
(RUMAH TUA, PAGAR ALAM)
Kami berjalan masuk ke rumah tua, semakin dalam kami merasa rumah ini semakin luas. padahal di lihat dari luar, rumah ini cukup besar namun tidak seluas ini.
"Ini mungkin karena ulah mereka" kata Cindi yang juga menyadari keanehan
"Maksud mu rumah ini semakin luas saja? Aku juga merasa seperti itu"
"Bukan hanya itu saja, tapi aneh sekali tidak ada makhluk lain yang terlihat"
Perkataan Cindi selalu membuat aku cemas, karena ia satu-satunya orang yang bisa melihat keadaan dengan jelas. Aku menjadi begitu takut saat dihadapkan dengan masalah yang tidak aku ketahui.
"Maksudmu?"
Aku tahu ada dua alasan kenapa makhluk halus yang sering terlihat tidak menampakan diri mereka.
Pertama adalah energi mereka terlalu lemah untuk memperlihatkan diri. Meski begitu, kurasa Cindi masih bisa melihat mereka.
Yang kedua adalah adanya kekuatan yang lebih besar darinya, yang mengintimidasi secara kuat sehingga membuat mereka takut bahkan lari dari tempat mereka.
"Begitulah, sepertinya ada sesuatu yang menakuti mereka"
"Itu pasti bukan kita kan? Atau hanya kebetulan saja"
"Berpikirlah, makhluk yang mampu melakukan semua ini pasti memiliki kekuatan yang besar" ujar Cindi
Benar, seharusnya aku tahu, namun aku tida berhenti untuk menepis semua itu. Keberanian ku melemah saat mengetahui masalah ini semakin aneh.
__ADS_1
"Apa tujuan mereka? Tidak, apa tujuannya?" bisik ku
"Seperti nya cerita itu benar, tentang nenek turun gunung"
"Nenek turun gunung? Apa maks..., tunggu? Ada harimau yang turun dari gunung Dempo?"
Gunung Dempo adalah salah satu tempat wisata di Pagar Alam, Sumatera Selatan. Ada banyak mitos dan legenda yang terkenal hingga ke pelosok negeri.
"Tujuh Manusia Harimau"
Salah satu legenda terkenal dari pulau Sumatra, dimana terdapat 7 harimau jadi-jadian, yang bisa berubah menjadi manusia. Mereka juga memiliki kekuatan magis, dan sangat di percaya oleh masyarakat sekitar.
"Beberapa Minggu lalu, aku dengar cerita dari orang kalau seekor harimau tiba-tiba terlihat ke pemukiman warga"
"Apa maksud mu, dia itu benar-benar?"
"Kau tahu aliran waktu disini berbeda dengan waktu di luar bukan"
Aku tidak mengerti mengapa orang ini sangat tenang. Bulu kuduk ku mulai merinding, kali ini jantung ku berdegup kencang. Aku..mulai merasa takut.
"Kau tahu kan, kalau sumber kekuatan mereka itu dari ketakutan. Apa kau tidak merasa...takut..?"
Kulihat tangan kecil kiri nya gemetar, begitu, dia berpura-pura. Padahal aku sudah mengira jika bisa tenang selama ada ia disini.
"Tapi kau juga takut ya...Putri Malam"
Julukan yang aku berikan padanya, tentang seberapa aneh dan gilanya. Hal yang ia lakukan selalu dilakukan sesuai keinginan nya.
__ADS_1
Egois, berani, aneh, dan cantik. Itulah orang yang aku hargai, sedikit demi sedikit, dia terikat pada kehidupan ku.
"Saat ini hanya kita berdua disini, bisa kita atur rencana?"
"Kau sudah lupa yang aku katakan?"
"Berhentilah keras kepala, aku tidak akan mengalah lagi. Semua yang kau lakukan selalu berujung pada kesialan, begitu juga aku"
Tapi...meski begitu,
"Masih lebih baik rencana ku daripada kau" kataku
Cindi melihatku dengan tajam,
"Apa maksud perkataan mu? Jangan bilang kau tida suka dengan hal yang aku lakukan?"
"Tidak juga, tapi akan aku katakan, kau buruk dalam memahami situasi dan orang lain di dekatmu"
"Kami yang tidak tahu akan terkena imbas nya, begitulah kita terakhir kali. Sekarang, aku yang akan memimpin"
"Kau? Kenapa?"
"Tentu saja, karena aku adalah laki-laki"
Perkataan nya membuat suasana semakin aneh.
BERSAMBUNG....
__ADS_1