INDIGO “SANG TAK KASAT MATA”

INDIGO “SANG TAK KASAT MATA”
BAB XXVIII PERTEMUAN MALAM


__ADS_3

(Palembang, Rumah Akbar 20.00 WIB)


Malam datang dengan udara dingin, rumah sepi kemarin berubah total kedatangan teman lamaku.


Aku dan Aksay menunggu kedatangan Ainur sambil memainkan game, beruntung Aksay ingin menginap malam ini.


Meski begitu ingtan samar kejadian kemarin masih membekas, seakan siap menyemburkan ketakutan.


Memainkan game salah satu cara mengalihkan perhatian, ketika permainan berhenti atau selesai keheningan merasuki tubuh sehingga teringat kembali.


Besok ayah dan ibu pulang, menghentikan semua hal tidak wajar belakangan. Bisa tidur tenang dan nyaman sesuatu yang kubutuhkan sekarang, walau mala mini tidak bisa semoga besok bisa.


“Assalamualaikum” terdengar suara salam dari luar


Aku dan Aksay saling berpandangan singkat sampai aku berdiri membuka pintu, “Waalaikumsalam”


Sesaat kedatangan Ainur dan om Panji membuat aku gugup,


“Silakan masuk Ainur, om” sapaku


“Tidak usah, diluar saja” ajak om Panji


Aku menyetujui permintaan Om Panji, tidak mungkin juga aku bisa tahan dengan tekanan dalam berbicara empat mata bersama orang tua.


Selain itu beberapa hal seperti kedatangan Aksay lebih baik ku belakangkan dahulu.


“Ngomong-ngomong kemana orang tua kamu?” tanya om Panji


“Oh keluarga saya sedang liburan om, saya sendiri tidak ikut jaga rumah” ujarku


Jawabanku seperti kesalahan, pikirku mungkin tidak enak bertamu saat orang tua tidak ada.


Beberapa saat kami duduk tanpa percakapan, terdengar suara deruan nafas bersamaan. Tak ingin suasana tambah canggung kutawarkan minuman agar mencairkan.


“Oh iya, om sama Ainur mau minum apa?”


“Ah nggak usah repot-repot, tidak lama juga”


Tawaran minum di tolak, tak tahu lagi harus berbuat apa, perasaan tegang dan canggung bersamaan.


“Oh gitu ya om, jadi kenapa Ainur sama Om malam-malam kesini?” aku langsung to the point

__ADS_1


“Yah sebenarnya om kesini mau berterima kasih untuk kejadian kemarin. Om juga mau berterima kasih sama orang tua kamu tapi tidak ada, ya sudah lain kali saja”


Perkataan om Panji membuat aku tersentak, karena dalam kalimatnya terdapat pernyataan ia akan mengatakan kejadian kemarin kepada ayah dan ibu.


Sebagai pribadi aku tidak ingin mereka tahu karena ini adalah rahasia besar, bisa gawat kalau orang tuaku menanggapinya dengan kemarahan.


“Oh iya om sama-sama”


“Selain itu om ingin meminta sesuatu padamu. Tolong jaga Rahma” ujar Om Panji dengan nada lembut


Permintaan sulit bagiku, namun aku tahu jika semua ini adalah kehendak Tuhan.


Dulu aku berpikir untuk menjauhi hal ini tapi akhirnya malah terjerumus lebih dalam.


Lebih baik menambah orang untuk di masa depan, entah itu untuk pertolongan atau pengorbanan.


“Iya om” tegasku


Kunjugan malam itu memang singkat meski begitu aku berpikir ketika dimasa depan hari ini adalah benang takdir pertama yang menghubungkan aku dan Ainur.


Sejak awal aku sudah tahu pertemuanku dan Ainur bukan kesengajaan, pertama saat bertemu di toilet sekolah lalu entah kenapa aku merasa ia terseret olehku ke dalam masalah besar bersama Cindi.


Ia sudah tidak bisa kulepas dari penglihatan, entah bagaimana masa depan ataupun masalah apa datang itu tanggung jawabku.


***


Beberapa kejadian tak terduga di dalam liburan kemarin tidak dapat kulupakan, meski begitu hari tanpa bersekolah telah usai dan kami memasuki semester baru. Hari ini aku sudah menjadi siswa SMA kelas 2, biasa disebut dengan senior.


“Yo apa kabar Bar?” sapa Bobi


“Emm” aku hanya menangguk bertanda baik-baik saja “Tumben kau datang cepat?” tanyaku kepada Bobi


“Iya lah kan ini hari pertama masuk sekolah, bisa gawat kalo telat”


“Makanya jangan telat terus”


Teman sekelas tidak berubah karena saat orientasi kami sudah diberitahu kalau 3 tahun akan bersama, hanya saja kelas kami berbeda.


Jika kelas 10 kemarin kami berada di lantai 2 sekarang kelas kami berada di lantai 3.


Tempat tidak kusuka ternyata menjadi kenyataan, sama seperti mimpi…duduk di kelas yang berada ditengah bangunan sekolah, menaiki tangga yang panjang setiap pagi sama seperti berolahraga pagi.

__ADS_1


“Kalau saja ada lift” pikirku


Meski begitu kelas IPS 2 cukup strategis, dapat melihat lapangan dari atas tanpa tertutup pohon dan memiliki bangku teras sendiri.


“Ting…tong…ting…tong…Harap kepada seluruh siswa agar masuk kelas masing-masing. Pelajaran akan segera dimulai” suara pemberitahuan dari kantor guru


Karena sudah menjadi kelas 11 hari Senin adalah jadwal mengaji di masjid diperuntukan kelas 10 para siswa baru.


Besok adalah giliran kami, meski begitu sudah cukup karena jika mendengar ceramah dari guru agama di tambah dengan upacara bendera yang selalu berdiri.


***


(Setelah Upacara Bendera)


“Hahh capeknya” ujar Agus


Anggota PMR bertugas di belakang menjaga kesehatan para siswa di saat upacara bendera memang cukup berat.


Seakan tidak boleh bergerak sedikitpun dan hanya memantau orang-orang dengan gejala sakit.


Kasus ringan dan sering terjadi seperti demam, maag, dan pusing banyak ditemukan hari ini, mungkin karena hari pertama masuk ke sekolah setelah sekian lama.


Setelah upacara berakhir tentu kami harus ke UKS untuk membereskan barang dan memberi laporan, disana pula kami harus berdiri lagi dengan waktu cukup lama.


Walau begitu dengan cara itu kami disiplin diri dan menjadi salah satu ekstrakulikuler terbaik setelah Pramuka dan Paskibra.


“Siap tegak” komando Fahri


Seluruh kelas 11 berbaris rapi, entah pengumuman apa yang akan kami terima sekarang.


“Sebentar lagi akan ada perekrutan anggota ekstrakulikuler baru, jadi kalian siap-siap…ide apa sajayang akan kalian tunjukan minggu depan. Dan ingat kalian harus banyak mendapatkan anggota, lebih banyak dari angkatan kalian”


Teringat akan perkataan kak Azizah, aku sendiri lupa pertunjukan apa yang diperlihatkan oleh kakak kelas kami tahun lalu.


Bahkan aku sendiri hanya ikut-ikutan masuk organisasi ini, ternyata tidak kusangka akan menjadi bagian dalam hidup.


“Sebelum itu kita akan melakukan pemilihan, karena sekarang sudah lengkap kita langsung saja”


Aku belum menyadari akan ada angin apa hari ini, tapi entah kenapa firasat buruk sedari pagi teringat kembali.


Angkatan dari kelas 12, kakak kelasku lengkap dan tiba-tiba saja ada kak Slamet dan kak Gina ketua dan wakil ketua dari alumni kelas 12 tahun lalu berada disini.

__ADS_1


Angkatanku pun lengkap tak kurang satu orang, biasanya ada satu atau dua orang yang tidak masuk atau izin. Saat itulah sebuah drama dimulai, karena aku tidak menyadari hal itu takdir baik dan buruk datang bersamaan.


PERTEMUAN MALAM….BERSAMBUNG


__ADS_2