Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Uang * Episode 68


__ADS_3

" Papa diamlah, aku mohon " Pinta Zaf.


" Zaf apa maksudnya semua ini ? dan Ger ! bisakah jelaskan sesuatu " Tanya Qun lagi dan kemudian beralih menatap wanita yang sedari tadi jadi pendiam itu.


" Ger apa kau calon istrinya Zaf ? " Tebak Shafura langsung.


Geris yang merasa bersalah karena telah


menjalin kasih dengan Zaf selama ini hanya bisa tertunduk.


" Iya kak itu benar " Saut Zaf pelan.


Qun hanya menggeleng dengan pengakuan Zaf, dia tak percaya kalau Zaf merahasiakan hubungannya dengan Geris dan semua niat baik ini darinya.


" Kenapa di sembunyikan Zaf ? ".


Zaf menatap Qun " Aku sebenarnya akan bilang semua rahasiaku selama ini setelah kita pulang liburan "


" Kenapa harus menunggu pulang dari sana! " Potong Qun dengan nada tinggi.


" Tenang Bang, Aku akan jelaskan.... huffft " Zaf kembali menarik nafas dalam.


Semua seakan menunggu klarifikasi Zaf tentang rahasianya ini, Qun memajukan duduknya, Geris menaikkan anak rambutnya sebab Zaf juga merahasiakan soal rencananya ini dan Shafura membenarkan posisinya jilbabnya sedangkan Sang Papa yang sudah tahu semua rencana Zaf sejak awal hanya menyederkan badannya di kursi mahal milik Zaf.


"Apa yang Papa ucapkan ada benarnya, Saat ini seluruh aset yang Kakek wariskan untukku ingin aku jadikan sebuah tempat panti sosial dan kebutuhan sosial yang lainnya, aku bahkan sudah membeli tanah dan semua sedang dalam proses namun ada satu kendala bahwa aku tak bisa menggelontorkan semuanya karena itu sesuai isi wasiat Kakek kalau 80% hartanya untuk kepentinganku dan 20% lagi boleh aku pakai diluar dari kebutuhanku bisa untuk kepentingan amal ataupun lainnya, tapi 20% itu tidak cukup sehingga aku ingin menukar isi wasiat itu kalau 80% untuk amal dan 20% lagi untuk kehidupanku ke depan dan aku ingin menyumbangkan semuanya atas nama kakek di tambah lagi setiap hasil dari perusahaan juga akan masuk 5% setiap bulan sebagai uang penggerak untuk Rumah Sosial itu jika semuanya berjalan lancar baru aku akan beri tahu kalian, dan saat ini pengacaraku bilang semua akan selesai dalam waktu dekat kira - kira paling lambat setelah kita pulang liburan, semua ini tertunda karena urusan beda negara jadi sedikit sulit mengurusnya ".


Qun hanya mengangguk mendengar penuturan Zaf.


" Lalu ? "


" Jika semua berjalan lancar aku ingin mengadakan syukuran untuk itu sekaligus syukuran untuk merubah namaku dan menghalalkan hubungan kami "


" Maksudmu ? "


" Aku mau pindah Agama! Lalu menikahinya " Ucap Zaf tertunduk.


" Kau sudah berencana sejauh ini, tapi kau tetap memilih diam dan menjalankan semuanya sendirian ? "


Prok Prok Prok


Semua kembali melihat Mr Wegal yang kembali bertepuk tangan dan memotong penjelasan anaknya, Mr Wegal nampak bahagia.


" Dia tidak sendirian, Wanita itu dan istrimu tahu, tapi tidak denganmu, kalau kau tak percaya coba tanya pada istrimu, dia juga ada di balik semua ini ! ".


Qun lagi - lagi memainkan alisnya dan beralih menatap Shafura yang tiba - tiba beku.


" Sha! "


Shafura juga ikut tertunduk. " Maafkan Sha, Be Tapi Be ! "


" Jadi benar, Sha tahu kalau Zaf akan pindah Agama ! " Qun mempertegas Pertanyaannya.


Shafura hanya menggangguk.


" Astagfirullah ! Apa - apa ini Sha, Zaf, Kalian... ah . Geris apa kau juga tahu hal ini ? " Qun kembali memastikan penghuni rumahnya yang lain.


Geris juga mengangguk.


" Kalian benar - benar Kur, Ah...... Astagfirullah ! Kenapa hanya aku yang tak tahu hal ini " Qun hendak beranjak dari kursinya karena marah.


" Be ! " Shafura menahan tangan Qun dan menggenggam erat tangan Qun serta mata Shafura berlinang sebab berani menyembunyikan perkara penting ini dari suaminya.

__ADS_1


Qun yang melihat mata Shafura yang basah memilih duduk namun membuang mukanya.


" Be, Sha bisa jelaskan " Shafura menarik dagu Qun agar melihatnya.


" Cttth " Qun kembali membuang mukanya pada Shafura dan tak ingin melihat ke arah Shafura.


" Bang jangan marah pada Kakak, aku yang memintanya untuk merahasiakan ini semua, jadi marahlah padaku ".


" Kaupun sama saja, Abang benar - benar kecewa ".


Qun sangat kecewa sebab hanya dia yang tak tahu pasal keinginan Zaf pindah Agama, karena Qun sudah lama mengidamkan hal ini, tapi dulu Zaf sendiri yang menolak Qun mentah - mentah dan kini Zaf ingin melakukannya tapi tanpa sepengetahuan Qun.


" Be, dengarkan penjelasan Sha ".


" Sha lepaskan " Qun mendorong tangan Shafura yang menyelimuti tangannya.


Shafura menatap tanganya yang kini terlepas secara paksa dari tangan Qun, dan yang lebih perih hal itu di lakukan oleh Qun sendiri.


* Be maafkan Sha *. Shafura ingin menyentuh pundak Qun tapi ia gagalkan niatnya itu.


" Apa lagi yang kau sembunyikan Zaf, cepat ceritakan " Qun menaikkan suaranya.


Di saat suasana berhasil di keoskan oleh Mr Wegal dan Zaf ingin menceritakan semua kejadian yang sebenarnya, tiba - tiba semua beralih perhatian saat terdengar suara keributan dari lantai dua, dan itu dari kamar yang Sella dan Geris tiduri.


" Lepaskan, kau siapa! ".


Pria berkaca mata itu diam dan terus menyeret Sella hingga ke depan Mr Wegal dan yang lainnya dengan memegangi lengan Sella.


" Lepaskan ! " Sella berontak sekuat tenaga.


Akhirnya Sella terlepas namun tiba - tiba gerakan tadi membuatnya kembali merasakan sakit di area perutnya, dan karena merasakan sakit yang samalah Sella jatuh pingsan tadi malam. Dokter Adi bilang kondisi Sella sedang lemah dan tak bisa bergerak bebas, sebab akan berpengaruh pada penyakitnya itu.


Mendengar sepenggal nama yang pria tua itu sebutkan Sella merasa tak asing. Sella menatap pria berkaca mata itu sambil memegangi perutnya.


" Tuan sebut dia siapa tadi? " Tanya Sella pada Mr Wegal tapi menunjuk pria berkaca mata itu.


" Oh ye, I lupe kenalkan You dengan orang yang paling I percaya dalam rencana I ni, Inilah CEO dari WG SPY, Ncik Aeril Zaqquan, Ha ha ha "


Lagi dan lagi Mr Wegal nampak puas karena telah mengeluarkan fakta barunya itu.


WG SPY adalah nama perusahaan mata - mata yang di bangun oleh Mr Wegal di bawah perusahaan Vooc Holding secara diam - diam. Dan Aeril adalah tangan kanan Mr Wegal dalam melakukannya selama ini.


Sella yang tak percaya pada ucapan Mr Wegal Segera bangkit dan melepaskan kaca mata pria yang diam seribu bahasa itu. Dengan mudahnya Sella menggapai kaca mata itu dan membuat yang memakainya sedikit bergerak sebab Sella menariknya secara paksa.


Dan betapa terkejutnya Sella hingga meneteskan air mata karena pria itu benar adalah Aeril, pria yang konon akan membantunya selama ini menyusun rencana untuk menghancurkan ketiga teman bisnisnya itu tapi ternyata Sella hanya kembali dipermainkan oleh pria yang ia anggap malaikat penolong itu.


PLAAAK


Menerima sebuah tamparan, Aeril tetap diam di depan Sella meskipun kini wajahnya sudah berpaling arah karena dahsyatnya tamparan itu, itulah bentuk kekecewaan Sella yang ia terima selama ini dan tamparan itu seakan menggambarkan kemarahan yang Sella kumpulkan di tangan untuk memberikan Aeril pelajaran karena telah berani menipunya selama ini.


Seakan merasakan jua tamparan yang keras itu, Mr Wegal berekasi dengan mengelus pipinya.


" Aoooou "


" You, You jahat dengan I Aeril, You tipu I, You, you penipuuuu hiks hiks " Ucap Sella sambil memukul Aeril


Sella yang masih lemah dan tak memiliki tenaga lagi untuk berdiri kini pelan - pelan jatuh di depan Aeril.


" Aaaaaaa, You penipuuuu, I benci dengan You, I letak kepercayaan dekat You tapi U hampekan semua tu, You jahat Aerill I benciii, Ape salah I dengan U hiik hiiks "


" Kak sudahlah, tenang pikirkan kesehatan Kakak " Ucap Geris yang kini sudah mendekati Sella.

__ADS_1


" Dia menipu kakak Ger, Kakak beri dia kepercayaan tapi apa, Hiks hiks "


" Maafkan I Sella "


" DIAAAAAM, I dah tak nak tengok muka U dan dengar suara U lagi, I rimas "


" Kak sudahlah jangan hiraukan dia ".


" Ouh Ye Satu lagi, Aeril keluarkan " Perintah Mr Wegal.


Aeril tak menjawab dia hanya mengangguk dan merogok kantong celananya dan di sela - sela jarinya itu nampak benda hitam yang persis dengan milik Sella yang ia pikir sebagai bukti untuk menyelamatkannya dari ketiga pria itu.


" Bagi dengan I " Pinta Mr Wegal lagi.


Aerilpun memberikannya.


" I nak bagi tahu dengan You semua, Ah Maaf, Indonesia. hmmm Hmmm " Mr Wegal seakan mengatur bahasa di tenggorokannya.


" Hmm Hmm, Aku mau kasih tahu kalian semua sebenarnya semua ini adalah rencanaku, bertahun - tahun aku rencanakan agara kalian bisa bertemu dan aku tinggal memuluskan niatku, akhirnya skenario melarikan diri di Bandara itu berhasil, kalian akhinrya kembali bertemu.


" Aku nggak ngeri sama jalan pikiran Papa! "


" Semua demi Uang Zaf, dan pembuatan agen mata - mata itu juga karena harta warisan itu. Andai saja Tuan Vooc waktu itu, My Father, Kakekmu bisa membagiku setidaknya setengah dari hartanya mungkin Papa tidak akan bertindak sejauh ini, tapi demi uang Papa akan lakukan semuanya, Papa ikuti kemanapun kau pergi, sampai akhirnya Papa bisa menemukan satu cara untuk mendapatkan semua uang itu yaitu dengan wanita ini ".


" Kalau begitu aku akan berikan setengahnya tapi Papa lepaskan Sella dan pulanglah "


" Ha ha ha, Prok prok Prok! Arzaf, aku ini Papamu nak bukan anak kecil lagi, Bertahun - tahun aku memata - mataimu sampai ke titik ini dimana Papa memiliki peluang besar untuk memiliki semuanya mana mungkin Papa menyerah dan hanya untuk 50%, Papa tidak bodoh nak "


" Jadi Papa ingin semuanya? "


" Of course, Papa berusaha selama ini hanya untuk dapat setengah, oh tentu tidak, Itu tak cukup nak untuk membayar keringat yang Papa tumpahkan selama ini, jadi tanda tangan di situ, wanita ini Papa bebaskan dan bukti ini Papa berikan padamu sebagai cara untuk wanita ini balas dendam pada ketiga manusia lemah itu, bagaimana ? ".


" Kenapa Papa jahat dengaku, Apa aku bukan anakkmu Pa, lepaskan dia dan kembalilah duduk di kursi empuk milik Kakek, Apa itu tidak cukup "


" Kau anak kandungku, tapi kalau masalah uang Papa tidak bisa campur adukkan antara keluarga dan pribadi, dan Papa tak sepenuhnya jahat, sebab Papalah yang bantu semua masalahmu di Indonesia, andai tak ada anak buah Papa mungkin si Pota dan Ibra itu tidak tertangkap, jadi berterima kasilah sedikit dengan Papa ".


" Papa melakukannya bukan untukku tapi demi uang "


" Itu sudah tentu sayang, mana mungkin Papa membiarkannya dalam bahaya, kalau kau mati sepersenpun Papa tak akan bisa memiliki Warisan itu ".


" Aku kecewa dengan Papa "


" Terserahlah nak, lagi pula sejak kecil kau dan Papa memang tak akrab bukan, jadi jangan berharap lebih dari status kita nak, sekarang keputusan ada di tanganmu, tanda tangan dan masalah kita selesai dan Papa akan jadi Papamu yang dulu lagi ".


Zaf seakan membuang muka melihat kelakuan Papanya. dan beralih pada Qun yang kini diam.


" Bang bantu aku! " Pinta Zaf pada Qun.


" Tanda tangani saja dan berikan apa yang Papamu mau jika niatmu baik, insya Allah, Allah SWT akan bantu "


" Tapi Bang! "


" Zaf jangan! Biarkan saja aku di bawa lagi sama mereka, lagi pula aku sudah sakit - sakitan dan mungkin tidak lama lagi aku akan mati jadi aku sudah tak ada gunanya, simpan saja uangmu itu dan bangunlah rumah sosial itu, itu jauh lebih bermanfaat dari pada menyelamatkanku " Sella lirih....


Zaf menatap Sella yang tengah lemah terduduk di marmer putih milik Zaf.


...Bersambung ...


***


Apakah Zaf bersedia menukar nyawa dengan uang, Ataupun mereka punya cara lain untuk membuat Sella bebas?

__ADS_1


__ADS_2