
Satu minggu sudah berlalu. Tapi, Tom masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan Alula. Wanita yang dia cintai itu seolah-olah hilang di telan bumi tanpa jejak sama sekali.
Sementara itu orang yang di cari-cari sekarang tengah duduk dengan tenang sambil menikmati keindahan salah satu pantai di Bali. Selama satu minggu ini Alula tinggal di rumah Tuan Samuel yang terletak tidak jauh dari pantai.
Baru hari ini dokter Sinta mengizinkan Alula keluar dari kamar. Setiap hari dokter Sinta akan datang memeriksa Alula pada pagi dan sore hari. Seperti pasien di rumah sakit pada umumnya. Sehingga membuat Alula merasa tidak enak kepada Tuan Samuel dan istrinya karena diperlakukan istimewa seperti itu.
"Lula." sapa Widya yang baru datang dan membuyarkan lamunan Alula.
Alula tersenyum melihat kedatangan wanita yang sudah mau menampung dirinya selama satu minggu ini.
Widya kemudian mendudukkan tubuhnya di samping Alula dan ikut melihat pemandangan laut yang selalu membuatnya tenang.
"Kau memikirkan suami mu ?" tebak Widya yang sejak tadi melihat Alula melamun.
Tak ingin Alula larut dengan pikirannya yang entah memikirkan apa, akhirnya Widya mendekati Alula. Mungkin saja Alula mau berbagi cerita tentang apa yang terjadi antara dia dan suaminya.
__ADS_1
"Tidak, Nyonya." Alula menggeleng sambil memaksakan senyumannya.
Memang benar saat ini Alula sedang tidak memikirkan Tom. Tapi ia memikirkan bagaimana dia akan melanjutkan hidup kedepannya. Tidak mungkin kan ia akan menumpang tinggal di pada Nyonya Widya selamanya. Kurang dari lima bulan lagi Alula akan melahirkan. Sementara ia tidak memiliki uang sepeser pun. Kalau pun dia ingin bekerja, pekerjaan apa yang bisa di lakukan oleh wanita hamil sepertinya. Ditambah lagi Kartu Tanda Penduduknya hilang entah di mana.
"Lalu memikirkan apa ? ingat pesan dokter Sinta. Tidak boleh stress. Bisa berpengaruh pada kehamilan mu." Widya mengingatkan.
"Terima kasih. Saya sangat beruntung bisa bertemu dengan Nyonya Widya dan Tuan Samuel." Alula tersenyum tulus karena sangat bersyukur di tolong oleh Tuan Samuel.
Ya, Widya menceritakan jika dia dan Samuel tidak sengaja menemukan Alula tergeletak di tepi jalan saat mereka pergi ke bandara untuk pulang ke Bali. Karena itulah mereka membawa Alula pulang bersama.
Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Alula di culik dari rumah sakit oleh orang-orang suruhan Samuel. Kemudian di bawa ke Bali menggunakan pesawat pribadi milik Samuel.
"Nyonya, bolehkah aku bekerja sebagai pelayan ?" tanya Alula yang membuat Widya terkejut.
"Ah, hanya sampai anak ku lahir. Saat ini saya juga tidak memiliki KTP dan saya juga belum mengenal lingkungan di sini." dengan cepat Alula menambahkan karena ia pikir Nyonya Widya tidak mau menerimanya.
__ADS_1
Padahal Widya terkejut karena ia tidak menyangka Alula masih mau tinggal di sini meskipun hanya ingin jadi pelayan. Widya dan Samuel sudah menyiapkan rencana agar bisa tetap menahan Alula. Widya tersenyum mendengar ucapan Alula. Tentu saja dia sangat bahagia.
"Kami sangat senang jika kau masih ingin tinggal di sini. Kalau begitu kau bisa membantu ku di sekolah . Kau kan seorang model." kata Widya senang.
"Tapi saya hanya model amatiran. Bukan dari sekolah khusus." kata Alula malu dan tidak percaya diri.
"Tapi saya bisa jadi petugas kebersihan di sana." tambah Alula dengan semangat. Tidak ingin melepaskan tawaran dari Nyonya Widya. Karena ia benar-benar membutuhkan pekerjaan saat ini.
Sementara itu di perusahaan Skyhealthy. Tom sedang membaca laporan yang baru saja ia terima dari orang suruhannya.
"Tuan, Direktur Rumah Sakit Dharma Santhi ingin bertemu." beritahu Lucy.
Tom langsung mengangkat pandangannya melihat asistennya itu ketika mendengar sebuah nama rumah sakit yang terdengar asing di telinganya.
"Apa kita pernah bekerja sama dengannya ?"
__ADS_1
"Belum pernah. Rumah Sakit Dharma Santhi adalah salah satu rumah sakit terbesar di Bali." jawab Lucy sekaligus memberikan sedikit informasi. Lucy yakin atasannya itu pasti belum tahu tentang rumah sakit itu.
"Suruh dia masuk." tanpa berpikir panjang Tom langsung setuju untuk bertemu dengan direktur Rumah Sakit Dharma Santhi yang dia sendiri belum kenal.