
SELLLA.
Semua berteriak karena Sella jatuh lebih dulu membentur kerasnya landasan helikopter itu sebelum ia ingin mengakhiri hidupanya.
* Alhamdulillah *
Hanya kalimat syukur yang Qun panjatkan sesaat melihat Sella yang gagal untuk bunuh diri kemudian Qun memejamkan matanya untuk kembali menenangkan dirinya sendiri.
Shafura Geris dan Zaf lekas mengejar Sella yangmana sepertiga tangannya sudah menjuntai di udara.
" Sella, Sella "
" Kak Sadarlah " Geris menarik tangannya itu.
" Be ? ". Shafura menatap suaminya yang dari tadi tertegun itu.
Qun terdiam sebab tak berani untuk bertindak lebih jauh lagi karena ia merasa Shafura akan cemburu padanya bila ia kembali dekat dengan Sella meskipun kini situasi itu di perlukan. Tapi Qun memilih diam dan menutup matanya.
Qun masih sempat memikirkan isi hati istrinya itu sebab ia tahu Shafura pasti akan bertanya - tanya tentang sikapnya terhadap Sella tadi karena ia berani memerintah Sella seperti beberapa tahun yang lalu itu.
" Halo Pak Tor, Bapak di mana ? ". Tanya Zaf sebab tiba - tiba pria tua itu menghilang.
" .... "
" Ouh baguslah, cepat pak Bawa ke atas "
Zaf langsung mematikan ponselnya, dan beralih mencari nomor kontak seseorang.
" Hallo Dok, bisa ke Rumah sekarang "
Saat Zaf sibuk berbicara dengan Dokter Adi, Shafura mengahampiri Qun
" Be! ".
Qun tak bergeming.
" Be, Kenapa ! ".
Shafura jadi cemas dengan sikap Qun yang tak pernah mengabaikannya selama ini, ini pertama kalinya Qun begitu.
" Be "
" Sudahlah kak, mungkin Abang butuh waktu " Ucap Zaf sembari membawa Sella dalam gendongannya dan tak lama berjalan Pak Tora datang dengan membawa kursi roda.
Shafura lalu melirik Zaf dan Geris yang sudah turun dengan membawa Sella, melihat di atas tinggal mereka berdua, Shafura kini berdiri di hadapan Qun.
" Be kenapa, jangan buat Sha takut ! ".
Qun yang masih terpejam secara tiba - tiba memeluk Shafura dan menyenderkan kepalanya di bahu Shafura.
" Maafkan Be, Be tak ada maksud lain, selain untuk menolongnya "
Mendengar ucapan Qun, Shafura meneteskan air matanya, badannya seketika menegang karena merasa tak percaya kalau Qun sedang memikirkannya.
" Maafkan Be "
" Sudahlah Be, Sha maafkan tapi jangan diam saja Sha jadi takut ".
" Sha maafkan !, Berarti Sayang benar sedang cemburu " Qun megangi Shafura.
Shafura hanya mengangguk.
" Hiks "
" Jangan menangis, maafkan Be, ".
" Hiks, Sha sudah maafkan "
" Be minta maaf " Qun kembali memeluk erat Shafura.
Shafura juga melakukan hal itu, berada di ketinggian sekian meter di atas rumah Zaf serta di terpa angin malam yang pekat, membuat Shafura kedinginan dan ia menambahkan tenaga untuk mengeratkan pelukan pada Qun. Pemandangan hijau nan luas yang sempat terekam di ingatan Shafura saat melihat betapa luasnya rumah Zaf kini beralih ketenangan kala kepalanya tenggelam dalam dada bidang Qun. Mereka berdua kini hanyut dalam ketenangan
DUG DUG DUG.
Allahu akbar 2x
Sama - sama mendengar suara Adzan, Qun tak bersuara dan begitu juga Shafura, mereka serentak melepaskan pelukan masing - masing dan terseyum bersama lalu di awali Qun yang mengangguk dan akhiri Shafura seakan pelukan tadi membuat mereka semakin mudah membaca isyarat satu sama lain.
* Allah memanggil kita, Ayo ! *
* Ya Ayo Be *.
__ADS_1
Mereka lalu berdua turun bergandengan.
***
Waktu berlalu, Pagi menyambut Qun dan Shafura dalam kehangatan pasangan suami istri, Shafura kembali melakukan tugasnya pada Qun, kemudian mereka Bersuci, Tahajud, Tadarus, Qobliah Subuh dan Sholat Subuh bersama Ke Mesjid serta tak lupa mereka Olahragapun bersama.
" Be, bubur! "
Qun lalu melihat arah tunjukkan Shafura.
" Baru juga bakar kalori, sekarang mau nimbun lagi "
" Please Be ! " Pujuk Shafura.
Shafura memasang wajah memelas di depan Qun sambil menarik - narik ujung baju Qun, Qun yang menerima perlakukan manja Shafura berpikir untuk mengerjainya.
Qun menggeleng lalu berjalan untuk memulai aktingnya dan baru beberapa langkah tapi Qun tak mendengar suara langkah Shafura, Qun berbalik dan terseyum saat melihat Seketika wajah imut Shafura berubah kusut dan masam.
" Ha ha ha "
Melihat Qun yang berhasil mengerjainya, Shafura menatap sinis.
* Awas ya Bee * Shafura berbalik.
" Yaudah boleh - boleh ". Qun mengejar lagi permaisurinya.
Dengan lekas Qun menarik tangan Shafura dan membawanya duduk di tempat bubur ayam tersebut.
" Bang dua porsi " Pinta Qun.
Permintaan Qun di acungi jempol oleh Mamang Buryam itu.
Qun lalu beralih menatap Shafura yang masih saja merengut, Qun menatap dengan senyum nakalnya untuk menggoda Shafura. Shafura yang sadar kalau Qun menatapnya hanya bisa menahan diri dan sedikit terseyum karena tak tahan namun dengan cepat Shafura kembali membuat wajahnya merengut atas tingkah konyol suaminya tadi.
* Jangan di tatap Be, Pleaseee * Shafura memalingkan wajahnya.
" Pesanannya Mas "
Ucapan mamang Buryam itu akhirnya menyelamatkan Shafura atas tatapan Qun yang mempesona, andai Qun menatap Shafura lebih lama maka Shafura akan gagal dalal misinya membalas Qun.
" Oh Makasih pak! "
Kini di depan Qun dan Shafura sudah tersedia sarapan pagi mereka, Qun dengan lihainya menambah sendiri saos dan kecap di atas mangkuk buburnya dan tak lupa ia menumpahkan juga di atas mangkok Shafura. Shafura yang melihat perlakuan Qun kembali terseyum.
" Itu bubur nggak bisa masuk ke perut kalau di senyumin terus " Ucap Qun sambil menyendok Buburnya.
Shafura yang masih dalam mode merajuk menarik sedikit mangkok buburnya untuk di dekatkan padanya.
Qun lalu mengankat tangan dan hendak berdoa, Shafura yang kembali melihat itu ikut mengangkat tanganya namun hanya sedikit seakan takut. Qun yang melihat itu menahan mulutnya dan menarik tangan Shafura yang terkalang meja agar sejajar dengan tangannya dalam berdoa.
* Bismillahirman nirrohim *
Qun berdoa dan di ikuti Shafura lalu di akhiri Amin oleh mereka bersamaan. Saat Qun hendak menyuap langsung bubur itu, Shafura yang melihat cara makan Qun dengan sigap menahan tangan suaminya ini yang sudah di depan Bibir.
" Kenapa ? "
" Makan bubur itu di aduk Be ".
" Haah "
" Di aduk Sha bilang, Begini " Shafura mengaduk bubur di mangkoknya.
Melihat semua isian mangkok itu menjadi satu Qun menaikkan satu alisnya.
" Be kalau makan bubur nggak di aduk Sha "
" Di aduk lebih enak Be, Cobain " Shafura meletakkan sendoknya di depan bibir Qun.
Qun kembali merasa aneh melihat isian bubur yang ada dalam sendok Shafura.
" Coba dulu, sedikit aja Be, Aaaaaa " Shafura layaknya menyuapi anak kecil.
" Sha! " Qun menggeleng.
" Sekali aja, Cobain please baby " Pujuk Shafura dengan muka Baby Facenya.
Melihat keimutan Shafura Qun membuka mulutnya dan Shafura menyuapi Qun dengan Bubur di aduk itu, Qun terpejam . Qun mencoba pelan - pelan untuk meresapi setiap rasa yang kini ikut tercampur di dalam mulutnya. Shafura yang penasaran dengan penilaian Qun terus memandangi wajah Qun yang terlihat tampan saat sedang meresapi bubur itu.
" Gimana ! Enak Be "
Qun mengakhiri ******* bubur dalam mulutnya.
__ADS_1
" Ah, Enak "
" Tuh kan enak, kalau makan bubur enaknya di aduk " Ucap Shafura kemudian memasukkan sesendok bubur ke dalam mulutnya.
Qun memalingkan wajahnya * Yaudah enak aja, dari pada makin merajuk, bisa - bisa absen nanti malam, masa iya nggak di lanjutkan *.
Mamang Buryam yang melihat ekspresi Qun yang membuang muka setelah memakan bubur yang di aduk itu hanya menggeleng dan terseyum geli atas perdebatan pasangan suami istri itu antara di aduk atau makan langsung.
Sekitar beberapa menit, kini kedua mangkok ayam itu sudah tak bersisa begitu juga dengan gelas air hangat yang di pesan Shafura juga sama hanya tertinggal tempatnya saja,
" Berapa Mang "
" 12k aja ".
Qun lekas merogoh kantung celananya.
" Sha, Buburnya kita bungkus nggak buat Zaf sama Geris "
Shafura lalu menggeser kursi plastik warna biru itu untuk sekedar keluar dari mejanya dan mengahampiri Qun yang berdiri di samping gerobak itu.
" Bungkuskan aja Be, sekalian sama Sella jadi tiga "
Belum habis air liur Shafura membicarakan mereka, Telpon Qun berdering dan di sana terdapat nala Zaf yang terpampang.
" Siapa Be ? "
" Zaf " Qun lalu mengangkat telpon dari Zaf.
" Ouh, panjang sekali umurnya baru aja di sebut udah nelpon " celoteh Shafura.
" Halo, baru juga di omongin udah nelpon aja, kenapa Zaf " Tanya Qun ceria.
"..... "
" ini lagi makan bubur di depan taman "
" ...... "
" Apa! Sudah di rumah Pagi - pagi ini "
"...... "
" Baiklah aku dan kakakmu akan segera pulang "
" ..... "
" oke - oke ".
" Ada apa Be? "
" Papanya Zaf sudah di sini "
" Apa, sepagi ini "
" iya "
" Apa dia mau jemput Sella "
" Kalau perkiraan Be tidak "
" Maksud Be "
" nanti saja kita lanjutkan Sha, Kita akan tahu nanti ketika di rumah "
" Mas permisi, tiga buburnya bungkus udah siap "
Qun berbalik dan menyerahkan uangnya.
" Ini mang, kembaliannya ambil aja "
" Ouh makasih banyak Mas, semoga rezekinya lancar terus " Ucap Mamang Buryam itu.
" Amin " Balas Qun dan Shafura bersamaan.
" Ayo Be cepat "
Saat hendak melangkah melewati gorong - gorong, sebuah mobil SUV warna hitam muncul di depan mereka.
SREEEET
...Bersambung ...
__ADS_1
***
Kalian TIM mana di aduk atau langsung