Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Jerat * Episode 55


__ADS_3

" Ayek ! Aku di culik dan saat ini aku dalam bahaya " Lagi ! Sella berteriak di tengah keramaian itu.


Qun berhenti dengan sendirinya dan menahan laju langkah Zaf. Shafura hanya bisa diam ketika mendengar penuturan Sella.


" DIAAAAM " Bentak Qun tak kalah nyaring setelah menghentikan langkahnya.


Seluruh pasang mata tertuju pada mereka, begitupun Sang Ibu Mertua yang langsung menarik Faye dalam dekapannya dan menutup telinga Faye agar si anak kecil ini tak melihat keribuatan yang Papanya buat, dan sebenarnya Zalima sedikit paham alasan kenapa Qun teriak dan memberontak.


" Be tenanglah, ini Bandara kita bisa di tahan kalau membuat keributan ! "


" Benar Bang! Tenanglah jangan pedulikan, ayo kita pergi. "


" Ayek aku mohon " Rintih Sella yang kini sudah keluar dari barisan kursinya.


" Apa kakak mengenal Abang Qun ? " Tanya Geris kemudian yang menyusul Sella.


" Diaa "


Qun berbalik


" Kau sekarang berani melawanku, Aku bilang diam ya diam dan jangan pernah kau bahas serta kenang apapun yang sudah aku kubur, kau sudah mati bagiku " Saut Qun berapi - api.


" Be ! "


Shafura tercengang hatinya sedikit merasa sakit dengan kalimat Qun, Shafura merasa bahwa Qun masih memiliki hak serta masih bisa memerintahkan Sella dengan apa yang keluar dari mulutnya.


Qun sudah di luar kendali, termasuklah ucapannya yang tadi, kini Mata Qun merah emosinya sudah benar - benar meluap di ubun - ubun. Dia juga tak peduli tengah berada di mana yang ada dalam pikiran Qun, dia ingin segera pergi dari depan wanita ini.


" Dan aku mohon pergilah, kenapa kau harus kembali " Lanjut Qun kini dengan berurai air mata dan memohon pada Sella dengan menyatukan kedua tanganya.


* Apakah dia masih ada di hatimu Be *


Shafura yang melihat isakan Qun dapat merasakan betapa Qun benar - benar menderita tatkala kembali bertemu dengan Sella. Tapi di sisi lain Shafura sedikit cemburu dengan ucapan dan air mata yang Qun tumpahkan untuk Sella.


" Bee ! Tenanglah ". Shafura tetap berusaha tegar.


" Permisi semua, ini Bandara jadi jangan buat keributan " Tegur staf Bandara.


Semua menatap pria berseragam putih itu.


" Ya pak Maafkan kami , maafkan kami ya semua " Ucap Zaf yang mewakili keluarganya yang telah membuat keribuatan.


" Baiklah, jika kalian membuat keributan lagi kami terpaksa menahan kalian atas dasar mengganggu ketertiban dan kenyamanan pengunjung lain "


Setelah menegur dan mendapat anggukan dari Zaf, Staf Bandara itupun beranjak.


" Ayo Bang kita cari udara segar di luar " Ajak Zaf.


Shafura sudah tak bersuara lagi, dia hanya mengelus dada suaminya meskipun di sisi lain dia juga butuh untuk di kuatkan.


" Dengarkan penjelasanku ! "


Sella mengejar Qun yang kembali melanjutkan langkahnya dengan mengambil jari telunjuk milik Qun.


Dan lagi - lagi Qun tertahan langkahnya begitupun Zaf dan Shafura.

__ADS_1


Shafura yang meyadari Sella sudah di belakang mereka lalu melihat Sella dengan sengaja menyetuh suaminya, membuat Shafura dengan cepat menebaskan tanganya pada pegangan yang Sella berikan untuk Qun.


" Kau pernah tuhan izinkan untuk menyetuhnya sepuasmu tapi kau buang kesempatan itu, jadi jangan harap kau bisa menyentuhnya lagi saat aku masih hidup ". Ucap shafura ketika berhasil melepaskan pegangan Sella.


Qun terkejut.


" Aku tak berniat merebutnya tapi aku mohon selamatkan aku " Rintih Sella sekali lagi.


" Aku bilang pergilah dan minta tolong sana pada pria yang kau pilih dulu ". Ucap Qun pelan tanpa menoleh sedikitpun.


" James menjualku Qun, dia menjadikan aku wanita penghibur di Bali ".


Qun mencengkam dadanya karena mendengar nama pria yang telah merusak kebahagiaannya.


" PERGIIIII ! " Bentak Qun lagi.


Staf Bandara yang belum jauh berjalan kembali menoleh ke belakang


" Kalian ! " Tunjuk Staf Bandara itu pada Qun dan yang lainnya sambil mendekat.


Staf Bandara itu lalu menekan salah satu tombol yang terpasang di salah satu dadanya.


" Pemberitahun, Staf keamanan, Disini telah terjadi keributan tolong kirimkan personel untuk amankan pengunjung yang bermasalah "


" Bang kita dalam masalah ! " Ujar Zaf berbisik saat melirik aktivitas Petugas keamanan tadi.


Tak lama dari membuat pengaduan datanglah tiga staf Bandara lainnya.


" Tolong amankan keempat orang ini ! "


" Maaf Mbak! Tadi saya sudah peringatkan tapi kalian tetap melakukannya jadi kalian semua harus saya bawa ke ruangan kami dan selesaikan masalah kalian di sana "


" Pak tolong! Saya berjanji tak akan membuat keributan lagi " Qun juga ikut memohon.


" Tolong bawa saja dan kalian jangan membuat saya semakin hilang kesabaran " Ujar Petugas Bandara itu.


Ketiga petugas tadi lalu menuruti perintah seniornya itu.


Shafura, Qun, Zaf dan Sella di bawa menuju ruangan bagian keamanan Bandara.


" Kami ikut, Saya juga keluarga mereka ! " Saut Zalima berdiri sambil memegangi tangan Faye.


" Baiklah Ibu boleh ikut "


Akhirnya sekeluarga itu di boyong ke ruang keamanan.


...***...


" Ada yang bisa jelaskan apa yang terjadi di sini ! " Kepala bagian keamanan bertanya.


Shafura beserta yang lainnya hanya diam sejak masuk keruangan ini, Ruang utama Kepala keamanan, sedangkan Zalima geris dan Faye menunggu di luar.


" Pak ! Saya hanya ingin meminta tolong padanya ! " Tunjuk Sella pada Qun yang duduk berseberangan.


" Lalu ! "

__ADS_1


" Kami tak bisa menolongnya pak " Saut Shafura.


" Apa masalah ibu sebenarnya, kenapa tak meminta tolong pada Staff yang ada dan mengganggu pengunjung lain " Tanya Kepala keamanan lagi pada Sella.


Sella kembali menatap penuh iba pada Qun.


" Saya tak bisa percaya pada semua orang kali ini kecuali padanya ! "


" Apa kalian saling kenal ! "


" Ya "


" TIDAK "


Saut Sella dan Qun bersamaan namun berbeda jawaban.


Sella menatap Qun yang tetap menunduk sejak tadi dan Sella juga melihat Qun terus memegangi tangan Shafura.


* Siapa wanita ini, apakah dia Istrimu Qun *


" Dia teman saya Pak ! " Lanjut Sella.


" Bukan! Saya tak mengenalnya pak, jadi bolehkah kami pergi sekarang karena kami tak ada hubungannya dengan wanita ini " Saut Qun lagi.


" Sebentar Pak! Saya harus tahu dulu apa permasalahannya. Jadi apa yang ingin Ibu minta dari Bapak ini hingga Ibu tak bisa percaya pada semua orang termasuklah pada kami, Staff bandara ? "


Shafura dan Zaf yang memilih diam sedari tadi dan kini menatap Sella untuk mendengarkan masalahnya.


Sella menarik Nafas kuat.


" Saya kabur dari Villa dan kini saya sedang di kejar - kejar bagai buronan ! ".


Semua pasang mata terbelalak tapi tidak dengan Qun.


" Kenapa tak melapor pada polisi Mbak ! "


" Itu sama saja saya menyerahkan diri, karena saya sudah pernah melakukannya sekali dan saat itu juga saya kembali di tangkap dan di kurung di tempat terakhir kali saya di rudapaksa oleh ketiga pria bejat itu, hiks hiks ".


Sella tak mampu menahan air matanya kala mengingat lima tahun perjalanan hidupnya yang menyedihkan, Sella hidup jadi pemuas nafsu pria di luar sana. Badannya gemetar dan jarinya tak berhenti diam, saling tindih satu sama lain, air mata bercucuran membasahi kedua pipi indahnya, Sella benar - benar tertekan dengan kondisinya ini.


Sebagai sesama wanita Shafura seketika merasa Iba dan menutup mulutnya mendengar pengakuan Sella dan dia reflek beranjak dari kursinya dan melepaskan pegangan Qun.


Qun yang tak tahu apa yang ingin di lakukan Shafura tetap memilih diam hingga tindakan Shafura membuatnya sangat terkejut.


" Tenanglah ! "


Shafura berjalan mendekat dan menyetuh Sella lalu mengelus pundak wanita yang hampir jadi Istri Qun itu.


Sella juga terkejut dan memandangi Shafura nanar


" Hiks hiks ! Terima kasih " Sella membalas dengan memeluk Shafura erat.


Qun semakin terbelalak, matanya benar - benar bulat sempurna dan hampir keluar karena tak percaya Istrinya begitu mudahnya masuk dalam cerita Sella.


* Jangan percaya sayang, dia penipu, Be pernah percaya dan akhirnya kecewa dan Be tak ingin Sha juga terkena jeratnya, Tapi *

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2