Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Kaca Mobil * Episode 44


__ADS_3

SREEET


CLAK


DUP


Shafura yang masih sadar dapat merasakan mobil ini berhenti, dan Qun keluar dari mobil dengan tergesa - gesa.


* Apakah ini tempatnya ? *.


Shafura mencoba mengintip suasana diluar, sangat gelap, hanya ada bayangan empat orang pria yang sedang berbincang tapi Shafura tak bisa mendengarnya dengan jelas.


" Kenapa tak antar kakak Shafura pulang dulu bang, diakan sudah tidur " Ucap Zaf ketika membuka mobil dan tengah memperhatikan Shafura yang pura - pura tidur tentu saja Zaf tak menyadari itu.


* Zaf apakah kau tak kenal kakakmu ini, aku tak akan melepaskannya begitu saja bila dia mengantarku pulang *.


" Abang ingin Zaf, tapi selain tidak punya waktu lagi, Abang harus memutar otak agar dia tetap tenang, kalau Abang ceritakan dia bisa tak memberi Abang izin, untung kau beri solusi, menurut Abang, cukup dengan obat tidur, dia akan tetap terjaga sampai tugas kita selesai " Saut Qun yang kini juga mendekati Zaf di pintu mobil.


* Kau bijak suamiku, ajak aku atau tidak keluar rumah sama sekali, dan Zaf kau harus tunggu balasan dari kakakmu ini, berani - beraninya mau menidurkan kakakmu, tunggu ya Zaf, tunggu ".


" Mark apa menurutmu aman membiarkan Kak Shafura tetap di dalam mobil ini ? ".


Shafura dapat mendengar langkah kaki Mark yang juga mendekati mobil.


" Hmm sebenarnya berbahaya, dia bisa keracunan, atau kekurangan oksigen, walaupun hal seperti itu banyak terjadi bada anak - anak tapi tidak ada jaminan orang dewasa bisa selamat bila di kurung dalam mobil "


* Astaqfirullah ! Mark benar, kenapa aku tak berpikir sejauh itu *.


" Lalu aku harus bagaimana, aku tidak mungkin membahayakan nyawa Shafura " Qun panik.


* Oooh so sweet banget sih kamu Be *.


" Tenanglah !, Kita tutup mobilnya, tapi jangan tutup rapat kacanya, beri sedikit pentilasi agar ada udara yang masuk ".


* Hmm kau memang jenius Mark *


" Begini " Zaf langsung mencoba saran Mark.


" Nah benar, naikkan sedikit lagi,.... cukup "Ujar Mark.


" Kalau ada yang melihat dan menggangu Shafura yang sedang tidur bagaimana ? " Qun tetap merasa tak tenang meninggalkan Shafura sendiri di mobil.


* Ya ampun Be aku itu *.


" Ayolah Qun, Istrimu itu Atlet Silat, kau lupa ketika dia ingin menendang pria itu, aku saja mundur dibuatnya " Mark berusaha meyakinkan bahwa Shafura bisa jaga diri.


* nah itu, itu dia ! Mantan Atlet BEE *


" Tapi Abang benar Mark, Kakak dalam pengaruh obat mana mungkin dia bisa mengeluarkan jurusnya " Saut Zaf.


* Oh belum tentu adikku sayang, apa kau mau coba *


" Tenang saja, tempat ini aman, aku yang jamin kalau ada apa - apa pada Shafura " Ujar Mark lagi.


" Ok aku percaya, awas sampai Shafura luka ataupun dalam bahaya nyawamu adalah balasannya ".


* Iih ! Suamiku ini perhatian sekali, tapi Be jangan bunuh - membunuh ya ! Sha takut *.


" Waaah, kau sekarang mulai main nyawa tak jauh berbeda dengan orang yang kita tangkap nanti " Mark mulai tak suka cara ancaman Qun.


" Ya sudah ayo siap - siap, bawa rompi anti pelurukan ? " kata Zaf.


* Eh sebentar, kalian mau perang apa bagaimana kenapa harus pakai rompi segala *.

__ADS_1


" Ini " Bawahan Mark melempar dua buah rompi dan di tangkap oleh Zaf.


Qun memakainya dan tak lupa berpamitan dengan Shafura.


" Sayang maafkan Be, Be harus lakukan ini, ini malam yang Bee tunggu selama 8 tahun, Mark bilang pembunuhnya ada disini malam ini ".


* Kenapa tak berterus terang Bee, ya walaupun Sha memang tak akan mengizinkan Bee pergi tanpa membawa Sha, dan Sha tau Be khawatir bila Sha dalam bahaya, tapi Sha juga tak bisa membiarkan Be dalam bahaya sendirian *


" Be berjanji pada Ibu dan Bapak tadi sore kalau Be sendiri yang akan menangkap orang itu untuk mereka, huts, jadi doakan Bee sayang, Bee mencintaimu ".


CUP


* Sha akan mendoakan Be selalu, Sha juga mencintaimu Bee *


DUP


NIT NIT


Shafura tak lagi mendengar suara orang ataupun langkah kaki, jadi dibukanya pelan matanya hanya gelap yang ada disana.


* Apa kalian sudah pergi, jangan sampai pas aku buka mata sepenuhnya kalian malah di kursi belakang dan mengerjaiku*


Setelah tetap diam selama 10 menit, Shafura membukan matanya dengab sempurna.


" Aman, aman, Alhamdulillah, tapi dimana ya ini ! Kenapa gelap sekali " Shafura merogoh tasnya dan mengambil ponsel dan menyalakan senternya.


" Tempat ini, " Shafura merasa tak asing dengan kotak - kotak besi besar yang ada diluar mobilnya.


Terlihat dari dalam mobil Puluhan bahkan ratusan kotak besi berjejer serta bertingkat dan menutupi cahaya dari sebelah sana. Shafura hanya mampu melihat sedikit cahaya dan ada mobil lain disana.


" Inikan dermaga waktu itu, ya tak salah lagi, ini dermaga yang sama, apakah aman kalau aku keluar ! .


Shafura sedikit ragu, tapi keraguannya itu tak lebih besar dari rasa penasarannya atas apa yang ingin di lakukan Oleh Qun dan yang lainnya, Hingga Shafura memutuskan ingin keluar dari dalam mobil.


Suara ketukan kaca mobil membuat Shafura terkejut dan langsung mematikan senternya, matanya membesar dan perlahan melirik ke arah suara tersebut, karena kembali gelap ia tak dapat melihat dengan jelas, ia hanya melihat sosok bayangan besar dari dalam mobil.


" Dia bukan Qun ataupun Zaf " Gerutu Shafura.


DUG


Lagi - lagi Shafura di kejutkan oleh suara tendangan yang mengenai salah satu bagian mobil, suaranya cukup keras.


" Siapa yang parkir mobil disini " Terika orang itu.


Shafura hanya mampu diam, dan menutup mulut dan terus memperhatikan gelagat orang itu yang kini mengitari bagian depan mobil Qun dan sampai di bagian samping mobil tepat di sebelah Shafura.


" Astagfirullah ! Wajahnya membuatku terkejut "


Pria itu mengintai dengan wajah yang menempel di kaca mobil lalu menyenteri dari luar namun tak dapat melihat ke dalam, kalau di sana ada Shafura.


TWING


Shafura kembali di kagetkan tapi kali ini kaget karena suara ponselnya sendiri yang berbunci.


DUG DUG DUG


" Siapa di dalam ! " Pekik orang itu, nadanya terdengar marah.


* Apa yang harus aku lakukan, haruskan aku berpura - pura di culik * .


" Keluar, atau aku pecahkan kaca mobilnya ini " Teriaknya lagi.


" Tolong! Pak tolong bantu keluarkan aku, Aku di sekap " Ujar Shafura.

__ADS_1


" Siapa kau ? "


* Astagfirullah pistolnya *


" Ampun Pak jangan tembak, aku minta tolong, keluarkan aku dari mobil ini, aku disekap " Shafura kembali beradegan dengan pria yang tak dia kenalnya ini.


" Kau bohong, keluar cepat atau aku pecahkan kaca mobil ini " Ancam pria itu, sambil menarik pistolnya untuk memompa peluru.


" Jangan pak ! ".


* Ya Allah selamatkanlah aku *


" Pak jangan, Aku mohon " Pinta Shafura kala pria itu mengarahkan pistolnya ke jendela mobil.


" Aaaaaa " Pekik Shafura sambil menutup telinganya.


DOOOR


Pria itu menembak sisi bawah kaca mobil dan berhasil memecahkan kacanya, Shafura yang berada di dalam sangat histeris sebab ini pertama kalinya ia di todongkan pistol dan mendengar suara tembakan sedekat ini.


Setelah berhasil memecahkan kaca mobil, tangan pria itu masuk dan membuka pintu mobil.


" Cepat keluar atau aku tembak kepalamu


" Ampun Pak jangan sakiti aku " Ucap Shafura sambil memegang ponselnya.


" Berikan ponselmu sekarang " Paksa pria berpistol itu.


Gara - gara suara pesan masuk itu, Shafura kini dalam keadaan yang genting.


Shafura memberikan ponselnya dan keluar dengan wajah yang takut, Pria itu terus saja menodongkan pistolnya dan menyenteri muka Shafura.


" Kau ? ".


Pria itu mengenal Shafura tapi Shafura tak tahu dia siapa.


" Kau apanya, siapa kau, jangan sok kenal ! " Ucap Shafura setelah keluar dari mobil.


Shafura berlaga angkuh padahal posisinya sedang terjepit.


" Kau " Pria itu memberi sinyal dengan melihat ke bawahnya.


* Apa maksudmu ! Dasar pria mesum *.


Shafura berpikir ia akan dilecehkan dan memasang kuda - kuda tapi melupakan pistol yang sudah ada di kepalanya.


" Heeeei kau ingin menendang adikku lagi, akanku tembuskan otakmu dengan pisitolku ini " Ujar pria itu


Shafura berusaha mencerna kalimat pria ini. Hingga matanya menyipit.


" Kau pria kemarin itu, kenapa kau ada disini ? " Pertanyaan Shafura membuat pria itu kebingungan .


" Aku yang tanya kenapa kau kesini lagi ?, Kau ingin memata - matai kami lagi, Heh ! Jangan harap kali ini kau lolos ".


Pria itu kembali menarik pistolnya dan kini benar - benar memasang di sisi pelipis Shafura.


* Ya Allah akankah dia membalas dendam atas kejadian malam itu *


...Bersambung...


***


Apa yang akan terjadi pada Shafura ?.

__ADS_1


__ADS_2