
* Jangan percaya sayang, dia penipu, Be pernah percaya dan akhirnya kecewa dan Be tak ingin Sha juga terkena jeratnya, Tapi jika itu benar. Astagfirullah Qun ! jangan bodoh! Ingat wanitamu adalah Shafura, jangan sampai Shafura merasa kalau kau masih punya rasa pada wanita ini *.
Qun bangkit dan melangkah namun seketika muncul keraguan dalam benaknya tentang apa yang di alami Sella selama ini.
" Lepaskan jangan sentuh Istriku, nanti dia ketularan penipu sepertimu " Qun melepaskan pelukan Sella pada Shafura secara paksa dan menarik Shafura ke sisinya.
Shafura tersentak, badannya sontak berpindah karena tenaga besar milik Qun yang memisahkannya dengan Sella
" Istri ! "
Sella terkejut mendengar penuturan Qun dan juga karena perlakuan Qun yang sebelumnya tak pernah ia terima dari Qun semasa mereka pacaran dulu.
" Be ! "
" Jangan Sha, Be tak ingin marah dan lebih baik Sha jangan bertindak macam - macam "
Seketika Qun emosi melihat apa yang Shafura lakukan tadi serta emosi itu juga karena dirinya sempat terpikir untuk membantu Sella. Sedangkan Shafura hanya menuruti perintah Qun dan benar - benar menepikan rasa empatinya pada Sella.
" Tolong jangan kalian lanjutkan emosi kalian di sini, tempat ini di gunakan untuk menyelesaikan jadi tolong tenang " Ujar kepala keamanan.
Qun lalu kembali menarik Shafura untuk duduk di sampingnya lagi.
" Baiklah boleh saya lihat data - data kalian, KTP, Passport dan tiket perjalanan kalian! " Lanjut Kepala keamanan.
Shafura dan yang lainnya menuruti permintaan kepala keamanan dan mengeluarkan semua yang di pinta.
Tersusunlah empat berkas di atas meja dari ke empat pembuat onar itu. Kepala keamanan lalu mengeceknya dengan memulai milik Sella. Ia membuka dan melihat lemabaran demi lembaran.
" Namanya benar Sella Anastasya ? "
" Benar pak !, Ada apa ? " Sella masih bersikap biasa saja.
Kepala Keamanam itu hanya menggeleng dan memisahkan berkas Sella dari berkas milik Shafura, Qun dan Zaf, Bahkan Ia hanya melihat sekilas dan langsung menutup milik Shafura dan yang lainnya.
" Ouh tidak ada, Setelah saya cek kalian bertiga boleh keluar dan melanjutkan perjalanan kalian ke Norwegia dan untuk Mbak "
Sella menatap curiga
" Mbak harus saya tahan karena Mbaklah yang telah menggangu mereka dan kenyamanan pengunjung lain ".
Mendengar itu Qun langsung berdiri.
" Baiklah terima kasih pak dan maaf atas ketidaknyamanan yang telah saya perbuat " Qun menyalami petugas yang ada di sana.
Zaf dan Shafura masih duduk dan memerhatikan Qun yang nampak tergesa - gesa untuk keluar dari ruangan itu.
" Sha, Zaf bangunlah apa yang kalian lihat ! " Ucap Qun datar dan langsung keluar dengan membawa berkas miliknya dan yang lain.
__ADS_1
Zaf dan Shafura hanya patuh dan tak membantah, belum lagi dengan Sikap Qun yang sudah berubah itu.
" Aku mohon jangan tinggalkan aku sendirian, aku mohon! "
Sella menangkap kaki Shafura yang ingin beranjak meninggalkan ruang itu.
" Mbak tenanglah kami akan mengamankan anda, dan saya jamin tak ada yang akan menyakiti Mbak di sini dan Mbak bisa berangkat ke Singapura dengan selamat " Ucap petugas keamanan pertama yang memisahkan mereka sewaktu di luar tadi.
" Tidak ! Saya tidak percaya, apalagi padanya "
Shafura yang tadinya tertegun dengan tingkah sella yang memegangi kakinya kini beralih melihat ke arah tunjukkan Sella dan itu mengacu pada Ketua keamanan.
" Kenapa dari semua yang membuat masalah hanya aku yang di tahan, Kenapa tidak semuanya ? Dan kenapa hanya dataku yang di pisahkan dari data mereka, kenapa ? " Sella mulai mengeluarkan rasa penasarannya.
* Ya ! Sella ada benarnya * Gumam Shafura.
" Boleh saya tahu alasannya Pak ? " Saut Zaf.
Kepala keamanan itu hanya tertunduk dan tak bersuara sedikitpun untuk menjawab pertanyaan Zaf. Hingga suara pintu mengalihkan perhatiannya.
CREK
" Zaf, Shafura keluar sekarang apa kalian tuli, Keluaar " Bentak Qun.
" Pak tolong tenang ! ".
Shafura lalu hendak berjalan.
" Aku mohon, kau juga wanita sama sepertiku selamatkan aku dari orang - orang ini ". Sella kini bersujud di kaki Shafura.
Shafura semakin merasa bahwa Sella benar - benar dalam masalah karena menurutnya tak ada wanita yang mampu membuat cerita hingga rela mengotori dirinya sendiri. Tapi di sisi lain Shafura di larang untuk ikut campur dalam masalah Sella karena ia tak ingin di cap Istri durhaka karena telah berani melawan Qun dan tak mendengarkan perintahnya.
Sella masih bersimpuh dengan tangis yang masih terdengar jelas.
" Hiks aku mohon, mohon, Selamatkan aku " Sella menarik - narik gamis Shafura.
Shafura semakin dilema tapi ia tetap harus patuh pada Qun, hingga Shafura kini memegangi Sella yang masih bersujud di kakinya.
" Maafkan aku,... maafkan aku " Air mata Shafura ikut tumpah.
Itulah kata yang mampu Shafura lontarkan untuk Sella karena kondisinya yang juga terjepit antara sesama wanita dan Suaminya.
" Hiks hiks hiks, Ya Robbi ! Tolong aku hiks hiks "
Sella merasa harapanya hancur karena tak ada yang ingin menolongnya.
" Be ! " Shafura menoleh pada Qun yang masih berdiri di pintu, matanya berbinar menatap Qun dan berharap Qun merubah pendiriannya.
__ADS_1
Qun tak menjawab dan dia melangkah masuk dan mengambil lengan Shafura.
" Jangan membantah dan keluar bersamaku " Ucap Qun datar.
" Maafkan aku Sella ! ".
Shafura perlahan menarik diri dari sisi Sella dan ikut berdiri di samping Qun yang masih memeganginya.
* Sekecewa itukah kau Be padanya, hingga tak memiliki sisi kasihan lagi, Sha tau kalau Be sudah tak ingin berada dekat denganya tapi apakah tak ada rasa iba sedikitpun untuk Sella *
Shafura berpaling muka dan menyeka air mata yang terbentuk karena rasa ibanya yang tak tersalurkan, dan kini ia menatap Qun, pria yang tak bisa ia bujuk kali ini, Shafura sudah menggunakan trik terakhirnya untuk melembutkan hati Qun tapi itu tak berhasil.
Qun yang tengah memegangi Shafura lalu mendorong Shafura kemudian Zaf untuk keluar dari ruangan itu lebih dahulu baru di akhiri dengan Qun yang menutup pintu.
" Hiks hiks Aaaaaaaaa, Aaaaaaaa "
CREK
Sella meraung sejadi - jadinya di dalam sana tapi tak ada yang peduli dengan ceritanya. Shafura yang mendengar teriakan pilu Sella langsung berlari ke arah Geris yang sudah menunggu sejak tadi bersama Zalima dan Faye.
" Hiks, Kakak nggak bisa bantu dia Ger ! "
" Apa yang terjadi Kak ? "
" Dia ! "
" Shafura hentikan, jangan mudah percaya padanya "
" Tapi Be ! "
" Shafura "
Itu kesekian kalinya Qun memanggil Shafura dengan namanya langsung. Shafura hanya bisa diam dan menantap Qun nanar.
" Sayang jangan membantah " Tegur Zalima yang kini memeluk Faye.
" Dia dalam masalah Bu "
" Ibu tahu, Kita doakan saja dia, kau harus tetap Patuh pada suamimu apapun yang terjadi nak ".
" Baiklah Bu "
Shafura mengalah, karena mau bagaimanapun dia tetap tak bisa menang melawan suaminya dan tetap harus patuh.
* Maafkan aku Shafura, aku melakukannya untuk dirimu, andai ku tepikan rasa sayangku padamu dan lebih memilih rasa kemanusiaanku, aku orang pertama yang akan menolongnya. Dan yang membuat aku marah, kenapa kau bisa - bisanya tak menaruh rasa benci sedikitpun padanya dan malah ingin menolongnya, Kenapa ? *.
...Bersambung...
__ADS_1
***