
Waktu berlalu dan Sholat Dzuhur tiba, Qun dan Shafura sholat berdua di kamar mereka, setelah saling mengerjakan kewajiban. Qun membantu Zaf memindahkan barang - barang Zaf ke kamar yang ada di ruang tamu karena kamar besar ini sudah memiliki ratunya dan menjadi kamar pribadi pengantin baru itu. Sedangkan Shafura menghabiskan waktu bersama Faye. Detik demi detik berlalu, sehabis Sholat Ashar bersama Qun memutuskan untuk olahraga karena tak ingin mengganggu quality time Shafura dan Faye.
" Faye sayang, coba kamu cari Papa di bawah nak, Kok udah sore belum pulang, tadi bilang olahraganya sebentar udah hampir Magrib belum juga muncul batang hidungnya " Omel Shafura sambil menyisirkan rambut Faye, karena mereka berdua baru selesai membersihkan diri.
" Oke Ma ! " Faye lalu berlari ke balkon dan langsung menemukan Papanya
semenit sebelumnya
" Assalamualaikum Qun, boleh Ibu duduk ! ".
Zalima baru saja dari mengelilingi rumah besar menantunya dan ketika melewati Gazebo melihat ada Qun di sana yang tengah bermain dengan ponselnya.
" Waalaikumussalam Bu !! "
Qun meletakkan ponsel di samping sepatu olahraganya karena baru selesai jogging di sore hari.
" Duduk Bu, tapi maaf badan Qun bau keringat ! " Lanjut Qun.
" Nggak apa - apa Kamu lagi apa ? Ibu lihat fokusnya beda, lagi kerja ya ! ".
Mendapat pertanyaan Qun mengulumkan bibirnya serta mengelus kedua paha karena malu mengatakannya
" Hmm Bu, aduh gimana ya ! Ini lagi baca doa buat buka puasa ! " Qun salah tingkah.
Zalima terkekeh dia paham maksud menantunya itu.
" Papa ! Mama suruh mandi ! " Teriak Faye dengan kalimatnya sendiri.
" Sebentar sayang ! " Balas Qun.
Faye kembali masuk dan melapor pada Sang Mama " Maa ! Papa sama nenek di bawah ".
Selama bersama Shafura, Faye di ajarkan untuk menghormati yang lebih tua, termasuklah menghormati Ibunya Shafura, Zalima. Jadilah Faye kini ikut menerima Zalima sebagai Nenek barunya.
" Yaudah ! Kita tunggu Papa, kamu ikut Mama Sholat ya sayang ! " Ajak Shafura pertama kali untuk Faye beribadah.
" Tapi ma ! ".
" Ikuti aja gerakan Papa sama Mama, ok sayang, ikut ya please!, Mama mohon "
CREK
" Assalamualaikum "
Qun langsung membuka pintu sesaat meninggalkan Zalima seorang diri Bawah.
" He, soree princess dan Queen Papa "
Qun sempat berdiri sejenak di pintu, lalu langsung berlari mendekati kedua wanitanya, tapi Shafura menahannya.
" Eiiit, Papa bau jangan coba - coba meluk apalagi nyium, mandi dulu, kami udah mandi ".
__ADS_1
Shafura menarik Faye dekat dengannya.
" Dikit aja Ma, sekali ya. Mmmmm " Ujar Qun Sambil memajukan bibirnya.
" Iiih Papa cepat mandi kata Mama kita nunggu Papa, biar bisa apa tadi Ma ? " Faye lupa pada kalimatnya.
" Biar bisa Sholat sama - sama ! " Lanjut Shafura sambil terseyum pada Qun.
Qun menarik mulut bebeknya lalu tercengang karena anaknya mau di ajak sholat, sebab selama ini Qun belum mengajarkan itu pada Faye, karena dia sendiri masih sholat diam - diam.
" Benarkah ! Anak Papa yang cantik mau Sholat ! Alhamdulillah. Okelah, Papa mandi habis itu kita Sholat sama - sama ya nak , Cup " Qun mencuri start untuk mencium Faye dengan cepat.
Faye memegangi bekas ciuman papanya yang lengket.
" Haaaa, Papa bau " Rengek Faye.
Qun langsung berlari masuk ke kamar mandi setelah menjahili Faye.
Waktu sholat magrib sudah tiba, sang pangeran bersarung sudah siap menjadi imam, ada Shafura, Zalima dan Faye yang menjadi makmum, sedangkan Geris tak ikut sebab belum mendapat hidayah. Ketika selesai iqomah, Zalima merasa ada yang tengah memperhatikan mereka dan benar saja, ada Zaf.
" Eh Zaf masuk sini, kenapa disitu,kita sholat sama - sama " Tegur Zalima pada Zaf yang berdiri di pintu.
Semua menoleh ke belakang.
Zaf menggeleng dan menggoyangkan kedua tangannya ke kanan dan kiri
" Eeeh nggak bu, hmm Beda " Saut Zaf kaku karena tertangkap basah. Lalu Zaf pun pergi dan tak lupa menutup pintunya.
Waktu lagi - lagi berlalu begitu cepat ! Kejadian seperti Sholat Magrib juga terjadi di Sholat Isya, lalu selesai makan malam, semua berkumpul di ruangan tamu bercengkerama satu sama lain namun topik utamanya adalah Zalima. Faye duduk di pangkuan Qun, Shafura di sebelahnya dan Zalima serta Geris juga Zaf di sisi lainnya. Geris sedang melakukan rawatan untuk muka Zaf agar bekas lukanya tak berbekas.
" Ayahmu tahu, tapi dia tak perduli, ibu beres - beres baju dia sibuk dengan ponselnya " Jawab Zalima.
Mendengar jawab Ibu yang biasa saja, lalu Shafura menatap Qun.
" Pa ? "
" Ha kenapa Ma " Qun tak menatap Shafura, dia sibuk mengawasi Faye bermain ponselnya.
" Kenapa pagi tadi Papa lari buru - buru seperti di kejar hantu ? "
" Ouh biar nampak dramatis aja, shut shut shut seperti aktor Hollywood ". Sambil memainkan tangannya.
" Lain kali jangan begitu lagi, bikin panik Ya kan Papa Zaf " Shafura mengikutsertakan Zaf karena pagi tadi mereka berdua sama - sama Panik.
" Tau nih, perihal jemput ibu aja segitunya. berlebihan " Ketus Zaf
Qun tak perduli pada omelan Zaf dan teguran Shafura dia asik bermain bersama Faye.
" Ouh iya Qun, Ibu mau tanya sesuatu? "
Qun langsung menoleh dan fokus pada Ibu mertuanya dan berhenti bermain.
__ADS_1
" Ya Bu tanya aja ? ".
" Hmm Ibu dengar dari Shafura nama ayah angkat kamu Suhaimi ya ? "
Zalima memberanikan diri untuk bertanya sebab sedari Shafura menceritakan semua tentang kehidupan Qun, Nenek Faye itu hanya gusar pada nama ayah Angkat Qun, Suhaimi. Lantas Shafura tercengang, ibunya tertarik bertanya hal yang seharusnya tidak untuk di bahas apalagi mengganti topik pembicaraannya.
" Iya ! Nama Ayah Suhaimi, kenapa Bu " Qun memindahkan Faye untuk duduk di kursi.
" Maaf Ibu lancang, apa ibu boleh lihat foto Ayahmu ? ".
Zalima makin di luar kendali, rasa penasarannya menabrak semua batasan yang ada. Shafura semakin bingung dengan sikap Ibunya yang tak biasa ini.
" Ibu janganlah, nggak baik " Tegur Shafura
" Nggak apa Shayang , Faye ! Papa pinjam handphonenya sebentar "
Qun lalu mengambil ponsel dari tangan Faye dan mencoba mencari gambar lawas itu dari galerinya.
" Bu ! buat apa bu " Shafura gelisah
" Ini Bu ! " Qun memperlihatkan gambar itu dengan mendekati Ibu mertuanya. .
Zalima belum mengambil ponsel dari tangan Qun, namun dia merasa tak percaya siapa pria yang dia lihat disana, Ada pria bertubuh sedikit lebih pendek dari Qun, nampak raut wajahnya lebih menua dari usia pria pada umumnya, dalam gambar itu Qun dan Pria itu membuat moment saat dia berusia 47 tahun, lima tahun sebelum pria itu meninggal.
Mata Zalima langsung berlinang, tangannya gemetar dia sangat terkejut kembali melihat mantan suaminya yang menghilang saat Shafura baru satu tahun.
Qun dan Shafura saling tatap melihat ekspresi Ibu yang kaku dan gemetar, begitupun dengan Geris yang berhenti mengobati luka Zaf.
Shafura tak tahu harus bereaksi apa karena tak tahu soal ini.
" Ibu kenapa ! Kenapa dengan Ayahnya Bu ? "
Zalima memandangi Shafura, dan Shafura berpindah tempat ke sisi Zalima.
" Bu kenapa ? "
" Hiks, Maafkan Ibu ! "
" Ada apa Bu ? "
Zalima memeluk Shafura erat, Shafura semakin bingung dengan tingkah tak biasa ibunya ini.
" Hiks pria itu ayah kandungmu " Sambil terisak.
Dengan hati yang sesak, Zalima membongkar segala rahasia yang selama ini dia sembunyikan dari Anaknya. Qun, Zaf dan Geris tercengang menatap Zalima mendengar pengakuan itu.
" Geris bawa Faye ke atas " Zaf memberi perintah. Dan geris menurut.
Korban dari situasi ini berusaha tegar, di tahannya air matanya yang ingin tumpah, dia ingin marah tapi hatinya berkata tidak, bagaimana mungkin dia kurang ajar pada ibunya sendiri. Begitu juga Qun, bila benar tentang fakta ini, berati wanita yang beberapa jam lalu ia terima sebagai Ibunya, adalah wanita yang menjadi penyebab sengsaranya Ayah angkatnya itu hingga meninggal dalam keadaan sangat memprihatinkan.
...Bersambung...
__ADS_1
***
Apakah yang terjadi 24 tahun yang lalu hingga Zalima meninggalkan Suhaimi.. ?