INDIGO “SANG TAK KASAT MATA”

INDIGO “SANG TAK KASAT MATA”
RUMAH TUA 7


__ADS_3

(Rumah Paman, Pagar Alam)


Ibu menangis di larut malam menunggu kabar dari ayah yang sedang mencari keberadaan ku, matanya hampir bengkak karena terus mengalirkan air.


Disana ia ditenangkan oleh bibi dan ibu Ainur yang sengaja datang, Ainur juga berada disana, berkumpul di kamar tamu.


“Sebenarnya apa yang terjadi?” aku memikirkan ulang semua


Aku merasa sudah seperti di hipnotis hari ini, namun beruntungnya itu membawa aku dalam keamanan.


Jadi bisa aku simpulkan Ferdi yang masuk ke dalam hutan sedang tersesat di alam lain, sementara aku diselamatkan oleh sesuatu dengan mengambil alih kesadaran ku.


“Lalu siapa dan bagaimana? Apakah itu adalah penunggu waktu itu?”


Aku masih memikirkan santet dari teman lama dan gangguan dari makhluk halus yang berhasil kami usir. Jika itu dia maka sebenarnya dia baik, atau mungkin ada yang lain.


Aku pun kembali memikirkan itu, meski aku sedikit khawatir pada Ferdi tapi itu tidak masalah. Yang kita bicarakan adalah orang yang membantu menyelesaikan masalah hantu sekolah dan menolong aku lepas dari makhluk penganggu.

__ADS_1


Firasat ku mengatakan jika dia akan baik-baik saja walau tanpa dicari, karena dia adalah orang yang kuat dan pemberani. Tapi jika memang dia dalam masalah, aku tidak bisa melakukan apapun kecuali berdoa untuknya, dan juga kurasa melakukan hal kecil.


“Ya, aku harus mengumpulkan informasi yang ada”


Beberapa kali aku sudah mendengar rumor nenek turun gunung dan rumah tua angker di dalam hutan, namun aku masih kurang akan penjelasan dan titik terang.


Jika memang ada sebuah hubungan itu berarti akan menjadi masalah, Ferdi mungkin akan dibawa kerumah tua dan ditahan disana, namun jika tidak berhubungan akan menjadi sulit juga. Dia mungkin tersesat di banyak titik di dalam hutan, dan bisa saja dia akan menjadi santapan hewan liar.


“Tapi dia adalah Ferdi bukan, tidak perlu di khawatirkan”


Dengan percaya aku berdoa dan mulai menggali informasi, tentang apakah yang sebenarnya terjadi dan apa rahasia dari rumah tua di dalam hutan, pertama adalah paman dan bibi Ferdi.


(Rumah Tua)


Seharusnya tidak ada yang kami khawatirkan, namun tiba-tiba dia muncul dengan sosok ular raksasa dan manusia sebagai tubuhnya.


Ukurannya sangat besar, bahkan menutupi semua ruang tamu, tanduk di dahi nya dan mata hijau nya, di dalam mulutnya juga memiliki taring sampai keluar, tidak ada tangan dan kaki, hanya tubuh dari kepala hingga pinggang manusia sebagai atas dan tubuh ular di bawahnya.

__ADS_1


Wajahnya berlendir dan mengelupas, aku menjadi keringat dingin dan tidak bisa menggerakan tubuh.


Ini adalah pertama kalinya aku merasakan ada sosok yang membuat aku kehilangan keberanian, dan bukan Cuma aku, Cindi juga sama sepertinya dia tidak mampu bergerak karena ketakutan.


Seluruh tubuhnya gemetar dahsyat, aku yang memperhatikan tentu saja menjadi tidak senang, dimana orang yang satu-satunya harus menjadi penompang kini ketakutan juga.


“Jadi, dia juga takut? Makhluk ini benar-benar bahaya” pikirku


Ku paksa semua tubuh ku yang gemetar untuk bergerak, pertama adalah tangan ku, lalu disusul dengan kaki ku. Ku pegang tangan Cindi dan mengajak nya lari,


“Ayo cepat!”


“Ah sialan, dasar makhluk bajiga*, anji**”


Aku bergerak sambil mengumpat kearah makhluk itu, kata-kata ku sangat kuat dan suara ku keras, sangat tidak masuk akal jika aku masih bisa bertahan seperti itu.


Tapi aku merasa tidak memikirkan apapun saat itu, seperti sebuah refleks dari ketakutan, dengan paksaan kami pun melarikan diri dari tempat itu. Dengan satu tujuan, bukan untuk melihat lebih kedalam atau keluar dari rumah ini, aku ingin hidup!

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2