Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Makan Siang Bersama


__ADS_3

Pagi harinya Alula terbangun dan tidak melihat keberadaan Tom di kamar. Ia melihat jam ternyata sudah pukul sembilan pagi. Pantas saja pria itu tidak ada. Pasti jam segini sudah pergi bekerja. Alula kemudian bangun untuk membersihkan dirinya. Setelah ini ia akan pergi untuk berbelanja bahan-bahan makanan.


Alula memakai baju kaos dan celana jeans. Ia mengikat rambutnya tinggi dan memakai topi. Tidak lupa juga memakai masker agar orang-orang tidak ada yang mengenalinya sebagai seorang model. Biasanya Alula selalu memakai gaun yang agak seksi setiap kali keluar bersama teman-temannya atau menemui Sky.


Setelah hampir satu jam berkeliling di supermarket akhirnya Alula kembali ke apartemen. Ia mengeluarkan selembar uang lima ribuan dari sakunya dan meletakkan di atas meja.


"Ini barangnya yang mahal atau dia yang pelit memberikan uang belanja ?" Alula bertanya pada dirinya sendiri sambil menatap nanar uang lima ribuan di atas meja.


Tak ingin pusing memikirkan tentang uang lima ribuan, Alula segera membereskan belanjanya. Setelah itu ia lanjut untuk memasak makan siang karena hari semakin beranjak siang. Alula tidak tahu apa suaminya akan pulang untuk makan di rumah ataupun makanan apa yang di makan dan tidak di makan oleh pria itu. Yang jelas dia sudah menjalankan perintah Tom tadi malam yang hanya menyuruhnya untuk menyiapkan makanan.


Sebelum pukul dua belas, Alula sudah selesai menghidangkan beberapa macam makanan di meja. Tinggal menunggu Tom pulang saja. Alula kemudian masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya yang terasa gerah karena beraktivitas di dapur.


Meskipun seorang model, Alula bukanlah seorang wanita yang tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Membersihkan apartemen yang tidak terlalu luas dan memasak makanan untuk berdua adalah suatu hal yang mudah bagi Alula. Ketika ia masih tinggal di panti, Alula sudah terbiasa membersihkan sebuah rumah panti yang luas dan menyediakan makanan untuk para penghuninya.

__ADS_1


Saat Alula membuka pintu kamar bersamaan dengan Tom yang juga baru masuk ke dalam apartemen. Pandangan mata mereka langsung bertemu dan sama-sama saling menatap.


"Kau sudah pulang ?" tanya Alula yang lebih dulu memutuskan tatapan matanya. Tom tidak menjawab. Pria itu hanya mengangguk.


Sebenarnya Tom sengaja menyempatkan waktu untuk pulang di tengah kesibukannya. Makan siang hanyalah sebuah alasan agar ia bisa pulang untuk bertemu sang istri.


"Aku sudah masak. A apa kau mau makan sekarang ?" kata Alula terbata ketika melihat Tom berjalan kearahnya.


Tanpa mengatakan apapun dan tanpa aba-aba Tom langsung menyambar bibir manis Alula yang sejak tadi pagi selalu mengganggu konsentrasinya.


"Aku ingin makan sekarang." ucap Tom sambil mengusap bibir Alula yang basah dengan ibu jarinya.


Jika saja Tom tidak memiliki pertemuan penting dengan kliennya setelah jam makan siang, ia pasti sudah mengajak Alula untuk berolahraga di ranjang siang ini.

__ADS_1


Keduanya menikmati makanan siang dengan tenang. Tak ada pembiaran apapun. Baik Tom maupun Alula larut dengan pikirannya masing-masing yang entah memikirkan apa.


Tom diam karena begitu menikmati menu rumahan yang di masak oleh Alula. Selama ini pria itu makan makanan yang ia beli. Tom terlalu sibuk untuk membuat makanan sendiri. Sementara Alula menikmati makanannya sambil menunggu Tom untuk berkomentar tentang menu makanan yang ia masak. Namun sampai pria itu menyudahi makannya, Tom tidak mengatakan apapun dan Alula menganggap lidah Tom bisa menerima masakannya.


Usai acara makan siang bersama sang istri, Tom langsung pergi untuk melakukan pertemuan bisnis. Tom lebih dulu menghubungi asistennya yang akan menemaninya untuk bertemu klien.


Sementara itu di apartemen. Alula tengah duduk bersantai sambil menonton tv. Sepertinya hari ini dia tidak akan pergi ke mana-mana. Alula merasa lelah dan tubuhnya masih terasa sakit karena melayani hasrat suaminya tadi malam. Jadi dia memutuskan untuk beristirahat di rumah saja. Lagi pula ia tidak ada jadwal pemotretan hari ini.


Alula mengambil ponselnya yang berdering. Ternyata Reva yang menghubunginya.


"Alula." sapa Reva dari seberang sana.


"Reva. Ada apa ?" balas Alula.

__ADS_1


"Ya ampun, Alula. Sudah lima hari kau tidak ada kabar. Apa kau baik-baik saja. Aku begitu mencemaskan keadaan mu." kata Reva pura-pura perhatian dengan temannya itu.


Padahal dia sendiri asik menikmati liburan bersama kekasihnya di Bali dan tidak sedikitpun memikirkan tentang Alula. Reva menghubungi Alula karena hanya ingin mencari tahu siapa pria yang sudah membawa Alula pergi malam itu.


__ADS_2