
(Desa Pagar Alam)
Langkah semua warga di malam hari terdengar hingga penjuru, ayah dan warga lain sedang menuju ke rumah tua di dekat gunung.
Melewati hutan belantara semua tertegun ketika mendengar suara auman harimau, ayah sendiri bergidik gemetaran sambil mengarahkan obor ke sumber suara.
“S..suara apa itu?”
“Harimau? Disini?”
Rerumputan liar bergoyang mengejutkan ayah dan yang lainnya, namun ada beberapa orang yang menyiapkan golok dan bambu runcing jika itu memang benar harimau. Rasa percaya diri hilang seketika dari beberapa orang, namun tidak untuk orang yang maju.
Jika aku ada disana orang-orang itu sudah gila’ pasti aku teriakan dan disuruh pergi meninggalkan tempat. Wajah mungkin karena aku masih dianggap anak kecil yang belum tumbuh dewasa bagi ayah. Meski ia sebenarnya tahu aku sudah lebih mengerti akan kehidupan sejak kecil, karena ia tahu aku memiliki insting yang kuat dari anak lain.
Itu terjadi setiap saat, saat aku mengalami sesuatu yang buruk atau mengatakan aku melihat penampakan, ayah akan selalu mengalihkan topic pembicaraan atau menepis semua kejadian yang aku alami sebagai khayalan belaka.
Karena itu aku jarang membicarakan hal itu lagi di depan ayah, meski ia tahu aku masih mengalami hal seperti itu. Mungkin saat aku masih kecil kuanggap ia tidak bisa diandalkan, tapi sekarang tidak, aku mengerti pemikirannya tentang anak ku tidak boleh berpikiran seperti itu.
Ia ingin melindungi ku dan berupaya tidak memikirkan hal berbahaya, ayah selalu melihat ku dan menjaga dari kecil.
“Mungkin aku sudah bodoh, kenapa aku tidak memperhatikan dia lebih baik lagi” pikir ayah dalam kemelut di hati
__ADS_1
Ayah sepertinya merasa menyesal tidak mendengar atau mengacuhkan aku saat masalah. Kurasa ayah mulai berpikir dan menyalahkan diri sendiri, tapi itu tidak masalah untuk ku.
Lalu bagaimana dengan ibu? Ya, kudengar ibu menangis dan marah saat aku hilang, ia berdoa sepanjang hari untuk kepulangan ku.
Berbeda dengan ayah, saat aku mengalami hal mistis ia pasti mendengar ceritaku dan berakhir mengelus rambut ku dengan halus seraya menenangkan hati.
Ia adalah malaikat yang di kirim oleh tuhan kepada ku, orang yang melahirkan anaknya pasti akan khawatir.
Meski keduanya sangat acuh dalam hal supranatural tapi mereka selalu mencintai anak nya, walau sering berpergian terus menerus mereka selalu bertanya apakah kau sudah makan atau belum, dan ketika kami berkumpul bersama, aku sudah merasakan kebahagiaan dari keluarga.
“Dasar, dimana anak itu?” cemas ayah
...***...
“Haccu!”
“Jangan sampai menular padaku”
“Tidak, ini bukan penyakit, kurasa ada orang yang membicarakan aku”
“Wow, kau sangat percaya diri mengatakan ada orang yang membicarakan mu”
__ADS_1
Cindi seperti mengejek dengan nada halus, namun itu hanyalah sebuah candaan dariku, tidak mungkin juga bersin di sebabkan takhyul seperti itu, mungkin ada debu atau kotoran di hidung, atau juga aku terkena pilek.
“Ya, begini-begini aku itu populer”
Aku memecah suasana dengan candaan, namun Cindi menatap aku dengan wajah sedih.
“Ah, benar juga. Kau adalah orang yang luar biasa Ferdi, aku hampir lupa itu”
Jawaban nya sangat mengejutkan, kupikir ia akan mengejek kembali dengan nada yang lebih keras atau menunjukan wajah dingin. Lalu ada apa dengan wajah sedih itu, kenapa dia menunjukannya?
“Bahkan aku pun berpikir begitu, saat kita bertemu kau sangat baik dan hangat, lalu mengikuti ide gila dari orang asing yang baru kau kenal tanpa banyak berkata-kata, kau juga cerdas dan berani, saat orang meminta bantuan kau tidak akan segan untuk langsung menolong mereka”
Penjelasan nya tentang diriku cukup membuat aku senang dan sedikit memalukan, tapi apa alasan dia mengatakan itu dengan wajah sedih, jika tidak mungkin aku akan jatuh cinta pada nya.
Disamping cara berpakaian dan perilaku nya yang agak aneh, menurutku Cindi adalah wanita yag cukup baik dan cantik.
“Ada apa dengan mu? Kau terlalu banyak bicara tahu, tidak seperti terakhir kali”
“Mungkin karena mu juga”
Perkataan terakhir itu membuat aku diam tidak bisa berkata, memangnya aku adalah orang yang merubah hidup seseorang dengan mudah.
__ADS_1
Aku bukan guru atau orang yang pintar menasehati orang lain, apakah aku tanpa sadar memiliki kemampuan hebat. Tapi dengan kata-kata itu aku sudah semakin sadar bahwa Cindi, dia sangat cantik.
BERSAMBUNG....