Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Sabuk * Episode 28


__ADS_3

Qun semakin dekat ke ranjang dan Zaf memejamkan matanya karena takut melihat pukulan Qun mendarat di wajahnya.


" Aaaaaaa " Zaf berteriak.


Tapi bukannya pukulan yang di dapatkan Zaf melainkan pelukan dengan rasa sedih yang di berikan Qun.


" Ya ! Aku cemburu ! ".


Zaf membuka matanya lalu membalas pelukan Qun dan mencoba menenangkan Qun yang sedang cemburu.


" Bang ! kau cemburu karena Shafura dicintai pria psikopat yang nekat berbuat sejauh ini, apa karena pria seperti itu ? ". Tanya Zaf pada Qun yang masih dalam pelukannya.


Qun memilih diam.


" Ayolah Abangku !. Kini Shafura memilihmu, kau yang ".


" Kenapa dia tak ceritakan tentang ini padaku ". Ucap Qun dengan suara yang parau.


Mendengar itu Zaf diam cukup lama sampai akhirnya Qun menegurnya.


" Zaf ! Apakah kau mati ? ".


Zaf melepaskan pelukannya. " Bang mengapa kau bertanya kenapa aku diam setelah kau menunggu beberapa saat ? ".


" Karna untuk menunggu jawabanmu dan memastikan situasimu ".


" Dan itulah yang Shafura lakukan, dia diam sama sepertiku tadi, menunggumu bertanya tentangnya, kondisinya, tidak mungkin ada jawaban tanpa pertanyaan terlebih dahulu, sekarang aku bertanya sudah berapa tahun kalian menikah ? "


" Tahun apanya, ini baru tiga hari ! ".


" Apakah ada pertanyaan selama 3 hari ini darimu untuk Shafura, bagaimana kehidupannya !, kesehariannya sebelum menikah !, ada kau sentuh tentang itu semua ? " Maki Zaf yang sudah seperti bapak tiri terhadap Qun.


Qun terdiam, apa yang Zaf sampaikan ada benarnya, bahkan lebih banyak Shafura yang ingin tahu tentangnya.


" Tidak ada, malahan dia yang selalu bertanya " Jawab Qun lemas karena merasa bersalah.


" Bang kau yang salah, kalau kau bilang kau mencintainya, seharusnya kau yang ingin tahu tentangnya tapi ini malah sebaliknya, bisa saja dia tak menyatakan rasa cintanya di mulut tapi hatinya berkata sebaliknya " Ujar Sang pakar Cinta Zaf yang memberi petuah pada si Abang.


" Maafkan aku ! ".


" Memangnya aku Shafura !. Minta maaflah padanya sana di kantor polisi, kau lagi - lagi seenaknya memperlakukan dia ".


" Kau bagaimana ? ".


" Jangan sampai Shafura cemburu buta padaku wahai tuan Baequni, karena suaminya lebih memilih menemani pria di rumah sakit dari pada menemani dia yang statusnya Istrimu untuk ke Kantor Polisi " Gerutu Zaf.


Qun menatap tak percaya pada jawaban itu.


" Baiklah aku kesana, kau hati - hati disini, kalau sampai kau terluka lagi, aku yang akan menghajarmu kali ini karena tak bisa menjaga diri sendiri. " Qun yang kini mengancam Zaf karena tak Pandai berkelahi.


Saat hendak pergi meninggalkan Zaf. Baru beberapa langkah sebuah pesan masuk.


TWING


IAN


" Qun, Mark merubah rute, kami tak langsung ke Kantor Polisi melainkan ingin menangkap Ibra sekaligus ".

__ADS_1


" Ok ! Jagakan Shafura sampai aku datang, lindungi dia dan share lokasi! "


" SIAP ".


..........


" Siapa Bang ? ". Tanya Zaf pada Qun yang masih membelakanginya.


" Ian, dia bilang Mark ingin langsung menangkap si Ibra sekarang juga, jadi mereka batal ke kantor polisi ".


" Bang kau harus segara kesana, Shafura bisa dalam bahaya ".


Qun berbalik " Baiklah, jaga dirimu sampai aku kesini lagi ".


Zaf hanya mengangkat ibu jarinya sebagai tanda dia setuju pada ucapan Qun untuk menjaga diri.


Qun lalu lari terbirit menuju mobilnya.


.............


Di mobil milik Mark.


" Kita masih harus menunggu personil yang lain, kita kekurangan orang " Ucap Mark sambil mengamati dari kaca mobil ke sebuah rumah.


" Empat orang sudah cukup untuk melumpuhkan satu orang itu " Saut Shafura yakin.


" Siapa ?. Hanya ada tiga, apa kau menghitung si pelaku ini " Ujar Mark


" AKU ! ".


" Aku mantan pemegang sabuk biru, statusku kader utama jadi kau jangan meremehkan aku, kita harus segera mengepungnya kalau tidak, bagaimana kalau nanti dia kabur ? " Ucap Shafura si ahli siasat.


Mark melihat ke arah anggotanya yang juga seorang polisi dan dia mengangguk setuju ke Mark.


" Baiklah, aku setuju denganmu ".


Tanpa pikir panjang lagi Mark mengambil sebuah pistol miliknya, lalu Mereka mengepung rumah Ibra, Shafura Mark dan Ian yang memegangi tersangka di pintu depan dan teman Mark berjaga di pintu belakang.


" Apakah dia orangnya ? " Tanya Mark pada Shafura ketika mengintip melalui kaca jendela.


Shafura juga ikut mengintip " Ya itu dia ".


Lalu Mark terlihat mengambil ancang - ancang untuk mendobrak pintu.


BRAAAK


" Angkat tangan anda dikepung " Ujar Mark


BRAAAK


terdengar juga dobrakan dari pintu belakang.


Saat pintu terbuka Pria bernama Ibra tengah dalam kondisi lemah, Ibra tak mengindahkan peringatan Mark. Ya ! Ibra sudah mabuk ada botol di tangannya.


" Apa dia mabuk Mark ? ".


" Sepertinya begitu ".

__ADS_1


" Hei - hei bangun " Tegur teman Mark yang dari belakang rumah.


" Aaaa, ah ha ha "


Ibra mulai bersuara, nadanya berat sekali, nampaknya dia berpesta atas keberhasilan anak buahnya tadi.


" Heeei apakah kau Shafura ! " Lanjut Ibra yang bertanya pada polisi yang memeganginya dengan mencengkam kerah baju Ibra.


* Alhamdulillah. untung aku tak menikah dengan mu * .


Shafura miris melihat kelakuan Ibra yang sembrono, dia masih dengan pakaian kebesarannya kemana - mana dengan kurta dan kopiah tapi dia meminum - minuman keras.


" Aku disini ! " Saut Shafura.


Setengah sadar Ibra mengecilkan matanya.


" Ya kau Shafura, Ha ha ha " Tunjuk Ibra dari atas sampai bawah pada tubuh Shafura.


" Ibra, apa aku terlihat seperti orang yang sudah di perkosa ? " Ujar Shafura bertanya


" Ya ! kau di perkosa temannya suamimu ha ha ha, lalu kau diceraikan ".


" Pria tak ada hati, bisa - bisanya kau mau melakukan itu padaku, kauuuu " Teriak Shafura.


Ibra memukuli dadanya pelan " Kenapa kau menolakku, aku kurang apa, orang mengenal aku pria sholeh, baik, suka bersedekah membantu orang - orang, tapi kau tak mau denganku, kenapa shafura kenapa ? " Ibra mengutarakan isi hatinya yang sedih.


" Kau menjijikkan Ibra ".


Shafura merasa geli melihat visual Ibra di kehidupan luar rumah dan kehidupan pribadi yang saling bertolak belakang.


" Ha karena kau berani menolakku, akulah yang menyebarkan gambarmu agar kau di fitnah lalu menikah dan merusak karirmu, sungguh menyenangkan aku bisa melihat kau hancur ".


" Maksudmu " Shafura semakin merasa aneh dengan kalimat - kalimat yang keluar dari mulut Ibra


" Menikahi pria pembuat minuman keras. Betina sok suci Cuiiih. wanita sepertimu dapat pria berandalan, rasakan!. Kau tiap hari makan uang haram, pekerjaanya haram dan aku bahagia melihat kau sengsara. Ha ha ".


" Sudahlah bawa dia, bicaranya tak jelas " Ujar Mark


" Aku menyayangimu Shafura, aku selalu mengikutimj kemanapun kau pergi. Tapi bukannya sengsara kau malah bahagia bersamanya, kau lihat saja aku akan membunuh suamimu itu agar kau menjadi Janda ".


Semakin lama mendengar ucapan Ibra darah Shafura semakin mendidih, yang membuat Shafura tak terima dia menjelekkan suaminya.


* Rasanya bila aku sedikit membuamu ompong itu tidak masalah *.


Shafura dikuasai emosi tingkat tinggi, entah kenapa rasanya ia ingin sekali menebas muka Ibra dengan tendangannya pada Ibra yang tengah tak seberapa sadar ini.


Shafura maju selangkah " Izinkan aku menyetuhnya pelan Mark " Nada suaranya terdengar serius.


Kaki kirinya mulai maju, kedua tangannya mengepal kuat di depan dada, Mark tak tahu apa yang ingin di lakukan Shafura tapi Mark memilih sedikit menjauh begitu juga temannya, sedangkan Ibra terduduk sebagai target utama amukan Shafura.


" Pertama jangan sebut suamiku pembuat minuman keras. Kedua aku bukan betina sok suci. Ketiga kau yang merusak impianku dan Keempat beraninya kau ingin membunuh suamiku, asal kau tahu aku sangat mencintainya. Hiyaaaaa "


...Bersambung...


***


Apakah Shafura benar - benar melampiaskan amarahnya pada Ibra.

__ADS_1


__ADS_2