
"Veronheim diserang. Tembok terluar juga sudah runtuh!"
Darren langsung syok. Tangannya lemas seakan tak ada tenaga. Pikirannya langsung kabur.
"B-bagaimana dengan Akira?" Tanya Darren dengan wajah mengeras.
Fak semakin terengah-engah. "Kapten sedang menahannya. Ia bertarung dengan makhluk itu."
"Tunggu-- Apa maksud mu makhluk?" Tora langsung meletakkan bukunya dan berdiri. "Maksud mu, makhluk itu menghancurkan tembok sendirian? Makhluk macam apa itu?"
Fak mengangguk. "Itu adalah makhluk yang sama seperti yang Esema-sama lawan waktu itu," Ucap Fak.
Darren memegangi dagunya dengan wajah tegang. "Jangan-jangan... itu Tomatsu!" Tebaknya.
Darren langsung menegakkan badan. Ia khawatir. Bagaimana tidak khawatir, Tomatsu adalah Raja Iblis yang tentu saja kekuatannya jauh melampaui Akira.
"Apa kau sudah memberitahu Jenderal Schlaff?" Tanya Darren.
"Sudah, dan ia sedang menyiapkan pasukan."
Darren langsung lari meninggalkan ruangan tanpa berkata apa-apa, sambil diikuti Tora dan Shiro dari belakang. Ia khawatir dengan tindakan Schlaff. Walaupun ia seorang jenderal, tapi ia itu bodoh. Tak begitu ahli dalam urusan militer dan hanya tahu dasar-dasarnya saja.
"Schlaff!" Teriak Darren hampir teredam suara ribut para pasukan yang kira-kira berjumlah seribu.
Tapi untungnya Schlaff mendengar dan menoleh. "Pas sekali kau disini, Esema."
"Hentikan semua pasukan!"
"Eh?" Schlaff kebingungan. "Apa maksud mu?"
Darren menarik nafas sambil terengah-engah. "Musuh yang kita lawan bukanlah musuh biasa," Ucap Darren memperingati. "Dia adalah salah satu Raja Iblis."
Ekspresi Schlaff langsung tegang. "Ra-Raja Iblis?"
"Ya. Dia sangat kuat. Tak peduli berapa banyak kau mengirim pasukan, pada akhirnya mereka hanya akan menjadi patung es," Ucap Darren. "Aku sudah pernah melihat kekuatannya sekali, dan itu sangat mengerikan."
"Tapi, kenapa ia menyerang kota ini? Apa dia punya semacam tujuan?" Gumam Schlaff.
"Mungkin tujuannya adalah... Aku," Balas Darren.
__ADS_1
Schlaff diam saja. Ia tak tahu kejadian apa yang terjadi sebelumnya, tapi ia pernah dengar dari laporan Akira bahwa Darren sempat menaklukkan sebuah makhluk aneh.
"Schlaff," Sambung Darren. "Kirimlah aku."
Schlaff, Shiro, dan Tora langsung kaget.
"Esema-sama!" Teriak Shiro. "Kau tak perlu melakukan itu."
"Benar, aku yakin para pasukan bisa menanganinya," Sambung Tora. "Jangan remehkan pasukan Friedlich tahu!"
Darren membalas Tora, "Kalau begitu, jangan remehkan Raja Iblis itu juga."
Darren kembali berpaling kepada Schlaff. Mereka kemudian saling bartukar tatapan dan wajah mereka begitu serius.
"Schlaff," Ucap Darren. "Perintahkan para pasukan untuk mengevakuasi warga. Jangan biarkan seorangpun tertinggal."
"Lalu, apa kau berencana melawan Raja Iblis itu sendirian?"
"Ya. Lagipula, aku takkan sendirian," Darren kemudian menoleh kepada Shiro dan Tora. "Mereka, dan juga Akira akan membantuku."
Schlaff sempat ragu. Ia merasa khawatir dengan Darren Bagaimanapun, Darren adalah orang yang ia kagumi karena kepandaiannya. Ia tak mau kehilangan seseorang sehebat itu di Kerajaannya.
"Serahkanlah pada ku," Darren kembali meyakinkan sambil menepuk pundaknya.
"Baiklah. Ku serahkan pada mu, Esema," Ia pun pergi menuju ke para pasukan.
Darren mengambil dua kuda. Masing-masing kuda dapat membawa dua orang. Tora akan bersama Shiro, dan Fak akan bersama Darren menuju Veronheim. Perjalanan mungkin akan memakan waktu agak lama. Disitu lah Darren terus-terusan berharap agar Akira bisa bertahan.
Perjalanan memakan waktu sekitar setengah jam, lebih cepat dari para pasukan Schlaff. Saat tiba disana, mata Darren langsung tertuju ke tembok yang seharusnya ada di sana sudah hancur.
"T-Tomatsu, dia kuat sekali," Ucap Darren. "Aku harus cepat menemukan Akira."
Suara hantaman keras terdengar dari arah selatan. Darren merasa sedikit lega ketika mengetahui suara itu berasal dari luar kota, tapi itu tak mengurangi rasa khawatirnya. Posisi Akira pasti berada tak jauh dari suara dentuman itu, jadi Darren langsung pergi ke sana secepatnya.
"Fak, cepatlah. Akira dalam bahaya," Ucap Darren sambil di gonceng oleh Fak.
Fak segera mempercepat kudanya, tapi itu masih kurang. Tanpa banyak bicara, Darren langsung merapal mantra.
"Non-elemental Spell: Speed!" Darren merapal mantra secara tiba-tiba.
__ADS_1
"Esema-sama, apa yang kau lakukan!?" Fak terkejut. "Jangan atau kita akan--"
Kuda Darren tiba-tiba menjadi tak stabil. Fak kesulitan untuk mengendalikannya dan tali kendali terlepas dari tangannya.
Gubrakk!
Kuda Darren tergelempang. Darren dan Fak terlempar ke udara dan menghantam tanah. Sementara Tora dan Shiro langsung mengerem dan berhasil menghindari kecelakaan beruntun.
"Esema-sama!" Teriak Shiro.
Darren dan Fak terluka. Perjalanan mereka jadi terhambat.
"Aduh..." Darren mengerang sambil memegangi pundak kirinya. Ia pun menoleh ke Fak yang sedang melepas beberapa bagian zirahnya.
"Agghh!" Ternyata kulitnya robek dan beberapa pecahan logam pada zirahnya menusuknya.
"Fak, kau tidak apa-apa?" Darren langsung menghampirinya dan membantunya melepas seluruh zirahnya.
Shiro dan Tora turun dari kuda. Tora langsung merapal mantra penyembuhan pada Fak.
"Dengan ini seharusnya kau akan baik-baik saja," Ucap Tora berusaha menenangkannya sementara Fak terus merintih.
"Maafkan aku, Fak. Aku tak berpikir akan jadi seperti ini," Ucap Darren.
"I-iya, tidak apa-apa jika kau tidak tahu," Balas Fak. "Tinggalkanlah aku."
"Eh?"
"Benar apa katanya, Esema-sama. Pergilah," Ucap Tora. "Aku akan tetap di sini bersamanya. Kau pergilah bersama Shiro. Jika cepat, maka kalian pasti sempat."
Fak mengangguk setuju. Tapi Darren merasa tidak enak. Ia lah yang membuat masalah ini, tapi ia malah meninggalkannya begitu saja.
Shiro menggenggam pundak Darren. "Esema-sama," Ia meyakinkannya, sambil sedikit mengangguk dengan wajah serius.
Darren menarik nafas panjang dan menghembuskannya. "Baiklah," Ucapnya pelan. "Kuserahkan yang disini padamu, Tora."
Tora membalasnya dengan anggukan sambil tersenyum, seakan mengatakan: "Serahkan padaku, Esema-sama."
Darren langsung merapal mantra Speed pada dirinya dan Shiro.
__ADS_1
"Non-elemental Spell: Speed!"
Dengan cepat, mereka pun pergi meninggalkan Tora dan Fak.