
(Ruang Bawah Tanah, Rumah Putri)
“Tolongg…ayaaahhh” sebuah kata terakhir yang di dengar Putri sebelum keluar dari ruang bawah tanah itu
Permintaan itu bukanlah untuk dirinya namun untuk arwah ayah yang bergentayangan masih menuntut balas.
Di dalam penglihatan masa lalu ia tidak tahu apakah iblis yang dipanggil orang itu berhasil menjalankan tugas atau tidak.
Namun ia mengambil kesimpulan besar untuk merencanakan sesuatu, pertama iblis itu berhasil membunuh sang istri dari keluarga itu, kedua sosok putih adalah arwah anak sedangkan sosok hitam bertanduk itu arwah ayah.
Arwah ayah itu sepertinya diambil alih oleh sang iblis yang dipujanya, dengan begitu hanya satu hal yang dapat dilakukan.
Putri pun mendapat petunjuk dari sang anak, kunci untuk mengalahkan iblis itu adalah keris sang ayah. Ia harus mengurung iblis itu kembali ke dalam keris dan keris itu berada di ruang tamu.
Sekarang ia tahu kenapa aura di ruang tamu begitu berat sampai membuat ia ingin pingsan.
“Pasti akan aku lakukan” ujar Putri
Tanpa rasa takut lagi Putri melangkah ke depan untuk mengambil keris, ketika keberanian muncul sosok itu tidak akan tinggal diam.
Ia bukanlah makhluk yang menunggu melainkan sebuah iblis yang haus akan rasa takut dari korbannya.
“Hah...hah…haa” dentuman nafas tak beraturan dari Putri yang berlari menaiki anak tangga
Beruntung ruang bawah tanah itu dekat dengan ruang tamu, tak butuh waktu lama ia berhasil mengambil keris tua yang di pajang di dinding.
“Akhirnya, sekarang bagaimana aku menghadapinya?” batin Putri
Disaat ia merasa berhasil, lampu di ruangan itu seketika hidup dan mati sampai lampu mati cukup lama.
Hati Putri mulai goyah kembali, sebuah titik kecil itu merubah semuanya kembali seperti semula.
“Ting” lampu kembali hidup
Putri merasa tenang sebentar sampai ia melihat sosok hitam bertanduk melayang di atas kirinya.
Aku tahu ini aneh tapi ini benar-benar terjadi, sebuah kejadian supranatural yang tidak aku percaya dapat menerbangkan seseorang.
Sosok iblis itu melepaskan energi yang membuat Putri terhempas cukup jauh, tidak sampai disitu saja sosok itu kembali menjerit membuat telinga Putri terngiang ingin meledak.
“Whaakkkk…kkkhhhh...khhh…hh”
“Arrggghhh” Putri mulai mengeluarkan air mata
__ADS_1
Kesadaran masih ia miliki tentu dengan pengalaman melihat sesuatu yang menyeramkan ia masih dapat bergerak untuk melarikan diri.
Sambil menutup kedua telinga menggunakan tangan, ia juga masih memenggan keris tua itu di tangan kanan. Walau begitu panic tidak bisa ia hindari, bukan melarikan keluar dari rumah itu ia menaiki tangga menuju lantai 2.
“Hah…hah….hah” Putri terengah-engah melarikan diri
Saat semua mulai aman Putri mengambil jimat di dalam tas, sayangnya itu berada di kamarnya.
Ia tidak apakah Ainur masih ada didalam atau tidak, sementara Sanjaya tidak tahu sama sekali keadaannya. Situasi semakin sulit namun mereka sudah mendapatkan petunjuk.
Putri sendiri memutuskan menyelesaikan sendiri, ia harus mengakhiri semua cerita masa lalu dan sebuah permintaan dari anak tidak bersalah itu.
“Ainur….Ainur apakah kau ada di dalam?” teriak Putri
Ainur mendengar teriakan Putri senang dan lega , ia segera membuka pintu dan memeluk Putri dengan erat.
“Huhuhu Put, kau darimana saja? Aku takut, aku mau pulang”
“Tunggu Nur, aku sudah dapat cara untuk menghentikan makhluk itu” Putri mencari jimat itu di dalam tas sekolah miliknya
“Aku sudah tidak peduli, aku mau pulang.
Makhluk itu sangat seram, aku tidak bisa bergerak lagi”
“Kurasa Ferdi sendiri tidak akan datang sekarang lebih baik kita pulang”
Putri sudah tidak bisa mundur lagi, menunggu Ferdi akan memakan waktu dan itu membahayakan nyawa semua orang.
“Ini adalah permintaan terakhir dari anak pemilik rumah ini, kita harus mengurung iblis itu. Jika tidak rumah ini akan terus memakan korban”
Ainur tahu niat baik Putri, namun keberaniannya sudah habis dan mustahil untuk kembali bertemu dengan hantu atau iblis itu.
“Aku tidak bisa ikut lagi, bisakah kau menghantar aku keluar?” tanya Ainur ketakutan
“Sebenarnya aku juga ingin ke lantai bawah saja, bahaya jika makhluk itu ada di lantai atas”
Kami berdua pun keluar dari kamar dan menuju keluar, tapi dari ujung lorong kamar Putri mahkluk hitam itu sudah menunggu kami,
“Hahh….hantuuu!!!!” aku langsung lari terbirit-birit meninggalkan Putri
“Pergilah kau makhluk jahat, kembali ke duniamu “ aku mendengar suara lantang Putri saat berlari
Aku sendiri tidak tahu jika ia masih ingin menghadapi makhluk menyeramkan itu, aku tidak dapat membantu seperti semua omongan yang aku katakan sebelum datang ke rumah ini hanya omong kosong.
__ADS_1
***
“Wahai iblis jahat pergilah kau dari dunia ini, ini bukan tempatmu!”
Putri berkali mengucapkan kata itu seperti mantra pengusir setan, bahkan suaranya menggema ke seluruh rumah.
Lebih kurang kekosongan terasa di rumah itu ketika Putri melantangkan kata-kata.
“Khiikkkkkk….!!!!” Suara serak datang dari lantai atas
Kekosongan itu mulai di isi dengan aura dingin mencekam, membuat bulu kuduk berdiri seketika.
Sekali lagi makhluk itu muncul dengan wujud nyata, tubuh hitam tinggi bertanduk seperti kambing, mata merah menyala dengan kulit keriput yang hampir lepas di seluruh tubuh.
Menurut cerita Putri sebelum kami semua berpisah bahwa makhluk yang menghuni rumahnya adalah hantu atau iblis pertama membuatnya sangat takut dan sangat kuat hingga ia merasa akan mati saat itu. Jika Ferdi tidak datang maka ia sudah pasrah untuk kehilangan nyawa.
“Pe…pergilah kau makhluk jahat dari sini. Kembalilah ke duniamu, Lailahaillallahu!”
“Whooaaakkkkk!!” makhluk itu kembali melempar Putri sangat jauh tanpa menyentuhnya
Putri sendiri beruntung masih terselamatkan oleh besi penghalang di tangga, jika tidak ia akan terjun ke bawah dan mati.
Bahkan belum sempat ia berdiri sebuah kursi melayang ke arahnya, beruntung Putri berhasil menghindar tepat waktu.
Putri berdiri dan lari terlebih dahulu, karena ia sudah tahu bahwa makhluk itu sekarang telah serius. Sulit baginya untuk menghadapi iblis itu, karena lemparan tadi tubuhnya sakit dan sulit berlari.
“Ah gawat” Putri berusaha menuruni tangga
Saat ia menuruni tangga, saat itu ia melihat penghalang besi itu hancur oleh meja dan kursi yang melayang jatuh ke bawah.
Itu membuat kaki Putri semakin cepat melangkah, berusaha menyelamatkan diri dan menepis semua keinginan ia untuk menghentikannya seorang diri.
Sebuah kenyataan jika semua hal tidak akan berjalan sesuai rencana maka otak tidak akan mampu berpikir jernih.
Semua pikiran akan kosong, tidak tahu melakukan apa hingga semua akan tidak terkendali dan sulit untuk tenang.
Akhirnya semua akan berakhir dengan kenyataan bahwa kegagalan itu nyata, dan membuat semua orang memalingkan wajah dari masalah bahkan sering melarikan diri dari masalah.
Bagi laki-laki hal itu akan membuat depresi dan menjadi beban pikiran sampai ia gila sedangkan bagi perempuan hal pertama yang dilakukan adalah “menangis”.
“Tolong aku” batin Putri sambil mengeluarkan air mata
BAB XXXVII KATA-KATA TERAKHIR ADALAH SEBUAH PERMINTAAN....SELESAI
__ADS_1