Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 29


__ADS_3

Di dalam kamar Alula tidak bisa berbaring dengan tenang. Padahal saat ini kepalanya terasa pusing. Selain itu tubuhnya juga terasa panas.


"Ya ampun. Apa yang terjadi pada ku ?" Alula merasa sangat tidak nyaman. Ia takut terjadi apa-apa kepada kandungannya.


Alula terkejut ketika seseorang tiba-tiba membuka pintu kamar hotel yang ia tempati. Perasaannya jadi takut karena ia hanya sendirian di kamar ini. Apa mungkin Reva ? Tapi bagaimana jika itu seorang pria.


"Kak Hadi." Alula merasa lega melihat ternyata itu Hadi.


"Lula, kau kenapa ?" tanya Hadi cemas melihat wajah Alula memerah.


"Kepala ku sakit kak. Dan tubuh ku terasa gerah." jawab Alula jujur mengatakan apa yang sedang ia rasakan saat ini.


Ternyata benar, wanita itu ingin menjebak Alula. Batin Hadi yang sejak tadi merasa curiga melihat wanita yang bersama Alula. Apa lagi setelah Hadi mendengar wanita itu menelpon seseorang di depan pintu kamar.


Ya, pria berseragam hotel yang di marahi oleh Reva tadi adalah Hadi. Hadi merupakan karyawan senior di hotel ini dan hari ini ia di tugaskan untuk mengawas room boy yang bekerja di lantai lima. Kerena itu tidak masalah dia duduk di restoran selama dua jam menunggu Alula. Hadi ingin menyapa wanita yang ia cintai sekaligus menunjukkan tempatnya bekerja. Tapi ia malah mendapati Alula akan dijebak oleh teman sendiri.


"Ayo cepat ikut kakak." Hadi menarik tangan Alula dan memapah wanita itu untuk segera keluar dari kamar hotel. Mereka tidak punya banyak waktu untuk melarikan diri sebelum orang yang di telpon oleh Reva tadi datang.

__ADS_1


"Ikut kemana kak ?" tanya Alula bingung di tengah rasa sakitnya.


"Nanti kakak jelaskan."


"Tapi teman ku .., aahh." belum sempat Alula meneruskan kalimatnya, ia terkejut ketika Hadi tiba-tiba mengangkat tubuhnya masuk ke dalam troli.


"Diam dan jangan bergerak." pesan Hadi sebelum ia menutup tubuh Alula dengan tumpukan selimut dan seprey.


Meskipun tidak tahu apa yang sedang terjadi, Alula tetap menurut apa yang Hadi lakukan padanya. Karena Alula sudah sangat mempercayai pria yang mencintainya itu.


"Ayo keluar. Sekarang kau sudah aman." Hadi dengan cepat membongkar kain-kain yang menutup Alula dan segera mengeluarkan Alula. Hadi tahu Alula sedang tidak baik-baik saja.


"Ada apa kak ? ah, rasanya sangat panas." Alula yang merasa tidak nyaman membuka gaunnya untuk menghilangkan rasa panas tanpa peduli masih ada Hadi di sana.


"Lula apa yang kau lakukan." Hadi menahan tangan Alula yang sudah membuka setengah gaunnya.


Hadi menelan ludahnya melihat tubuh bagian atas Alula yang hanya ditutup dengan kain berenda pada aset kembarnya.

__ADS_1


Alula langsung berdesir ketika Hadi menyentuh tangannya.


"Kak." kata Alula lemah dan hampir menangis. Mengapa tiba-tiba saja ia jadi menginginkan pria yang ada di depannya ini. Pria yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri.


Hadi menyadari jika Alula sedang di bawah pengaruh obat perangsang. Ia segera melepaskan tangan Alula dan langsung berbalik badan. Tidak ingin melihat tubuh Alula.


"Lula masuklah ke kamar mandi." perintah Hadi yang sudah berdiri membelakangi Alula.


"Tapi aku ingin ..."


"Masuk ke kamar mandi !" Hadi memotong perkataan Alula.


Hadi takut Alula semakin hilang kendali. Atau dia yang takut pada dirinya sendiri yang tidak bisa menahan diri jika melihat tubuh Alula. Wanita yang memang ia inginkan.


"Kak." suara Alula semakin lirih. Ia begitu takut dengan apa yang ia rasakan saat ini.


Hadi terpaksa berbalik menghadap Alula karena wanita itu masih tidak bergerak di tempatnya berdiri. Hadi sangat sedih mendengar suara Alula yang begitu sayu. Ia harus segera melakukan sesuatu untuk membantu Alula yang semakin lama semakin tersiksa karena pengaruh obat sialan itu.

__ADS_1


__ADS_2