
"Bagai mana jika saya orang jahat yang punya niat buruk pada keluarga ini ?" kata Alula yang mau menyadarkan Nyonya Widya dengan permintaan konyolnya.
Hanya karena tidak memiliki anak, Nyonya Widya ingin menjadikan orang asing yang baru dua minggu dikenalnya sebagai anak angkat.
"Tidak. Saya yakin kau tidak seperti itu." jawab Widya.
"Tapi Nyonya tidak tahu dari mana asal usul saya. Apa Nyonya tidak curiga sama sekali dengan saya yang tiba-tiba muncul dalam kehidupan anda ?" tanya Alula sekali lagi yang tak mengerti dengan jalan pikiran Nyonya Widya.
Widya tersenyum mendengar apa yang di katakan Alula. Menantunya itu memang berbeda dari yang lain. Mungkin sebagian orang akan langsung setuju ketika Widya yang notabenenya orang kaya raya ingin menjadikan anak angkatnya. Tapi, tidak dengan Alula yang justru menolak secara yang halus. Serta mengingatkannya untuk lebih berhati-hati.
Ya, meskipun Alula begitu ingin menjadi orang kaya, tapi tidak dengan cara seperti ini. Berbeda halnya jika dia menikah dengan pria kaya. Sebagai seorang istri, setidaknya Alula bisa meminta uang nafkah dari suaminya. Dan dari uang itu ia bisa gunakan untuk keperluan panti asuhan. Atau Alula juga bisa meminta suaminya menjadi donatur atau bahkan membangun sebuah panti.
"Lula sebenarnya saya sudah mengetahui ..."
"Widya."
__ADS_1
Suara Samuel tiba-tiba mengalihkan perhatian kedua wanita beda generasi itu. Entah sejak kapan Samuel berdiri di depan pintu kamar Alula dan mendengar pembicaraan istri dan menantunya. Ketika mendengar Widya yang hampir keceplosan, Samuel langsung muncul dan bersuara.
"Sam, kau sudah pulang ?" tanya Widya senang melihat suaminya sudah pulang.
Sementara Alula menunduk memberi hormat seperti yang biasa para pelayan lakukan kepada pemilik rumah tempat ia tinggal sekarang. Yang tidak lain adalah ayah mertuanya sendiri.
Samuel hanya menjawab dengan anggukan. Samuel lalu menatap Widya dan memberikan kode agar mengikutinya keluar dari kamar Alula.
"Maaf, Sam. Aku hanya terlalu bersemangat akan dianggap Alula sebagai orang tua." kata Widya setelah Samuel menegurnya ketika mereka sudah sampai di kamar.
Jika saja suaminya itu tidak segera datang, mungkin Widya sudah mengatakan kepada Alula jika dia mengetahui semuanya tentang wanita yang tengah mengandung itu.
Widya selalu tidak sabaran dan sangat antusias pada apa yang dia inginkan.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Alula sudah berpakaian rapi. Wajahnya terlihat cantik berseri-seri dengan perut yang sudah terlihat membuncit. Alula begitu bersemangat hari ini karena ingin memulai hidup barunya. Ia akan berkerja dengan baik dan mengumpulkan uang untuk persiapan melahirkan bayinya nanti.
__ADS_1
Berbeda dengan Alula, pagi ini Tom terlihat sedih dan tak bersemangat. Seperti biasanya, setiap pagi Tom lebih dulu mengantarkan Sky ke rumah sakit. Tapi hari ini Sky tidak sendirian. Ia pergi ke rumah sakit bersama dengan Ana. Hari ini merupakan jadwal pemeriksaan kandungan Ana.
Melihat penampilan istri dari Tuannya dengan perut yang terlihat semakin membesar jadi mengingatkan Tom pada Alula. Mungkin saat ini perut Alula juga sudah sebesar perut Ana yang memasuki usia lima bulan kandungan.
"Berhenti di sini." suara perintah Sky mengalihkan Tom dari memikirkan Alula. Tom langsung memelankan mobilnya untuk mencari tempat berhenti.
"Kau ingin yang mana ? biar Tom yang turun membelinya." Sky berkata dengan lembut kepada Ana.
Saat melewati jalan tadi, Ana melihat sederet stan yang menjual kue-kue tradisional. Tiba-tiba saja ia ingin makan kue-kue itu.
"Aku tidak mau. Ayo, kita turun." Ana menarik tangan Sky dan memaksa suaminya untuk ikut keluar dari mobil.
Akhirnya mau tidak mau Sky menuruti keinginan sang istri. Sementara Tom juga ikut keluar untuk memastikan keselamatan Tuan dan nonanya.
Tom memperhatikan sikap Tuannya semakin banyak berubah. Apa lagi setelah sang istri hamil dan banyak maunya. Karena istri tuannya itu sering mengidam dan minta di belikan yang macam-macam dan harus Sky sendiri yang membelinya.
__ADS_1
Melihat hal itu, lagi-lagi Tom teringat dengan Alula. Istrinya itu sudah hamil lima bulan. Tapi Alula tidak pernah meminta apapun padanya selain cerai. Tom menghela napas berat ketika mengingat Alula yang sekarang menghilang dan tidak tahu di mana keberadaannya.
Kau di mana sekarang ?