Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 49


__ADS_3

Samuel dan Widya tidak kuasa lagi untuk menahan Tom menemui Alula. Mereka juga merasakan kasihan kepada Tom, sudah dua bulan ini Tom mau bersabar dan menahan diri untuk tidak bertemu Alula. Padahal Tom sangat ingin melakukannya.


Widya kembali ke kamar Alula dengan perasaan yang cemas.


"Mama sudah selesai ?" tanya Alula ketika melihat kedatangan Widya.


"Bisa kita pergi sekarang ? Aku ingin berpamitan dulu sama papa." kata Alula lagi sambil mengambil slingbagnya.


Namun Widya hanya diam saja. Widya merasa ragu ingin mengatakan kepada Alula tentang kedatangan Tom.


"Sebentar Alula."


Alula menghentikan gerakan tangannya ketika mendengar nada bicara Widya tidak seperti biasanya.


"Seseorang ingin bertemu dengan mu."


Belum sempat Alula bertanya siapa yang ingin bertemu dengannya, pintu kamar tiba-tiba di buka dari luar.


Alula terkejut begitu melihat sosok pria yang sudah hampir delapan bulan tidak di lihatnya. Pria yang selama ini diam-diam ia rindukan. Untuk sesaat tatapan mata mereka bertemu.

__ADS_1


Tom menatap penuh kerinduan kepada Alula. Sedangkan Alula menatap Tom dengan perasaan yang bercampur aduk antara rindu, senang dan takut.


Ya, perasaan takut jika ingin mengambil anaknya.


"Sebaiknya kalian bicara dulu berdua." suara Widya memutuskan pandangan antara suami istri itu.


"Sini, biar Bastian sama mama." Widya mengambil Bastian dari gendongan Alula dan segera membawa bayi itu keluar. Widya sengaja ingin memberikan waktu kepada Alula dan Tom


Tom langsung memeluk tubuh Alula dengan erat tanpa berbicara satu patah kata pun. Alula yang masih terkejut dengan kedatangan Tom tidak sempat berpikir apa-apa dan membiarkan Tom yang masih memeluknya.


Setelah puas memeluk, sekarang Tom beralih pada wajah cantik Alula.


Perlahan Tom mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Alula. Bibir yang sudah menjadi candunya sekaligus yang sudah lama tidak ia rasakan. Tom mencium bibir Alula dengan sangat lembut sehingga membuat Alula yang juga sudah lama tidak merasakannya ikut terbuai dan menikmati ciuman itu.


Seketika Alula kembali kepada kesadarannya dan segera mendorong kuat tubuh Tom sehingga tautan bibir mereka terlepas.


"Apa yang kau lakukan di sini ?" tanya Alula tegas untuk menyembunyikan rasa takutnya kepada Tom.


"Tentu saja untuk menjemput mu dan putra kita." jawab Tom lembut.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak bisa." tolak Alula.


"Aku minta kau secepatnya mengurus surat perceraian." kata Alula yang membuat Tom begitu terkejut.


Meskipun bukan baru sekali ini Alula meminta cerai, tapi Tom tidak menyangka istrinya itu masih keukuh ingin berpisah setelah melahirkan.


Tom pikir Alula akan berubah dan mempertahankan rumah tangga mereka demi memberikan keluarga yang utuh untuk sang putra. Namun nyatanya tidak. Alula lebih memilih untuk membesarkan anaknya sendirian.


"Alula, maafkan aku. Aku tahu, aku sudah begitu banyak menyakiti mu. Tolong beri aku kesempatan untuk membuat mu bahagia." ucap Tom memohon.


"Kau tidak perlu melakukan itu. Aku sudah memaafkan mu. Dan aku juga sudah sangat bahagia di sini tanpa mu. Jadi, pergilah." balas Alula dengan berpura-pura acuh. Padahal jauh dalam lubuk hatinya begitu ingin hidup bahagia seperti yang Tom ucapan.


Namun ketika Alula ingat bagaimana ia pernah menjalani hidup bersama dengan Tom meskipun hanya beberapa bulan saja membuat Alula membuang jauh-jauh keinginannya itu.


"Baiklah, untuk hari ini aku akan pergi. Tapi bukan berarti aku menyerah. Aku akan terus berusaha sampai kau mau menerima ku." Tom sadar jika dia tetap memaksa Alula maka Alula akan semakin membencinya. Jadi untuk sementara Tom akan mengalah dan pelan-pelan memperbaiki hubungannya dengan wanita yang ia cintai itu.


Tom kembali berbalik saat dia sudah membuka pintu kamar Alula.


"Oh ya. Sebelum aku pergi boleh kah aku .." Tom menghentikan ucapannya begitu sudah berada tepat di depan Alula.

__ADS_1


"Apa ?" Alula menelan ludahnya saat Tom menatapnya penuh arti.


__ADS_2