Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Permintaan Alula


__ADS_3

Hari ini Alula mendapatkan panggilan untuk melakukan pemotretan di sebuah hotel. Setelah menyiapkan makan siang untuk suaminya, Alula bergegas pergi ke hotel. Hari ini ia dan dua orang temannya akan menjadi model untuk sebuah toko lingerie.


Tom yang kebetulan berada di hotel itu juga sedang bertemu dengan kliennya tidak sengaja melihat Alula. Tom mempercepat pertemuannya karena ingin mengikuti Alula.


Apa yang di lakukan oleh istrinya di sini ? batinnya.


Dua puluh menit kemudian Tom baru bisa mengakhiri pertemuannya. Ia pun langsung pergi menyusul Alula setelah menanyakan dengan resepsionis.


Tom membelalakkan matanya saat melihat Alula sedang menggunakan sebuah linggre dengan pose yang menggoda. Apa lagi saat melihat seorang pria yang menjadi fotografernya.


"Hentikan." suara Tom tiba-tiba yang membuat terkejut semua orang yang ada di sana. Terlebih lagi Alula.


Astaga. Jangan sampai dia melakukan itu. Batin Alula yang takut Tom akan membuat keributan dan membongkar hubungan mereka.


"Maaf. Anda siapa dan ada perlu apa ?" tanya menejer toko selaku penanggung jawab.


"Bisa bicara sebentar ?" tanya Tom datar karena tidak ingin membuat kekacauan.


"Tentu. Silahkan." wanita berumur empat puluh tahunan yang merupakan menejer toko itu pun mengajak Tom duduk di kursi yang ada di sana.


"Siapa dia ?" tanya pria muda yang menjadi fotografer.


Salah satu teman Alula hanya menggedik kan bahunya tidak tahu. Sementara yang satunya lagi seperti mengenali pria itu.

__ADS_1


"Alula bukankah itu asisten kekasih mu ? ups." wanita itu lalu menutup mulutnya karena keceplosan menyebut Sky kekasih Alula. Padahal pria itu sudah menikah dengan wanita lain.


"Eem, iya." jawab Alula berusaha bersikap biasa saja.


"Ada perlua apa dia ? oh atau mungkin dia di suruh bosnya untuk menjemput mu." kata wanita itu yang lagi-lagi keceplosan.


"Hah, mana mungkin." bantah Alila cepat.


"Aku sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan pria itu." kata Alula jujur.


Beberapa menit kemudian Tom pergi. Menejer toko kemudian memanggil Alula dan menyuruh wanita itu untuk bersiap pulang. Dia tidak jadi memakai Alula sebagai model untuk tokonya. Entah apa yang di bicarakan oleh Tom kepadanya sehingga ia langsung memutuskan untuk tidak memakai Alula.


"Ada apa ?" tanya teman Alula setelah berbicara dengan menejer toko.


"Serius." kedua wanita itu terkejut. Alula pun mengangguk.


Alula yakin ini pasti ada hubungannya dengan kedatangan Tom tadi.


"Tapi mengapa ?"


"Entahlah. Kata Nyonya Jeny hanya membutuhkan dua orang model saja." begitu alasan yang di berikan kepada Alula.


"Jangan sedih. Mungkin hari ini bukan rezeki untuk mu." salah seorang teman Alula memberikan semangat.

__ADS_1


"Iya, lagi pula kau mendapatkan uang muka sepuluh persen yang sudah mereka berikan tanpa harus memamerkan tubuh mu." timpal temannya yang lain.


Kemudian kedua wanita itu melanjutkan pekerjaannya dan Alula pun bersiap untuk pulang. Begitu keluar dari pintu utama Hotel, mobil Tom sudah menunggu. Alula segera masuk kedalam mobil yang pintunya sudah terbuka. Ternyata pria itu memang sengaja menunggunya.


Setelah Alula duduk dan memasang sealt beltnya, Tom langsung melajukan mobilnnya pulang ke apartemen. Sepanjang perjalanan Tom hanya diam karena menahan amarah dalam hati. Alula yang tahu jika suaminya itu sedang marah tidak berani untuk membuka suara. Apa lagi bertanya.


Alula mengikuti langkah Tom yang berjalan di depannya menunjuk unit apartemen tempat mereka tinggal.


Mengapa dia harus marah ? aku hanya melakukan pekerjaan ku tanpa menggangu pekerjaannya. Batin Alula yang sejak tadi memikirkan apa kesalahannya sampai Tom menjemputnya di saat dia sedang bekerja.


"Aku ingin kau berhenti jadi model." kalimat pertama yang di ucapkan Tom begitu masuk ke dalam apartemen.


"APA ?" Alula terkejut.


"Apa hak mu melarang ku untuk berhenti bekerja ? aku sudah lama membangun karir ku. Bahkan sebelum bertemu dengan mu." Alula mulai emosi.


Baru beberapa hari menjadi suaminya, Tom sudah berani mengatur hidupnya.


"Aku berhak melarang mu. Karena kau istri ku. Dan aku tidak suka kau memamerkan tubuh mu di depan orang lain." Tom melepaskan marah yang sejak tadi ia tahan.


"Baik. Jika kau menyuruhku untuk berhenti, kau harus memberi ku uang sebanyak yang aku dapatkan sebagai model." kata Alula menantang.


Tom hanyalah seorang asisten yang gajinya tidak jauh seperti pekerja kantoran umumnya. Mana mungkin pria itu sanggup untuk menyetujui permintaan Alula. Alula tersenyum tipis karena ia merasa menang.

__ADS_1


__ADS_2