
" Haaaaagh "
Qun bangun tersentak dari mimpinya dan menarik nafas berat hingga rongga dadanya membusung tinggi serta badannya penuh keringat.
" Be istighfar ! " Ucap Shafura sambil menggenggam tangan Qun kuat.
" Sayang, Faye ! " Dengan mata yang sudah berlinang sejak dalam mimpi Qun meneteskan air mata prianya pagi ini kala melihat Shafura dan langsung memeluknya.
" Be tenanglah ! " Shafura membalas erat pelukan Qun dan terus mengusap punggung kekar suaminya.
" Faye anak kitakan Sayang ? "
" Iya ! Faye anak Be dan Sha, dia anak kita. Sudah Be jangan terlalu di pikirkan ! "
" Tapi kata orang itu ! "
" Be jangan hiraukan dia, Faye akan tetap jadi anak kita berdua sampai kapanpun. Sekarang yang penting Be kembali kuat kayak dulu, jangan begini, Sha risau ".
" Maafkan Be sayang ! "
" Ya sudah jangan berpikiran yang aneh - aneh, Sha mohon ! " Ujar Shafura lalu hendak melepaskan pelukan.
" Shayang jangan " Qun mengeratkan pelukannya " Sha adalah obat Be agar kuat seperti dulu " Ucap Qun pelan dan suaranya sedikit berat.
Karena posisi Shafura yang berhadapan pada Zaf, Shafura terseyum sebab canggung di lihati Zaf dan Zaf juga demikian.
" Tapi disini ada Zaf ! " Bisik Shafura
" Hah "
" Di belakang Be ada Zaf "
" Hugh Hugh " Kode Zaf dengan batuk yang di buat - buat.
Qun dengan cepat melepaskan pelukannya dan menoleh ke belakangnya.
" Eh Zaf, maaf ! " Ucap Qun yang sekaligus mengelap air matanya.
" Santai bang! Aku paham, kalau mau lanjut aku silahkan tapi aku izin keluar, aku tak sanggup melihat kemesraan kalian ".
" Kau ini..... "
" Gimana kondisinya Bang? "
" Lebih baik,...... Bagaimana di sana ? " Tanya Qun kemudian.
Zaf lalu menjawab dan menjelaskan secara rinci persis seperti yang dia sebutkan pada Shafura. Shafura hanya duduk di samping ranjang untuk sekedar ikutbmendengarkan tentang apa yang terjadi di kantor polisi meskipun ia sudah tahu. Setelah Zaf dan Qun berhenti berbicara dan mereka merubah topinya, Sahfura memilih berdiri dan ingin keluar dari ruangan itu.
" Mau kemana kak ? " Tegur Zaf ketika melihat Shafura membuka pintu.
" Ini Kakak mau ke ruangan Dokter ! "
" Mau ngapain ? "
" Mau nanya apakah Abangmu sudah boleh pulang pagi ini ".
" Jangan kesana, disini aja, nanti kita hubungi Dokternya biar dia yang kesini " Saut Qun menimpali.
" Jangan Be mungkin Dokternya sibuk! Jadi Sha aja yang keruangannya "
" Sini aja, jangan ke "
__ADS_1
" Aku setuju kak, aku juga ikut keruangan Dokter, mau konsultasi ! " Saut Zaf dan langsung berdiri dari kursinya.
" Yaudah ayo! Be nggak mau ikut sekalian, cari angin di luar atau berjemur sebentar di taman " Ujar Shafura.
" Yaudah "
Qun langsung menyingkap selimut yang menutupi separuh tubuhnya dan hendak turun.
" Hmm sebaiknya Abang di kamar aja " Ujar Zaf yang menarik lengan Qun dan merebahkan lagi tubuh Abangnya di kasur.
" Memangnya kenapa Zaf ? " Tanya Shafura
" Menurutku jauh lebih baik Abang di kamar istirahat selagi kita ke ruangan Dokter, itu jauh lebih sehat dari pada Abang keluar dari ruangan ini " Jawab Zaf.
" Ya sudahlah terserah kau Zaf " Kata Qun yang langsung menidurkan lagi tubuhnya dan kembali meluruskan kakinya.
" Nah begini jauh lebih aman " Zaf membantu menutupkan Selimut di tubuh Qun.
" Shayang jangan lama ya " Teriak Qun pada Shafura yang masih di pintu.
Shafura hanya mengangguk.
" Ingat! Abang jangan coba - coba berani keluar selagi aku dan Kakak masih di ruangan Dokter " Ucap Zaf sambil berjalan ke arah Shafura
" Iya - iya, bawel " Saut Qun
Sesampainya Zaf di muka pintu, Zaf mendapati Shafura yang menaikkan kedua alisnya.
" Kenapa ? " Ucap Shafura tak bersuara tapi gerakan bibirnya bisa diartikan.
" Nanti aku jelaskan ! " Bisik Qun sambil berlalu melewati kakak iparnya itu.
" Iya, Waalaikumussalam "
CREEK
" Ada apa lagi Zaf ? "
Zaf lalu menengok kesana kemari seperti sedang mengawasi sesuatu. Shafura pun lalu ikut melakukannya namun dia tak tahu apa tujuannya.
" Kita bicara sambil jalan aja kak ! " Lanjut Zaf.
Setelah berjalan melewati lorong rumah sakit dan beberapa langkah dari kamar Qun, tibalah mereka di depan Lift.
" Kakak tahu wanita bernama Sella ? "
Shafura menatap Zaf " Tahu, mantan Abangmu, dan dia pernah menceritakannya ! "
" Wanita itu ada di rumah sakit ini juga ! " Ucap Zaf serius.
Shafura memasang wajah tegang " Benarkah, Apakah dia juga sakit ? "
" Sepertinya kak, Aku tak sengaja melihatnya sedang mengantre di ruang tunggu pagi tadi "
TING
Pintu Lift pun terbuka dan disana hanya ada dua petugas kebersihan dan merekapun keluar sambil terseyum melewati Zaf dan Shafura. Lalu Zaf dan Shafura yang bergantian masuk dan Zaf menekan angka dua pada lift untuk turun ke ruangan Dokter.
" Aku khawatir bila kita di perbolehkan pulang pagi ini, Abang bisa saja kembali melihatnya di rumah sakit ini ! "
" Kau benar Zaf belum lagi dengan kondisinya yang sekarang, Satu kali pertemuan bisa semakin memperparah keadaannya "
__ADS_1
" Ya kak kau benar, itu juga yang aku khawatirkan, entah apa rencana tuhan hingga kembali menyatukan mereka dalam satu kawasan " Ucap Zaf sambil mengacak rambutnya.
TING
Pintu Lift kembali terbuka dan mereka sudah berada di lantai dua yang mana lantai ini juga tempat registrasi para pasien. Zaf melangkah lebih dahulu dan diikuti Shafura.
" Kak ! " Panggil Zaf sambil memberikan kode lirikan mata ke arah kiri pada Shafura.
" Apa ? "
" Wanita yang duduk paling ujung dekat bunga ! " Ucap Zaf sambil menyembunyikan wajahnya.
Karena merasa tak saling mengenal antara dirinya dan Sella jadi Shafura tak perlu melakukan seperti yang Zaf lakukan , Shafura dengan yakinnya langsung melirik posisi wanita itu.
" Arah jam 4, Rambut hitam lurus atasan coklat muda dan wajah yang cantik dengan kaca mata hitam serta pasmina longgar " Ucap Shafura mendeskripsikan Sella sesuai apa yang dia lihat.
" Ya itu dia, sudahlah kak ! Ayo kita segera pergi, aku tak ingin dia melihatku, bisa gawat ! "
Shafura hanya mengangguk sekali dan berjalan di samping Zaf dan berniat melindunginya dari penglihatan Sella dan mereka berjalan ke arah kanan.
" Apa kalian pernah bertemu ? "
" Seingatku pernah, satu kali "
" Pasien selanjutnya atas nama Sella Anastasya " Ucap seorang perawat cukup nyaring hingga menghentikan langkah Zaf.
" Ada apa Zaf kenapa berhenti ? " Tanya Shafura yang sudah sedikit terlewat dari Zaf.
Zaf tak menyauti Shafura, dia melirik pelan ke belakang dan mencoba mengintai wanita yang di panggil itu. Zaf tengah memperhatikan Sella yang terus berjalan mengiringi seorang perawat dan masuk ke sebuah ruangan.
" dr. Marissa,Sp.OG(K)Onk. " Ucap Zaf pelan setelah melihat papan nama yang tertulis di atas pintu.
" Zaf ! " Tegur Shafura kedua kali namun kali ini dia sedikit menepuk bahu Zaf
" Oh iya kak " Zaf terkejut dan melihat Shafura.
" Kau lihat siapa , nanti Sella melihatmu " Ucap Shafura pelan, dia tak sadar bahwa Zaf tengah memata - matai Sella.
Zaf lalu menggerakan kepalanya ke belakang memberikan Shafura kode namun Shafura tak paham dan dia sedikit mengangkat bahunya, kemudian sekali lagi Zaf melakukannya, barulah Shafura melihat kebelakang dan mendapati bahwa Sella sudah tak ada.
" Kemana dia ? "
Tanpa menjawab, Zaf memutar badanya dan hanya menunjuk lurus ke ruangan yang Sella masuki.
" Sp.OG(K)Onk. " Tebak Shafura.
" Ya, apakah kakak tahu itu Dokter spesialis apa ? "
" Ya ! kalau tak salah masalah khusus kewanitaan, Apa Sella masuk kesana? "
Zaf hanya mengangguk.
" Sudahlah kita lupakan dia, kita harus cepat Zaf nanti Abangmu marah ! " Ucap Shafura sambil berjalan.
Zaf lalu mengiringi dan sesekali melirik ke belakangnya.
...Bersambung...
***
Apa yang terjadi pada Sella, dan apakah Qun kembali bertemu dengan masa lalunya ini!
__ADS_1