INDIGO “SANG TAK KASAT MATA”

INDIGO “SANG TAK KASAT MATA”
SELING 5


__ADS_3

"Kak, nenek itu minta tolong"


Seorang anak kecil meminta bantuan padaku,


"Dimana dek?"


"Itu di dekat pohon besar, dia susah angkat barang"


"Iya ya, bentar dek"


Tono, adalah nama ayahku dan ini adalah cerita horor yang cukup terkenang di dalam hidupnya.


Kejadian saat masih berumur 20 tahunan, bekerja sebagai buruh sampai malam hari. Ia bekerja lembur saat itu, ketika orang selesai dan pulang, ia dan satu temannya masih mengerjakan pekerjaan berat.


Malam itu memang sepi dan habis hujan, membangun sebuah rumah di malam hari. Kabut tebal bekas bakaran sampah terlihat tebal meski turun hujan.


Perasaan pun tidak dipungkiri takut, entah begal atau kejahatan lain mengintai. Namun ayah adalah orang yang sangat berani dan cukup seram, aku sebagai anak saja cukup takut.


"Pohon besar itu ya dek?" tanya Tono pada anak itu


Tono sendiri tidak merasa aneh dengan gelagat anak yang ditemui. Malam hari sehabis magrib masih ada anak yang berkeliaran di luar.


Namun di daerah itu memang sudah biasa anak-anak keluar rumah saat malam untuk bermain. Tapi hari malam dan dingin setelah turun hujan, sepi terasa di dalam komplek perumahan.


Tono menghampiri sang nenek di belakang pohon, jaraknya cukup jauh dari tempat atau rumah yang ia kerjakan.


"Nek, kenapa?"


Seorang nenek dengan membawa karung berisi sampah duduk di bawah pohon besar, dengan cepat Tono mengangkat karung itu.


Tono pun sadar ketika ia datang, nenek itu mengurut-urut kakinya. Lelah dan sakit mungkin dirasakan oleh nenek itu.


Tapi di pikirannya ada satu hal janggal, wajah nenek itu tertutupi oleh rambut putihnya. Tidak terlihat sama sekali wajahnya.

__ADS_1


"Aneh..." pikir Tono


Tono sendiri adalah orang yang kurang percaya dengan hantu. Saat itu ia tidak merasa takut melainkan penasaran.


"Nek kenapa kaki nya?"


"Sakiit...sa..kitt" ucap nenek itu dengan suara serak dan dingin


Saat nenek itu bicara tubuh Tono tiba-tiba merinding, bulu kuduk nya berdiri dan rasa tubu mulai dingin.


Ia tidak ingin memiliki pikiran negatif, mungkin udara hujan yang membuat dingin suasana.


"Coba saya lihat dulu ya nek"


Tono pun ingin memeriksa kaki sang nenek, tapi sang nenek masih bergumam sakit dengan wajah tertutup.


"Sa..kit, Sakit!"


"Iya nek, atau mau ke rumah sakit saja?"


Nenek itu diam dan tidak menjawab, tubuhnya berhenti bergerak. Tono pun memikirkan cara untuk membantu sang nenek.


"Ya sudah kita ke dokter di dekat sini saja ya nek, nanti saya panggil teman dulu"


Tono ingin membawa nenek ke rumah sakit dengan membonceng nya menggunakan motor. Namun ia harus memberitahu temannya dulu sebelum pergi.


"Nenek tunggu disini dulu ya" pinta Tono


Saat Tono ingin kembali ke tempat kerja dan mengambil motor, ia pun berpapasan dengan temannya yang lari mencarinya.


"Ton kau kemana saja sih?" tanya Ujang teman Tono


"Itu ada nenek yang kaki nya lagi sakit. Aku pinjam motor ya, mau ke rumah sakit sebentar"

__ADS_1


"Nenek? Nenek dimana?"


"Itu duduk di bawah pohon. Tadi aku diberitahu oleh anak kecil"


Ujang pun memberikan wajah penasaran,


"Boleh tidak aku pinjam Jang?"


"Boleh "


Karena penasaran Ujang pun mengecek di belakang pohon, nenek mana yang dibicarakan oleh Tono.


Namun saat melihat di balik pohon tidak ada siapapun, nenek itu tidak ada disana.


"Lho mana Ton nenek nya?"


"Itu, ada disa..na? Lho kemana nenek nya? Padahal tadi ada disana"


"Ah kamu mah main-main, enggak ada orang kok"


"Bener sumpah! Tadi ada nenek-nenek disitu. Enggak mungkin juga dia jalan, kakinya sakit tadi" jelas Tono


Keduanya pun mencari keberadaan sang nenek, sampai keluar gerbang perumahan. Namun tidak ada tanda-tanda sang nenek, ia menghilang tanpa keberadaan.


"Tapi tadi kau bilang anak kecil kan? Dimana kau ketemunya?"


"Di luar rumah kita (yang dibangun), anak itu minta tolong. Sekarang enggak tahu dia dimana"


"Nah itu yang ingin aku tanya, tadi di belakang aku dengar kau bicara sendiri? Apa dengan anak kecil itu? Tapi pas aku ke depan tidak ada anak kecil, sepi habis hujan begini " jelas Ujang


Tono pun mulai sadar dan merasa takut, siapa yang ia temui dari awal, dan dimana mereka sekarang. Anak dan nenek itu, apakah mereka makhluk halus?


SELING 5....SELESAI

__ADS_1


__ADS_2