Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 63


__ADS_3

Pagi harinya seperti biasa Tom dan Alula melakukan rutinitas masing-masing.


"Hari ini aku tidak bisa menjemput mu. Kau bisa pulang sendiri kan ?" ucap Tom sambil mengendarai mobilnya untuk mengantar Alula terlebih dahulu.


Hari ini jadwal Tom sangat padat. Sebagai CEO dia harus menemui dan berkenalan degan beberapa rekan bisnis yang bekerja sama dengan perusahaan PF Company.


"Selama ini juga aku pergi dan pulang kerja sendiri." balas Alula.


"Maaf. Aku terlalu lama baru bisa menemukanmu." kata Tom menyesal.


Padahal Tom sudah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mencari Alula. Namun karena Alula memang sengaja di sembunyikan oleh ayahnya membuat orang-orang suruhan Tom tidak bisa melacak keberadaan wanita itu.


"Aku mohon, tolong jangan pergi lagi." Tom mengambil tangan Alula dan menciumnya. Ada nada penyesalan dalam ucapannya.


Ya, Tom menyesal karena telah bersikap buruk kepada Alula sehingga membuat wanita itu pergi meninggalkannya.


Alula hanya diam dan tidak membalas perkataan Tom. Ia tidak tahu harus menjawab apa karena sejujurnya masih ada perasaan ragu dalam hati Alula.


"Terima kasih sudah mengantarku." perlahan Alula menarik tangannya. Kemudian ia langsung keluar dari mobil.

__ADS_1


Tom kembali menjalankan mobilnya menuju ke tempat kerjanya. Siap untuk memulai hari yang penuh dengan kesibukan. Namun Tom sudah memberitahu kepada asistennya untuk membatasi jadwalnya hanya sampai sore. Khusus hari ini dan besok. Karena malam ini ia akan membawa Alula bertemu dengan orang tuanya dan besoknya pula mereka akan pindah ke rumah baru.


Waktu pun bergulir begitu cepat. Jam sudah menunjukan pukul enam kurang sepuluh menit. Mendadak Alula merasa cemas karena malam ini Tom akan membawa dan memperkenalkannya kepada orang tua suaminya. Yang berarti mertuanya.


Bagaimana nanti reaksi ayah dan ibu tiri Tom. Apakah mereka akan menerima dia dan putranya sebagai keluarga. Atau malah sebaliknya.


Setelah membersihkan diri Alula pun bersiap-siap sementara putranya masih tidur. Pukul enam tiga puluh menit akhirnya Tom tiba di rumah.


Pria itu tersenyum melihat penampilan istrinya yang begitu cantik.


"Cantik sekali istri ku." puji Tom sambil memegang tangan Alula.


"Kau kenapa ? sakit ?" tanya Tom ketika ia merasakan tangan Alula yang begitu dingin.


Tom memijit dan mengusap-usap kedua tangan Alula untuk menghilangkan kedinginan itu. Sungguh ia merasa cemas dan takut terjadi sesuatu kepada istrinya.


"A aku tidak apa-apa." jawab Alula


"Tapi mengapa tanganmu dingin sekali ?" tanya Tom cemas.

__ADS_1


"A aku hanya gugup akan bertemu orang tua mu." jawab Alula jujur. Karena memang itu yang sedang ia rasakan.


Alula ingat cerita Tom kemarin malam tentang pernikahan ayah dan ibunya yang terpaksa bercerai karena tidak mendapatkan restu. Dan Alula tidak ingin itu terjadi kepadanya mengingat kisah hidupnya sama seperti ibu Tom yang berasal dari panti asuhan.


"Aku takut. Bagaimana jika mereka tidak menerima ku ?" lanjut Alula mengungkapkan apa yang sejak tadi ia pikirkan.


Mendengar itu Tom lantas tersenyum. Mana mungkin ayah dan ibu tirinya tidak menerima Alula, sedangkan keduanya begitu menyayangi Alula. Padahal Tom belum memberitahu tentang pernikahan mereka secara langsung.


Tom tidak pernah memberitahukan apa-apa kepada Samuel tentang dirinya. Termasuk saat ia menikah. Tom bahkan tidak perlu restu dari ayahnya. Selama ini Samuel lah yang selalu mencari tahu tentang Tom melalui orang suruhannya.


"Jangan berpikir berlebihan. Semuanya akan baik-baik saja. Percayalah." ucap Tom untuk menenangkan Alula.


Tak jauh berbeda dengan Alula, saat ini Widya juga sedang cemas. Ia takut Alula akan marah dan membencinya dan Samuel karena telah menyembunyikan status mereka sebagai orang tua Tom.


"Sam, bagaimana jika Alula marah karena merasa kita telah menipunya selama ini ?" tanya Widya cemas.


"Jangan berpikir berlebihan. Semuanya akan baik-baik saja. Percayalah." kata Samuel sama persis seperti apa yang Tom ucapkan.


Like father like son. Begitulah Samuel dan Tom. Meskipun selama ini Tom tidak pernah mengakui Samuel sebagai ayahnya. Namun Tom lebih dominan mewarisi sifat Samuel dari pada sifat ibunya.

__ADS_1


__ADS_2