
Tom terkejut mendengar Alula menuduhnya memiliki kekasih. Padahal seumur hidup Tom tidak pernah menyukai wanita manapun. Apalagi memiliki kekasih. Hanya Alula saja yang berhasil masuk ke dalam kehidupannya yang kesepian dan kaku.
Kemarahan di hati Tom tiba-tiba menguap mendengar tuduhan Alula.
"Apa kau cemburu melihat ku dengan wanita lain ?" tanya Tom yang berharap Alula menjawab 'IYA'. Entah mengapa Tom akan merasa senang jika benar Alula cemburu.
"Tidak sama sekali." jawab Alula tegas yang tidak sesuai dengan harapan Tom.
"Aku hanya marah kepada mu. Jika kau sudah memiliki kekasih, untuk apa kau memaksa ku menikah dengan mu ? Lebih baik kau menikah dengan kekasih mu itu." kata Alula emosi.
"Wanita itu bukan kekasih ku." lirih Tom. Namun Alula tidak mendengarnya karena wanita itu sudah pergi ke kamar membawa sakit hatinya yang sejak tadi pagi ia pendam dan baru sekarang ia bisa melampiaskannya.
__ADS_1
Tom menghela napasnya. Tiba-tiba saja dalam hatinya merasa kecewa. Kecewa karena Alula begitu ingin berpisah dengannya dan wanita itu juga tidak merasa cemburu melihatnya dengan Lucy.
Beberapa hari kemudian, Alula kembali membawa ibu Rumi melakukan cek ulang di rumah sakit. Lagi-lagi dia tidak sengaja melihat Sky. Tapi, hari ini dia tidak melihat Sky bersama dengan Tom. Melainkan pria itu bersama dengan istrinya. Mereka terlihat sangat mesra. Berjalan dengan bergandengan tangan.
Alula segera berbalik badan menghadap dinding, pura-pura membaca papan informasi yang tertempel di dinding rumah sakit agar dia tidak terlihat. Setelah pasangan suami istri itu tidak terlihat lagi, barulah Alula melanjutkan langkahnya untuk menebus obat ibu Rumi. Setelah semua urusannya selesai, Alula dan ibu Rumi pulang ke rumah panti.
Sementara itu di ruangan poli kandungan, Sky dan Ana sedang berdebar-debar saat dokter akan melakukakan pemeriksaan. Tidak hanya Sky dan Ana, si dokter pun berdebar saat akan memeriksa istri dari sang direktur rumah sakit ini. Tangan dokter wanita itu bergetar ketika meletakkan gel di perut Ana untuk melakukan USG. Hampir saja alat di tangannya terlepas ketika melihat sebuah pemandangan langka. Dimana sang direktur tersenyum saat melihat layar monitor yang menampilkan janin yang masih begitu kecil di dalam perut istrinya.
Kali ini dokter kandungan itu hampir pingsan karena melihat sang direktur bersikap manis kepada istrinya. Mungkin kedepannya ia akan sering melihat pemandangan seperti ini.
Akhirnya dua puluh menit yang mendebarkan bagi dokter kandungan itu berakhir.
__ADS_1
"Terima kasih, dokter." ucap Ana sebelum keluar dari ruangan poli kandungan.
Usai melakukan pemeriksaan, Ana tidak langsung pulang. Ia akan menunggu sampai Sky pulang sore nanti. Meskipun sebenarnya Sky ingin langsung mengantarkan dia pulang karena tidak ingin membuat Ana lelah menunggunya. Tapi, Ana tetap memaksa untuk menemani Sky sampai selesai bekerja.
Menjelang waktu pulang kerja, Tom datang menemui Sky di rumah sakit. Seperti biasa, ada berkas yang harus di tandatangani oleh Sky.
"Tom, malam ini kami akan mengadakan syukuran di rumah mama. Datanglah bersama istri mu." kata Ana mengundang asisten suaminya.
Mama Helena akan membuat acara syukuran atas kehamilan Ana. Mereka hanya mengundang keluarga dan kerabat dekat saja.
Tom melihat kearah Sky sebelum menjawab perintah istri tuannya. Dia harus meminta persetujuan Sky terlebih dahulu sebelum mambawa Alula datang. Pasalnya Ana belum tahu jika istri Tom adalah Alula. Mantan kekasih Sky.
__ADS_1