ISTRI BAYARAN PRIA PEMARAH

ISTRI BAYARAN PRIA PEMARAH
Bab 50 Penjara di Pulau


__ADS_3

Hari ini aku mengikhlaskan diri dibuang oleh suamiku sendiri ke sebuah pulau di daerah Indonesia bagian timur. Pulau yang dibelinya sebagai hadiah ulang tahun pernikahan kami dulu. Aku diantar dengan jet pribadi. Tak seperti yang aku bayangkan bahwa pulau itu begitu sepi dan terpencil tanpa fasilitas. Ternyata pulau itu sudah dibangun infrastruktur dan fasilitas pendukung. Sangat indah dan nyaman. Yang membuat pulau ini sangat tak nyaman bagiku adalah karena tak ada Bagas di sisiku. Hati ini terasa sangat kosong dan sepi. Bahkan aku tak diperbolehkan memegang ponsel dengan alasan apa pun. Beberapa penjaga dari team BS tersebar di sekitar Pulau. Aku tak punya akses untuk keluar. Kehidupanku dilayani oleh banyak pelayan, namun begitu kesepian, hal terberat yang kurasakan adalah tak bisa bertemu dengan kedua putraku.


Lelaki yang aku kira sangat mencintaiku ternyata sanggup berbuat sekejam ini terhadapku. Aku tahu dia terluka dan sakit hati, tapi apakah dia tak mampu membedakan yang mana kebenaran dan yang mana hanya persepsi?


Kini aku merasa cinta Bagas bagaikan oase, tampak indah namun saat didekati ternyata gersang dan menyakitkan.


Meskipun aku tetap dilayani dengan baik dan tak pernah kekurangan apa pun di pulau kecil ini, namun kesepian, kesedihan dan kesendirian seakan membunuhku secara perlahan. Ketika Mrs Bianca sedang lengah, aku menyamar menjadi pelayan, tak sia-sia juga setiap hari aku belajar bela diri dari Arkana dan anak buahnya selama lebih tiga tahun ini, setidaknya aku memiliki keberanian untuk meninggalkan penjara indah ini.


Saat melintas di antara pelayan, aku sangat santai karena tak ada satu pun yang mengenali penyamaranku. Aku diminta ke luar dari pulau dengan menaiki speed boath, untuk membeli banyak keperluan nyonya besar, Zara Septia, aku memang sengaja meminta banyak hal agar mereka sibuk dan tak punya kesempatan memperhatikan aku.


Setelah sampai di seberang dengan dua pengawal dari BS, aku meminta mereka menungguku. Beruntung sebelum memutuskan kabur, aku sudah banyak bertanya saat malam-malam hendak beristirahat dengan pelayan yang biasa membeli semua keperluanku. Aku merekam dengan baik cerita pelayan yang begitu antusias bercerita pengalamannya.


Aku seakan mengenal seluk beluk kota yang baru kudatangi ini. Tak membuang waktu terlalu banyak ketika memiliki kesempatan kabur aku segera melepaskan kostum pelayan dan menghapus seluruh make up penyamaranku sebagai lelaki. Ku lepas penutup rambut hingga kini rambutku tergerai indah melintasi bahuku. Aku masuk ke salah satu salon dan merubah seluruh penampilanku.


Kemudian berbelanja di sebuah butik kecil dan membeli beberapa pakaian yang lebih mencirikan ke tomboyan, dengan jaket hoodie dan beberapa jaket baseball. Tak tersisa lagi Zara Septia yang anggun dan lemah gemulai Aku tahu pelarian ini tak akan mudah. Tapi tujuanku bukan untuk berlari dari Bagas, aku akan mendekati dia dan membuktikan kebenaran sesungguhnya, siapa sebenarnya yang berdusta kepadanya.

__ADS_1


Perjalananku terasa panjang karena aku memilih menaiki kapal laut dan beberapa kali naik kendaraan umum seperti bus antar kota hingga tiba kembali di Jakarta.


Aku mengintai Bagas yang berada di perusahaan, dia keluar dengan salah satu staff di kantornya ke suatu tempat. Ternyata dia menuju sebuah cafe dan di sana ada Grizella menunggunya dengan ibu sambung Bagas.


Bagas mencium pipi Griz dan mencium punggung tangan Ibu sambungnya. Aku mendekat dan mencoba menguping pembicaraan mereka.


"Bagas, kini kamu percayakan kalau wanita jahat itu bukan istri yang baik buat kamu terlebih Ibu kandung kamu itu, dia menyusup karena istri kamu yang meminta kan? Jangan-jangan Bara itu juga anak dia dengan Arkana," hasut Ibu sambung Bagas.


Suamiku hanya diam dan tak menyahut. Tangan Grizella menyentuh lembut tangan kokoh suamiku.


Bagas diam, bahkan saat Griz meraih tangannya dan mengecup lembut tangan itu dia diam, tapi yang aku tangkap dari diamnya Bagas bukanlah menerima setiap ucapan kedua wanita itu, dia seperti mencerna sesuatu, aku hapal gerak gerik dan sorot mata itu. Aku berharap kebencian Bagas kepadaku tak akan membuat dia menjadi bodoh dan mudah tertipu. Suamiku sangat cerdas dan dingin, aku yakin dia sedang berupaya keras mencari tahu kebenaran semua bukti yang diungkap Griz dan Giandra.


Bukanlah Bagas Rainhard yang begitu mudah hancur dan tertipu, aku tahu kemarahan dan kekecewaannya kepadaku sangat meremukkan jiwanya. Selama ini dia serahkan seluruh rasa yakin dan percayanya padaku, bahwa aku tak akan menyimpan apa pun darinya, sekecil apa pun itu. Dia percaya aku tak akan pernah mengkhianatinya untuk alasan apa pun. Saat ini suamiku sangat terluka.


Satu bulan lebih aku disingkirkan ke pulau itu dengan penjagaan ketat. Aku tahu dia berniat melindungiku dari target musuh-musuhnya. Tapi aku Zara Septia, sudah terlalu sering ikut di dalam kekisruhan kehidupan suamiku. Aku tak akan berdiam diri bagai putri raja yang bodoh dan menunggu dijemput pangerannya.

__ADS_1


Aku akan menjadi bagian dari terbongkarnya kejahatan keluarga besar bagas Rainhard. Aku masih berdiam diri di pojokan sembari menyesap kopi robusta racikan barista terkenal di cafe ini, meskipun pertemuan Bagas dan kedua wanita licik itu sudah berakhir. Tak ada satupun manusia yang mengenaliku. Tapi aku tak akan berpuas diri. Aku segera memacu motor besar yang kubeli second di sebuah bengkel pinggiran kota. Tujuanku menuju ke rumah seorang kenalanku, Niken, perias wajah dan perombak penampilan yang sangat luar biasa piawai. Dia bahkan bisa mengubah manusia hingga 180°, NIken istri dari pengusaha muda ternama bernama Richard. Niken pernah menjadi perias wajah untuk film-film detektif. Kami berdua sama-sama gadis biasa yang beruntung dicintai dan dinikahi pria berkelas.


"Ken, kamu dimana? ini aku Zara Septia, istrinya Bagas," ucapku pelan.


"Astaga Zara, apa kabar? sudah lama kita ngga pernah ketemu, ini bukan nomer kamu yang biasa Ra," sahut suara di seberang telepon. Suara renyah Niken.


Aku mengatakan membutuhkan pertolongan dia, karena Niken pernah berada pada posisi aku saat ini, harus menyamar di depan suaminya, Richard, demi melindungi sang suami.


Niken memintaku datang ke rumah megah yang hanya di huni dia dan keluarga kecilnya. Dia menyambutku hangat dan memperkenalkan aku dengan suaminya Richard. Niken meminta aku untuk menginap sementara di rumahnya saja sampai misiku selesai. Ini adalah bonus penting yang tak aku sangka, tadinya aku hanya ingin dia membantuku melakukan penyamaran.


"Di rumah aku saja Ra, musuh kamu sangat berbahaya kalau mendengar dari cerita kamu, salah-salah kamu bisa koit dibuat mereka."


Aku menerima uluran tangan dari Niken dan mulai menyusun rencana untuk menjadi orang lain. Niken meminta Richard tidak menceritakan apa pun pada siapa pun perihal aku, istri Bagas Rainhard. Karena bisa membahayakan diriku. Richard cukup memahami bahkan dia berjanji akan membantuku.


Bersambung

__ADS_1


Niken dan Rich adalah tokoh utama di novel Mak Kadariah Burhan yang lain, yaitu Sweet Sin, dalam waktu dekat, novel ini juga akan mulai kembali digarap. Mohon dukungannya di novel SWEET SIN guys.


__ADS_2