ISTRI BAYARAN PRIA PEMARAH

ISTRI BAYARAN PRIA PEMARAH
Bab 41


__ADS_3

Aku mendekati Bagas yang masih terlihat marah. Terlebih dia melihat sendiri akibat perbuatan Genta pada Deva.


"Sayang, lepaskan saja Genta dan keluarganya, bisnismu cukup menguras energy dan pikiranmu, jangan kamu tambahi dengan urusan yang tidak begitu penting." ucapku dengan nada suara pelan dan lembut. Sungguh aku tak ingin suami yang sangat kucintai terganggu oleh masalah ini.


Bagas melepaskan fokusnya dari melihat layar CCTV dimana Genta dan Ibunya masih terlihat di pos akhir keamanan di lingkungan rumah megah kami. Dia menoleh kepadaku. Seketika aku sadar, ada kilat amarah di mata itu.


"Apa maksud kamu Ra? kamu menganggap ini masalah kecil? kamu ngga salah ucap? ini tentang anak kecil yang psicologisnya terluka oleh perlakuan orang dewasa. Perlakuan ayah kandungnya sendiri, anak kecil itu anak kita Ra, kamu ngga merasakan apa- apa atas penderitaan Deva?"


Bagas menatapku tajam bagaikan kilatan mata pisau.


"Atau jangan-jangan kamu masih cinta kepada laki-laki sampah itu?"


Aku terhenyak, kini aku tersadar dan tak mampu berkata-kata. Aku salah ucap.


"Benar? kamu masih mencintai dia?" geram Bagas. Giginya bertaut, rahangnya mengeras, dia melangkah cepat mendekati aku. Sudah lama aku tak lagi melihat kilat amarah itu tertuju kepadaku. Aku melangkah mundur, tapi Bagas meringsek maju.


Tangan kokoh itu mencengkram bahuku. Aku membalas tatapannya tepat pada manik matanya.

__ADS_1


"Sadar sayang, aku istri kamu, Zara Septia, kendalikan amarahmu." ucapku gemetar namun kucoba tetap tegar.


"Aku hanya mencintai Bagas Rainhard suamiku, tak ada sedikit pun lagi tersisa perasaan kepada dia, aku bersumpah demi diri ini sayang."


Bagas tersentak kaget ketika aku merengkuh lehernya dan mencium keningnya lembut.


"Maaf sayang." bisikku tulus dari dalam hati.


Ada air mata menetes di pipinya. Bagas balas memelukku.


Ku belai lembut bahunya yang berotot dan keras itu dengan penuh kasih sayang. Suamiku memiliki fisik luar biasa sempurna dengan wajah teramat ganteng, namun di dalam jiwanya ada luka ya g tak kunjung sembuh meskipun waktu telah bergulir begitu lama. Aku tak bisa membayangkan luka sedalam apa yang tercipta kala itu. Bahkan dia memilih menutup itu dari siapa pun.


Aku membiarkan Bagas tetap dengan pendirianya, membuat jera seorang Genta Adiguna.


Saat Rio di bayar untuk menculik Panji(Deva) Genta tidak tahu menahu tentang itu. Yang dia tahu hanya Panji diculik. Namun ketika ayahnya mengetahui Rio tidak menghabisi Panji tapi malah merawatnya di Rumah keluarganya. Mantan ayah mertuaku murka, dia memerintahkan orang lain untuk membuang jauh-jauh cucunya. Namun saat hendak membuang Panji ke luar daerah, seseorang menawarkan untuk menjadikan Panji salah satu anak sewaan. Saat semua itu berjalan sempurna, Genta mengetahui semua itu dari ibunya. Genta mengunjungi Deva dan merasa terganggu karena anak itu membuat dia mengambil keputusan menceraikan aku, bukannya menderita dan menghiba kepada nya untuk kembali, dia malah melihat keyataan aku telah menjadi wanita terhormat, di kelilingi pengawal, dengan suami luar biasa tajir melintir yang bahkan kekayaannya tidak habis tujuh turunan. Aku menjadi wanita berbeda di sisi lelaki berbeda. Bukan hanya menjadi kalangan elite namun juga menjadi orang kedua di perusahaan besar. Satu-satunya kepercayaan Bagas Rainhard dalam pengambilan keputusan penting berkaitan dengan pengembangan berbagai program baru di perusahaan. Bahkan kini memiliki keturunan dari suamiku yang sangat melindungi dan menyayangi istri dan anak-anaknya.


Genta berniat akan menggunakan Deva untuk menyerangku di publik dengan memfitnah aku membuang anakku demi menikahi lelaki kaya raya. Dia sengaja menyiksa Deva secara psikologis agar aku mendapatkan rasa sakit tak terkira saat suatu saat dia membongkar tentang Deva ke publik. Rencananya sudah demikian matang. Tapi sayangnya dia lupa siapa suamiku. Seorang Bagas Rainhard, lelaki dingin dan berkuasa ini terus mencari putra sambungnya.

__ADS_1


Genta telah menyiakan darah dagingnya yang istimewa, kini bahkan Deva begitu pintar dan cerdas. Bagas sampai melatihnya untuk mahir dengan berbagai hal berkaitan dengan IT. Bagas tahu yang terbaik untuk Deva.


Berita Deva ditemukan oleh Bagas sempat menggemparkan. Kedua orang tua Genta tak menyangka niat untuk menutupi bahwa di garis keturunannya ada anak istimewa yang mereka anggap sebagai symbol dosa malah terbongkar hingga ke semua pelosok. Begitu tingginya mereka menempatkan derajat mereka sebagai keturunan darah biru.


Semua pengakuan Genta terekam saat dia berada di posko BS, di area rumah kami.


Pasca kedatangan Genta dan ibunya, aku dan Bagas berupaya keras menyembuhkan trauma Deva.


*****/////******


Kedua orang tuaku telah sembuh, mereka untuk sementara tinggal bersama kami di istana megah Bagas Rainhard. Istana dengan puluhan pelayan setia. Rumah dengan banyak kamar itu sekarang diisi oleh orang-orang tercinta kami.


Saat makan bersama di meja makan adalah saat paling membahagiaakan. Bagas yang introvert sedikit demi sedikit berbaur dan mampu melebur.


Kami baru selesai makan malam dan duduk di ruang keluarga ketika Bagas terperanjat saat menerima telepon dari Tim Black Shadow kalau Arkana tertembak dalam penggerebekan salah satu markas Mafia Zankoku.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2