INDIGO “SANG TAK KASAT MATA”

INDIGO “SANG TAK KASAT MATA”
SELING 2


__ADS_3

Pernahkah kalian memainkan game slendrina yang menyeramkan. Saya disini ingin menceritakan pengalaman saya barusan dalam sebuah mimpi nyata seperti jiwa saya benar-benar tertarik ke dunia lain gimana seperti saya sedang berlibur tetapi berkedok itu di tempat itu ternyata rumah makhluk halus.


Saat saya menceritakan ini tidak lebih lama setelah saya bangun dari mimpi. Awalnya saya dan keluarga sedang berlibur ke suatu tempat kami berkumpul di suatu pelabuhan kecil entah berantah.


Menaiki sebuah kapal karam yang anehnya sudah bolong-bolong namun ketika berlayar masih bisa mengapung di atas air. Perasaan aneh tentu saja rasakan namun ketika keluargaku cukup gembira.


Saya memandang kan penglihatan ke dalam air pemikiran aneh saya itu menghilang karena air yang sangat jernih dibiaskan oleh bunga-bunga laut dan juga ikan-ikan kecil yang sangat cantik.


Ketika itu perasaan saya berubah menjadi senang tak ada perasaan negatif namun semua pemikiran itu berubah ketika kami sampai di tempat tujuan.


"Oke semuanya sudah turun dan berkumpul" ucap ayah


Saya di sini mulai merasakan keanehan ketika kami berjalan menuju penginapan tiba-tiba saya sendirian mengambil jalan yang berbeda seakan-akan saya dituntun untuk masuk ke hutan lebih dalam.


Disini saya akan menjelaskan bahwa tempat kami berlibur itu seperti hutan tetapi di dalamnya benar-benar ada kehidupan seperti sebuah desa ada sawah, ada pengairan ada rumah-rumah pedesaan, sapi dan kambing dan sebagainya yang berkaitan dengan pedesaan.


Namun saat itu saya sadar seketika bahwa saya berada di tempat lain di dalam hutan benar-benar sendirian.


Saya tidak habis akal kenapa kesadaran saya masih ada atau bukan saya mengambil tali dari tas dan mulai mengaitkannya dari satu cabang cabang pohon sebagai pengingat jalan.


Benar saja tak berselang lama saya menemukan tempat masuk seperti sebuah tangga yang luas naik ke atas yang dimana atas itu terdapat sebuah tugu yang berbentuk seperti mahkota.


Di kedua sisi tugu itu terdapat jalan entah penglihatan saya saja atau saya sudah merasa ganjil namun saya tetap melangkahkan kaki untuk menaiki tangga tersebut.


Saat hampir sampai di tugu suara panggilan terdengar menyoraki, di mataku keluargaku ternyata sedang menunggu di atas tugu itu. Hatiku saat itu benar-benar tenang dan tidak lagi takut ketika aku menghampiri mereka.


Mereka jalan tanpa menungguku, keanehan dan pemikiran jelek mulai kembali karena saat mereka memanggilku di atas tugu.


Wajah mereka tidak terlihat hanya badan sampai kaki mereka bagian atas mereka tertutup oleh bayangan hitam tidak terlihat apapun entah itu efek dari hutan ini atau memang hal lain.


Terus dan terus saya mengikuti mereka dan terlihatlah sebuah desa di pinggir tempat kamu berjalan namun bukan ke sana tujuan kami.


Aku mengikuti mereka ke sebuah rumah yang cukup besar namun sudah tua dan rapuh. Sebelum ke rumah itu kami harus menaiki sebuah tembok tanah yang sangat tinggi.


Saat aku memanjat itu benar-benar terasa nyata terdapat tanah di kedua telapak tanganku hal itu terasa seperti aku naik dari lubang kuburan.

__ADS_1


Sesampai itu kami sudah di depan rumah entah ini sewaan atau milik dari kenalan tapi rasanya aneh.


Begitu juga saat aku sampai keluargaku dan teman-temanku telah masuk terlebih dahulu dan meninggalkan aku bersama seorang teman disini saya tidak mengingat siapa teman ini bahkan ia selalu berada di depanku dengan suara yang sangat dingin dan juga tinggi.


Ia tahu namaku tapi aku tidak ingat siapa dia saat aku berjalan pun wajahnya selalu terlihat gelap oleh bayangan.


Pintu terbuka sendiri aku refleks saja takut dan ketika itu aku benar-benar sadar bahwa yang aku rasakan ini adalah mimpi dan saat ini tubuhku tidur di tempat lain.


Ketika sadar hal itu aku berusaha bangun dari mimpi ini namun tidak bisa seperti benar-benar adegan yang nyata.


"Hai Akbar cepat" panggil dari temanku yang sudah masuk dari pintu depan rumah tua itu


Tanpa basa-basi aku mengikuti jejaknya, saat itu hatiku mulai berdegup kencang merasa takut karena benar saja rumah itu bukan rumah biasa.


Ketika aku masuk seperti sebuah lorong kecil yang mengarahkan perjalanan ke mana saja secara acak.


Lorong itu seperti sebuah gang sempit di jalanan hanya dua setengah meter atau lebih kecil.


Dindingnya terbuat dari batu koral yang sangat besar namun ada juga batu-batu kasar yang besar rumah ini seperti labirin.


Kami kembali berjalan lebih dalam, sebuah pecahan ingatan dari mimpiku terdapat sebuah ular yang ada di tanah namun hanya kepalanya saja timbul.


"Tak...tak" langkah terakhir dari teman tak dikenalku


"Ayo Akbar kita masuk" sebuah lubang yang cukup besar seperti pintu dijadikan tempat masuk


Aku tak tahu ada apa di dalam itu namun keanehan ini sudah jelas dan membuat aku mengambil keputusan untuk untuk lari dan meninggalkan tempat ini.


Entah kapan tapi tasku digendong oleh teman tak dikenalku, setelah sampai di depan lubang itu meletakkan kedua tas milikku dan miliknya ke tanah. Dengan cepat kuambil kedua tas itu lari meninggalkan temanku itu.


Aku lari dan lari dan benar saja ketika aku ingin keluar terhalang oleh dinding-dinding dan jalan sepi seperti labirin. Saat itu bulu kuduk merinding dan pikiranku sudah tidak karuan.


Apakah aku bisa keluar dari tempat ini hidup hidup. Tanpa sadar aku sudah hampir ke pintu keluar namun ketika menengok ke belakang terdengar suara suara teriakan temanku memanggil namaku.


Dengan suara sangat keras dan juga menyeramkan tentu saja aku mempercepat lari dan ketika aku melihat wajahnya bayangan hitam telah memudar.

__ADS_1


Penampakan jelas wajahnya pucat dan juga hancur, mata kirinya keluar entah kapan cari dan juga kukunya memanjang, giginya pun tajam mengejar seolah-olah ingin memakan dan memangsa.


Aku menyebut zikir dan takbir ketika aku sudah membuka pintu keluar nyaris saja aku tertangkap oleh temanku itu.


"Mau ke mana kau kau harus tinggal di sini" sesaat aku menengok kebelakang bajuku diraih olehnya namun seketika itu ku tutup pintu dengan keras dan cepat


Namun hal itu tidak membuatku tenang kekuatan yang begitu besar seperti bisa menghancurkan pintu itu.


Saat sadar aku keluar dari pintu ternyata itu bukanlah pintu keluar melainkan aku masih di dalam.


Didepan pandanganku terdapat seperti sebuah ruang tamu yang cukup luas di mana di sana juga terdapat pintu keluar kedua dan pintu yang aku tahan sudah tidak terlalu berisik kulepaskan saja dan langsung lari ke pintu depan itu.


Kupikir dengan waktu yang singkat aku bisa selamat tapi rumah itu tidak mengizinkan aku untuk pergi, pintu itu sangat keras untuk dibuka aku melihat kembali ke belakang dimana pintu pertama yang mengurung teman iblisku itu belum terbuka.


Aku mencari cara memanjat jendela yang terbuka dan pergi lewat sana, pertama kulemparkan kedua tas itu terlebih dahulu keluar setelah itu aku naik dan memanjat berusaha keluar ketika itu juga teman iblisku membuka pintu belakang dan kembali mengejar.


Sontak saja aku cepat-cepat dan kehilangan keseimbangan sampai terjatuh ke tanah setelah sadar dengan cepat aku menutup kembali jendela itu.


Kembali berbeda dari harapan dari seberang jendela temanku itu berusaha membuka paksa dan ketika aku ingin lari kembali ke depan hal yang sama terulang.


Kali ini aku melihat sebuah dinding depan yang terbuat dari kayu dan pintunya tidak tertutup aku tahu itu adalah pintu terakhir untuk keluar.


Saat aku ingin membukanya terdapat sosok lain yang membuat aku kaget di mana ia sudah tahu dan berusaha menyerang. Aku sontak saja menutupnya tapi tidak mudah karena ia sangat kuat.


Seingatku di dalam mimpi itu di celah pintu lidahnya masuk ke dalam sampai ke celah, sangat panjang dan juga 10 jarinya pucat dan juga sangat menyeramkan.


Aku berada ditengah dua pulau yang sangat berbahaya di belakang terdapat temani iblisku yang berusaha membuka jendela namun di sisi depan sosok lain muncul dan memaksa membuka pintu.


Aku sudah mengalami banyak mimpi seperti ini entah bagaimana aku bisa menutup jendela dan pintu di saat yang bersamaan ketika aku sadar jarak di ruang itu semakin sempit.


Aku membuat pilihan dengan cepat aku membuka pintu di depan dengan keras seraya mengambil tasku aku keluar aku terjatuh ke tanah namun aku keluar.


Makhluk di depan pintu tidak ada lagi, aku melihat-lihat suasana di luar dan benar aku berhasil keluar dari rumah itu.


Aku berlari menjauh lari dan terus lari sampai sekelompok orang datang menghampiriku. Ternyata itu adalah kelompok keluarga dan orang-orang desa yang mencariku.

__ADS_1


Saat itu seingatku di dalam mimpi ayah dan juga kepala desa menanyaiku dari mana saja kau dan saat aku ingin menjawab aku terbangun dari mimpi buruk itu dengan dengan tubuh yang kaku.


SELING 2.....SELESAI


__ADS_2