mereka jatuh dan berserakan di atas meja dan sekitar kaki mereka semua, tapi untungnya tangkai utama lampu tersebut yang juga terkena peluru Mr Wegal masih terkait dengan rantai yang sudah separuh lepas.
VRAK
Lampu Kristal tersebut turun sedikit dari posisi awalnya.
" Awas, Lampunya ! " Ucap Zaf
Mendapatkan peringatan dari Zaf. Geris, Sella dan Shafura berdiri dengan di bawa oleh pria mereka masing - masing dan menjauh.
" Sha " Qun menggengam tangan Shafura.
" Be ! ".
Shafura yang sempat takut sebab Qun marah padanya karena ikut menyembunyikan Masalah ini, sedikit terseyum.
" Bos kita harus menjauh " Ucap anak buahnya yang lain.
Sama halnya dengan semua pasangan itu, Tuan Wegal juga menjauh.
" Ril " Ucap Mr Wegal sekaligus perintah untuk Aeril yang tengah bersama Sella.
Aeril yang paham, langsung merebut Pena yang ada di tangan Sella. Aeril tak bisa berbuat banyak di depan Sella sebab dia harus patuh pada Tuannya Mr Wegal.
" Aeril kembalikan ! " Pinta Sella.
" Sorry " Aeril Langsung menyerahkannya pada Tuannya itu dan menjauh.
" Nak, kita harus percepat ini, kesabaran Papa hampir habis " Mr Wegal mengarahkan Pistol pada Zaf.
__ADS_1
" Tuan dia anakkmu! " Ucap Shafura
" Makanya Cepat tanda tangani sebelum aku lupa kalau dia anak kandungku ".
" Baiklah, baikpah tenang Pa. Aku akan tanda tangani. Berikan !!! " Zaf mengulurkan tangannya bermaksud untuk meminta pena itu lagi.
MR Wegal terseyum dan mendekati Zaf, pistol yang tadi ia arahkan pada anaknya kini tenang di samping pahanya namun masih dalam genggamannya.
Sella yang menyaksikan proses penandatanganan itu kini memiliki perasaan yang kacau, sebab karena orang -orang yang ingin menyelamatkannya semua dalam masalah, terutama Zaf, Zaf akan kehilangan segalanya.
" Kau memang anakku yang sangat berbakti " Usap Mr Wegal pada pucuk kepala Zaf.
* Kenapa ada Orang tua yang seperti ini ! * Shafura memalingkan wajahnya kala Zaf mulai duduk lagi di kursi.
Zaf lalu membersihkan beberapa pecahan kaca yang berserakan di meja dan juga meletakkan Pena itu lagi untuk yang kedua kalinya.
" Aku benar - benar kecewa, Kau " Zaf menghentikan kalimatnya.
Bersamaan dengan garis lurus yang condong ke atas Zaf mengakhiri tanda tangannya, bersamaan itu jua Zaf memberikan tanda titik dengan air matanya.
" Kau bukan Papaku lagi " Zaf menutup Map tersebut lalu menyerahkannya.
Zaf menjulurkan tangan pada Papanya, kini Map itu melayang dan seakan tengah bernyawa di udara, Map itu bergerak hebat karena tangan dan sekujur tubuh Zaf sedang gemetar.
MR Wegal tak peduli pada kondisi Zaf, yang ia pedulikan hanyalah Harta itu. Hal itu terbukti saat Zaf menyerahkannya dengan hati yang sakit, Mr Wegal malah terseyum lebar dan menerima Map itu dengan tangan yang terbuka. kini Map itu sudah berada di tangannya hal pertama yang Mr Wegal lakukan adalah membuka dan melihat Aset itu telah berpindah tangan.
" Kau memang anak yang berbakti pada Papa nak dan Papa bangga telah membesarkanmu " Usap Mr Wegal lagi kepala Zaf.
" Cccch " Zaf menepis tangan tua yang sudah tak ia anggap orang tuanya itu.
" PERGIIIII "
Tuan Wegal akhirnya berjalan meninggalkan semua orang yang ada di ruang Tamu dengan senyum yang lebar dan Map yang ada di tangannya dia menekan Lift rumah itu.
TING
Saat hendak melangkah masuk mata tuan Wegal tak sengaja melihat sebuah Falsdisk yang Sella lempar semalam tergeletak di lantai dan dia mengambilnya.
" Ini aku berikan yang asli " Lalu melempar Flash disk yang Itu pada mereka yang masih berdiri.
Falshdisk itu terpental hingga ke depan Sella.
" Kep****t Kau Wegal " Teriak Sella.
" Ha ha ha, Sungguh menyedihkan, Oh ya Mulai sekarang ini sudah jadi rumah Papa, Jadi kau salah jika mengusir Papa nak dan berhubung Papa lagi baik hati padamu, untuk hari ini saja Papa izinkan kau dan semua benalumu ini tinggal di sini, tapi besok kalian harus pergi, Karena Papa akan jual rumah ini ..... Ayo ".
TING.
Semua menatap Lift yang tembus pandang itu, terlihat tuan Wegal mendadahi Semua yang ada di bawah, Zaf amat murka matanya memerah karena perlakuan Papanya yang sangat di luar batas itu.
" Aaaaaaaaaa " Zaf menyapu pecahan beling yang masih berserakan di meja dengan tangannya.
" Bang hentikan " Pinta Geris.
" Aaaa " Zaf lalu membalik dan membuat meja yang ada di depannya terpingkal jauh.
" Zaf aku mohon hentikan, jika kau begini aku amat merasa bersalah ! ".
Zaf tak menghiraukan kedua wanita yang memintanya untuk berhenti sebab Ia begitu kesal dengan Papa, dan tanpa Zaf sadari puluhan beling berukuran kecil itu berhasil membuat tangan Zaf menjadi merah karena berselimut darah.
" Nak hentikan! " Ucap Pak Tor pula.
" Aaaaaaa, Kenapa ? "
BRAAAK
" Kenapa! "
Zaf tak berhenti berontak kini ia menendangi Sofa yang ada, dia melampiaskan kemarahannya pada setiap benda yang ada dirumah itu.
" Be! " Shafura memberanikan dirinya untuk menegur Qun yang diam.
__ADS_1
Qun terpaku dengan terus melihat ke langit - langit rumah Zaf tempat Mr Wegal menghilang. Qun tak percaya akhirnya ia melihat sendiri tabiat asli Papanya Zaf, setelah bertahun - tahun akhirnya Qun tahu alasan kenapa Zaf tak ingin membahas Sang Papa saat dia bertanya, dan kini Qun mendapatkan jawabannya sendiri dan karena Inilah Alasannya, Zaf tak memiliki kata - kata untuk menyebutkan Perilaku Papanya yang lebih hina dari binatang itu. Hingga Shafura menyadarkan Qun.
" Be hentikan Zaf " Pinta Shafura lagi namun ucapnya pelan.
Qun masih diam dan membiarkan Zaf tetap mengamuk hingga Zaf kembali ingin membuang Vas bunga yang ada di sekitar Shafura dan Qun.
" Zaf hentikan ! ". Qun menangkap Zaf.
Dengan mata yang basah dan berwarna merah, Zaf menatap Abangnya.
" Bang! " Zaf langsung memeluk Qun.
Qunpun melakukan hal yang sama.
" Tenanglah jangan sakiti dirimu sendiri, Kau sama saja menyakitiku, kita akan pikirkan lagi cara lain agar kau bisa kembali seperti dulu "
" hiks, Aku tidak memikirkan uang itu sama sekali, Aku hanya tak habis pikir dia " lagi - lagi Zaf tak sanggup melanjutkan kalimatnya
" Sudahlah sudah, Abang paham dirimu, tenanglah "
Zaf lalu melepaskan pelukannya lebih dulu setelah di tenangkan oleh Qun.
" Baiklah, aku akan tenang asalkan kita pergi dari sini, meskipun ini rumah pemberian kakek yang sangat berharga, tapi aku tak tahan berada di sini lagi, dia telah merusak kenangan itu "
" Baiklah kita pergi ! " Ajak Qun.
Zaf dan Qun berjalan hingga melewati Pak Tor.
" Pak ! Ikutlah denganku, kita sudah tak ada urusan di sini "
" Baiklah, tapi bapak harus mengemasi barang - barang bapak dulu ".
" Kami tunggu di luar "
Zaf dan Qun hendak kembali melanjutkan langkah mereka.
" Ger " Sella menahan Geris.
" Kenapa kak! "
" Kita mau kemana? "
Shafura berbalik.
" Ada apa Sella! "
" Kita mau kemana Shafura ? "
" Kita akan pulang ke rumah "
" Rumah Qun ? "
" Iya " Jawab Shafura.
" Apa yang sedang kalian bicarakan ? ". Tanya Qun dan Zaf ikut berbalik.
" Aku tidak bisa ikut pulang ke rumahmu ".
" Jangan banyak tingkah, ikut saja dan diamlah. Aku lagi baik hati " Ucap Qun lalu kembali melanjutkan langkahnya.
" Ikut saja Sella, dia tak akan marah " Ucap Shafura yang berlalu dengan menarik Sella yang takut.
Shafura lalu ikut melangkah namun ia berjalan lemah, karena ia masih merasa bersalah pada Qun dan terakhir di ikuti Sella lalu Geris saat semua sudah berjalan keluar.
CRAAAANK
Lampu tersebut jatuh dan mengakhiri drama istana Zaf.
...Bersambung ...
***
__ADS_1
Akankah semua baik - baik saja setelah semua rahasia Zaf terbongkar