Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Kopi * Episode 54


__ADS_3

Shafura lekas mengambil tangan Geris dan memberikan ponselnya kembali dan bergegas mendekati Qun yang kini sudah hampir membuka matanya.


" Bee ! " Shafura menarik tangan Qun yang hendak meraih gelas kopi yang Faye berikan.


Qun menahan tarikan itu dan melihat wajah Shafura yang pucat pasi serta melihat tingkahnya yang aneh.


" Kenapa Sha ! Kita mau kemana ? ".


" Ikutlah kesana temani Sha ! ". Tunjuk Shafura ke arah yang berlawanan dengan posisi Sella.


" Kesana Nga "


" Kak Sella sendirian ".


Kalimat Qun terhenti tak kala mendengar nama wanita yang tak asing di telinganya, nama wanita yang pernah mengisi hidupanya bertahun - tahun lalu. Tapi wanita itu juga yang membuat Qun sengsara selama ini sebelum ke datangan Shafura.


* Ya Allah aku ridho dengan segala pertemuan, tapi jangan dengannya, ini tak baik untuk Qun, Tolonglah *


Shafura semakin takut Saat Qun meremas kuat tangan Shafura ketika mendengar nama wanita itu disebut lagi oleh Geris, Qun menggengam semakin erat dan hendak memutar lehernya menoleh ke belakang.


" Auuuu Bee, Sakit " Rintih Shafura untuk mengalihkan rasa penasaran Suaminya itu.


Qun yang tegang seketika berubah melunak ketika melihat Shafura berhasil menipunya dengan akting pura - pura kesakitan dan Qun merenggangkan pegangannya lalu berdiri mendekati Shafura.


" Astagfirullah Sayang maafkan Bee "


" Sha tak apa Be, ayolah temani Sha ke sana sebentar ". Pujuk Shafura sekali lagi dengan sifat manjanya


" Yaudah ayo "


* Alhamdulillah *


Shafura lekas kembali menggandeng tangan Qun dan hendak membawanya jauh dari Sella yang ternyata juga belum sadar kalau di sana ada Qun dan Zaf.


" Kak mau kemana ! " Teriak Zaf saat sadar Shafura sudah cukup jauh membawa Qun.


Mereka berdua terhenti dan Shafura menoleh dan Qun hendak melakukan hal yang sama namun di tahan oleh Shafura dengan kedua tangannya yang memegangi wajah Qun.


" Sha kenapa di pegang Wajah Bee ? "


" Jangan menoleh sedikitpun Bee ! "


" Ouh Ok "


Qun tak sedikitpun merasa curiga atas apa yang Shafura lakukan.


Setelah berhasil menahan wajah Qun, Shafura hanya memberi jelingan mata ke arah belakang Zaf tempat di mana masa lalu Qun itu berada. Tiga kali Shafura melakukannya barulah Zaf paham Kalau ada yang tak beres dengan apa yang ada di belakangnya.


Zaf melepaskan earphonenya dan memilih untuk tak menoleh juga lalu dia mengangkat handphone yang sedari tadi ia mainkan kemudian menyalakan kamera depan dan berpura - pura melakukan Selfi.


CEKREEEEEK


Dengan cepat Zaf melakukannya dan melihat hasil dari gambar tersebut.


* Astaga *


Zaf menatap Shafura tak kalah terkejut ketika mengetahui Sella berada tak jauh di belakangnya sedang berbincang dengan Geris. Zaf seakan berucap namun tak bersuara.


" Sella ! "


Shafura hanya mengangguk setelah bisa membaca gerakan bibir Zaf. Shafura lalu memberikan kode lagi dengan anggukan kecil dan lirikan mata pada Qun yang tengah ia pegangi seakan berkata,

__ADS_1


* Kemarilah, bantu aku membawa Abangmu jauh darinya *.


Dengan mudahnya Zaf paham bahasa qalbu yang Shafura lontarkan, Zaf mendekat.


" Kalian bertiga mau kemana ? ". Tanya Ibu pula.


" Qun mau nemani Shafura bu " Ucap Qun masih dengan posisi yang sama.


Bagaikan habis lari 12 putaran lapangan Bola begitulah kiranya detak jantung Shafura dan Zaf tatkala Zalima menghentikan mereka dan Qun menggelar dirinya sendiri di tempat itu.


Shafura yang sedari tadi belum juga memutar lehernya, kini tatapan utamanya adalah Sella, yang Ia khawatirkan Sella mendengar nama Qun dan masih hapal dengan suara khas Qun yang serak - serak basah


* Alhamdulillah *


Ucap Syukur sekali lagi Shafura lontarkan ketika melihati Sella yang masih asik berbicara dengan Geris. Sella tak mendengar apa yang Qun Ucapkan.


" Kita mau Cek jadwal penerbangan bu " Saut Zaf cepat.


" Ya sudah jangan lama ya " Ujar Zalima.


" Huffft " Shafura menghembuskan nafasnya lewat mulut saat ibunya tak bertanya banyak hal.


" Sha bukannya delaynya masih lama ya ? " Tanya Qun kini.


" Sudahlah jangan banyak bertanya Bee, Ikutlah dengan kami "


" Benar Bang, Ikut saja " Lanjut Zaf yang kini sudah sejajat dengan Shafura dan memegangi pundak Qun.


* Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah *


Itulah kalimat Syukur yang mampu Shafura lontarkan dalam hatinya ketika merasa lega akhirnya bisa membawa Qun menjauh dari Sella, Tapi.


" Papa minuman Faye ada lalatnya " Rengek Gadis kecil itu.


" Kenapa Sayang " Ucap Qun lemah lembut dan menghampiri Faye.


Saat Qun bersuara dan mendekati Faye, Shafura kembali memperhatikan Sella, dan benar saja, kini Sella tengah menyadari siapa pria yang memiliki suara lemah lembut tersebut.


* Qun jangan melihat kemanapun, Fokuslah pada Faye aku mohon *.


Shafura berusaha menenangkan dirinya agar Qun tak menyadari kenapa kepanikannya terjadi. Shafura berjalan pelan mendekati Qun yang tengah berjongkok di depan Faye.


* Aku tak bisa bayangkan apa yang terjadi jika Abang benar - benar melihat wanita itu di sini *


Kini Zaf yang tak berani membalikkan Badan, karena takut Sella masih mengenalinya meski ini sudah bertahun tahun lamanya sejak terakhir kali mereka bertemu.


" Sayang kalau dalam minumannya ada lalat tinggal dicelupkan lagi lalatnya sekali biar jadi obat " Ucap Qun yang kini telah menyamakan posisinya pada Faye yang sedang duduk kursi.


* Masya Allah * Shafura tercengang.


Di balik ketegangan Shafura, ia juga merasa bangga sebab Qun mengetahui tentang ajaran rasulullah itu.


Qun lalu mengambil gelas milik Faye dan mendorong lalat hidup itu sekali ke dalam air minum tersebut dengan jarinya dan lalu mengambil lalat tersebut dan membuangnya.


" Papa jorok ! " Rengek Faye


" Nggak jorok sayang, ini bagus "


" Faye nggak mau minum lagi, buat Papa aja "


" Ya sudah, yang ini buat Papa, nanti Papa belikan yang baru. "

__ADS_1


* Bissmillah *


Lugh Lugh Lugh


Mengucap bissmillah Qun meneguk air tersebut dengan tiga kali nafas.


" Qun ! ".


Qun berhenti meneguk airnya dan memejamkan mata ketika suara wanita itu lagi - lagi mendarat di gendang telinganya setelah ribuan purnama. Shafura yang melihat Sella berdiri dari kursinya lekas menarik lengan Qun dan mengalihkan perhatian Qun dari suara wanita itu.


" Bee cepatlah, Sha sudah tak tahan ".


" Ya sudah ayo, Sayang tunggu sini ya, Papa belikan minuman baru ! ".


" Ok Pa "


" Bu titip Faye " Ujar Shafura yang seakan tergesa - gesa.


Zalima hanya mengangguk pelan.


Qun bangkit lalu mengikuti kemana arah Shafura menariknya dan melupakan suara wanita itu.


" Ayek "


Qun yang mendengar itu goyah, dia sudah lama tak mendengar panggilan sayang itu. Ayek adalah penggalan dari nama Qun sendiri, AEQ yang di pilih Sella untuk memanggil Qun sewaktu pacaran dan saat mengakhiri hubungan mereka dengan sebuah pesan singkat sebelum akad.


Zaf akhirnya berbalik setelah Sella memanggil Qun, wajahnya terlihat sangar.


" Sha ? " Nafas serta gerakan dada Qun bergerak cepat seakan darah dalam tubuhnya mendidih.


" Bee jangan di pedulikan " Saut Shafura


Qun menatap Shafura.


" Sha tahu ? "


" Jangan berpaling Bee, dia di belakang "


" Jangan coba mendekat " Tegas Zaf pada Sella yang hendak beranjak mendekati Qun dan Shafura yang mematung.


" Ayek kita harus bicara ! " Teriak Sella.


Akibat teriakan Sella kini semua calon penumpang jadi melihat ke arahnya.


" Sha bawa Be pergi ! ".


Qun tahu dan sudah menyadari siapa yang bersuara itu meskipun dia tak melihatnya.


" Baiklah "


" Bang ayo ! "


Dengan cepat Zaf menarik tangan Qun.


" Ayek ! Aku di culik dan saat ini aku dalam bahaya " Lagi ! Sella berteriak di tengah keramaian itu.


Qun berhenti dengan sendirinya dan menahan laju langkah Zaf. Shafura hanya bisa diam ketika mendengar penuturan Sella.


...Bersambung...


***

__ADS_1


Oooh No


__ADS_2