
" Aku sudah bicara sama Papa " Ucap Zaf setelah sekian lama berbincang.
" Apa keputusannya Zaf " Celetuk Sella.
" Aku akan membawamu pulang ! "
" TIDAAAK " Potong Qun dengan berteriak dari ujung sana.
Sella tercengang, matanya bulat sempurna mendengar ucapan Zaf dan teriakan Qun, lalu ia melihat Qun mendekat ke kursi bersamaan dengan Shafura.
" Bang dengarkan aku dulu, aku akan membawa Sella pulang ke rumahku, bukan kerumah mu ".
" Kenapa harus dia kau bawa dia pulang ? "
" Bang tenanglah, nanti aku jelaskan " Ucap Zaf penuh penekanan.
Zaf mengacak rambutnya, dia nampak stress setelah berbicara dengan Papanya, di tambah lagi kini ia baru mengetahui kalau dia selama ini selalu di awasi oleh Sang Papa.
" Apa kau juga akan menawanku Zaf, sama seperti mereka itu ? " Tanya Sella penuh pula dengan emosi setelah diam saat mendengar Qun berteriak.
" Kau juga tenanglah, ini bukan hanya masalahmu, kini ini juga jadi masalah besar bagiku, "
" Apa maksudmu Zaf ? " Tanya Shafura.
" Aku akan jelaskan nanti kak !...... Kauu " Tunjuk Zaf pada Zaky Kemudian.
" Ya tuan! "
" Kau ambil mobilmu dan antarkan kami pulang, kau juga sudah tahu rumahku bukan, karena kau aku dalam masalah ".
Zaky tertunduk " Maafkan saya tuan, saya hanya menjalankan tugas "
" Pergilah cepat !!! " Bentak Zaf.
Untuk pertama kalinya Zaf bertingkah emosional begini kepada orang lain, entah apa yang terjadi saat ia berbicara dengan Papanya hingga ia begitu marahnya.
Shafura menarik pelan tangan Qun yang masih ia pegangi sedari tadi untuk sekedar tahu tentang sikap Zaf pada suaminya ini. Karena Shafura tak pernah melihat Zaf begitu marahnya pada orang lain, Sikap arogan dan ketus bak seoarang CEO itu kini menyelimuti Zaf.
Qun yang merasakan itu hanya meletakkan satu jarinya di depan bibir dan melepaskan pegangannya kemudian beralih pada Zaf. Zaf terbelalak ketika dapat merasakan tangan hangat Abangnya dan dia melirik.
" Tenanglah! " Ujar Qun.
Seketika Zaf luluh, wajah merahnya berubah senyum nan iklas kala Qun menyentuhnya, mereka berdua kadang memang kelewat romantis, tapi begitulah kedua saudara tak sedarah itu menjalani kehidupan mereka selama ini, saling menolong dan menguatkan satu sama lain.
" Makasih Bang !. "
__ADS_1
Detik berganti menit. Mereka semua keluar dari Bandara dan kini Zaky telah menjadi sopir untuk tuannya itu dan situasi yang paling tak di sukai Qun kembali terjadi saat Qun yang ingin melangkah naik ke mobil dan mengetahui bahwa Sella dan dia dalam Satu mobil yang sama.
" Ada apa Bang ! "
" Kalian pergilah, Abang dan kakakmu naik taksi Online saja ! "
" Bang cepatlah ! " Zaf mengeraskan suaranya
" Zaf ! " Balas Qun
" Be ! "
TIN TIN
Shafura dan Qun melirik ke belakang mobilnya ternyata sudah banyak antrian mobil dari pengunjung lain yang juga ingin keluar namun tertahan oleh mereka dan dengan terpaksa Qun melangkah masuk.
TIN TIN.
" Sha masuklah dulu "
Shafura pun menurut karena Shafura tahu Qun bahkan menolak untuk duduk satu baris dengan Sella, Setelah Shafura masuk barulah Qun juga masuk dan di akhiri Qun dengan menutup pintu dan tak lupa Qun ia juga menutup wajahnya dengan jacket karena tak ingin melihat muka Sella.
Kini semua duduk di tempat masing - masing. Zaf dan Zaky di depan, Shafura dan Qun di tengah lalu kursi belakang Sella dan Geris, mereka semua kini pulang ke Rumah cucu konglomerat itu sedangkan Zalima dan Faye pulang ke rumah Qun.
" Aku minta maaf karena telah menyusahkan kalian, karena aku kalian sekeluarga jadi batal liburan! " Ucap Sella membuka obrolan setelah mobil melaju pulang.
" Be pakai ini ? " Ujar Shafura berbisik sambil memasukkan Earphone ke dalam jacket yang menutupi wajah Qun.
Qun hanya mengangguk dan Shafura memasangakannya serta memberikan tangan untuk Qun, karena Shafura sudah hapal yang Qun butuhkan dalam situasi begini, yaitu ketenangan dan itu ada pada dirinya. Qun yang mendapatkan pelukan jari - jari Shafura membalas hal serupa, kini Qun kembali tenang karena telah menggenggam erat tangan Istri kesayangannya ini.
" Kak jangan bicara begitu, yang terpenting kini Kakak bisa selamat! "
" Geris ! Bahkan kata terima kasihpun tak cukup atas pertolongan kalian sekeluarga, Kakak, kakak benar - benar sudah tak bisa percaya pada siapapun kecuali pada kalian dan Aeril ".
" Kenapa Kakak bisa percaya pada Aeril itu ? "
" Karena hanya dia yang tak melakukan hal itu pada kakak, Saat ketiga orang itu melakukannya bergantian dan tibalah giliran dia , Aeril hanya diam dan memandangi Kakak sekilas lalu sekitar setengah jam di duduk di kursi barulah dia keluar, awalnya Kakak kira dia hanya kasihan tapi sampai saat ini gilirannya lagi untuk bersama Kakak dalam lima bulan ini dia bahkan tak menyentuh Kakak sama sekali bahkan dia berniat untuk membebaskan Kakak, dari situ Kakak percaya dia orang baik ".
Geris lalu mengelus punggung Sella.
" Baguslah kalau begitu setidaknya masih ada pria di luar sana yang baik hati, dan kau sekarang bisa bernafas Sella lega karena kini kau sudah aman " Ujar Shafura.
" Dia belum aman Kak ! " Potong Zaf.
Geris dan Sella kini menatap ke depan, tempat Zaf duduk.
__ADS_1
" Apa maksudmu Bang? " Tanya Geris pula.
" Papa bilang dia di bayar jutaan dollar untuk menangkap Sella, dan jika dia ingin bebas maka kita harus membayar uang itu juga sebagai gantinya dan jika kita tak ada uang jaminan itu, besok Papa akan ke Indonesia untuk menjemput Sella ".
" Kalau begitu kita sembunyikan saja Sella di suatu tempat yang aman? " Ujar Shafura.
" Tak bisa kak, mau kemanapun kita pergi, Mata - mata Papa ada di mana - mana, bahkan saat aku menelepon tadi dia tahu semua gerak gerik kita, dan bisa jadi kini dia tahu kalau kita sedang dalam perjalanan pulang "
Shafura tersandar dengan ucapan Zaf, ia tak menyangka kalau seketika situasi mereka menjadi rumit. Sella yang mendengar hal serupa hanya bisa menutup mulut sambil terisak pelan, Geris yang berada di sisi Sella kini merangkul wanita tak beradaya itu.
" Serahkan saja aku besok, aku juga sudah tak berguna lagi, terserahlah mereka mau melakukan apa padaku, aku sudah lelah hiks hiks hiks "
Sella menyerah dengan situasi ini, air matanya tak terbendung lagi, bertahun - tahun ia impikan untuk bisa pergi dari Villa itu, saat sudah berhasil rupanya harapanya hanyalah angan semata, kini yang dia pikirkan hanyalah melanjutkan air mata yang sempat terhenti beberapa saat lalu dan kembali menangisinya hingga nafas terakhirnya.
Shafura langsung berbalik dan melepaskan pegangannya dan menengkan Sella , Qun tak berontak ataupaun menahan Shafura dia tetap diam.
" Sella jangan bicara begitu, aku yakin kau bisa selamat! Istighfar Sella, Allah mengujimu karna dia tahu hanya kau yang mampu melewatinya "
" Hiks, Hiks hiks. Aku sudah tak sanggup melewati hari - hari buruk itu lagi, belum lagi harus terus, terus menyaksikan kematian calon anakku, mereka tak bersalah! "
Shafura Geris dan Zaf menatap Sella tak percaya.
" Apa maksudmu Kak ? " Tanya Geris
" Kakak sudah tiga kali keguguran hiks hiks "
Geris dan Shafura kembali di kagetkan dengan apa yang selama ini di alamai Oleh Sella.
" Sudahlah kak jangan di lanjutkan, cukuplah jangan bersedih lagi kami akan membantumu "
" Tidak Geris biarkan saja, jangan menolongku, ini adalah balasan yang harus kakak terima karena telah menganiaya perasaan seseorang, jadi tuhan balas hal serupa, Kakak terima saja "
" Tak ada hal yang seperti itu Sella, jangan Suudzon pada Allah "
" Aku sudah kalah, hiks hiks "
" Bang jangan diam saja bicaralah dan tolong kak Sella ? " Ucap Geris sambil memegangi Qun dari kursi belakang.
Shafura yang melihat tingkah Geris hanya bisa menggoyangkan kepala tanpa suara.
" Bang Zaf ! " Panggil Geris pula pada Zaf.
Qun yang sejak tadi memilih diam kini menyingkap jacketnya.
" Hentikan mobilnya ! " Ucap Qun dingin sekaligus perintahnya pada Zaky.
__ADS_1
...* Bersambung *...
* Apakah Qun bersedia membantu Sella ?