
"Bagaimana ? kau tidak mampu kan ?" kata Alula meremehkan pria yang ada di hadapannya yang hanya diam.
"Aku tidak akan memberikannya sekali pun aku mampu." jawab Tom dengan suara tertahan karena tidak ingin melampiaskan emosinya kepada sang istri.
Sebenarnya Tom lebih dari mampu untuk memberikan apa yang Alula minta. Karena pendapatannya sebagai sekertaris perusahaan Healthy Sky sekaligus asisten CEO nya lima kali lipat lebih banyak dari pendapatan Alula setahun. Tapi, Tom tidak akan terprovokasi hanya karena Alula meremehkannya.
"Jangan berkhayal ingin jadi Cinderella karena itu hanya ada di negeri dongeng. Ingatlah siapa dirimu dan dari mana asal usul mu." kata Tom yang lagi-lagi menyerang dari sisi lemah Alula.
Setelah itu Tom pergi ke ruangan kerjanya karena ingin menghentikan perdebatan dengan Alula. Sementara Alula masuk kedalam kamar dengan perasaan marah dan sakit hatinya. Alula menangis karena kata-kata hinaan yang di lontarkan oleh Tom. Ia cukup tau siapa dirinya dan dari mana asalnya. Karena itulah selama ini ia bekerja keras untuk mendapatkan banyak uang. Ada nyawa yang harus dia selamatkan dan ada masa depan yang ingin ia perjuangkan. Tapi, tentu saja Tom tidak akan mengerti. Karena baginya Alula hanyalah seorang wanita yang boros dan bergaya hidup glamor.
Alula baru keluar kamar saat hari sudah hampir sore. Ia menangis sampai tertidur dan terbangun saat merasakan perutnya sudah lapar karena belum makan siang. Tadi, Alula terburu-buru untuk melakukan pemotretan. Alula langsung pergi setelah menyiapkan makan siang untuk Tom.
Alula melihat makanan di atas meja tinggal sebagian. Itu artinya Tom makan siang di rumah.
"Hem, setidaknya dia memakan masakan ku."
Meskipun dalam keadaan marah Tom mau makan masakan Alula sehingga Alula pun tetap menyiapkan makan malam untuk Tom. Padahal Alula masih marah karena pertengkaran mereka tadi.
Saat Tom pulang kerja, pria itu sama sekali tidak menyapanya. Begitu juga dengan Alula. Sedikitpun tidak mengeluarkan suaranya. Bahkan saat makan malam pun, mereka makan dalam diam. Hanya suara dentingan sendok dan piring yang terdengar.
Setelah makan malam, Tom pergi keluar karena ada sesuatu yang harus dia kerjakan. Sementara Alula masuk ke dalam kamar. Lima belas menit kemudian Tom sudah kembali dan langsung masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Apa-apaan ini ! umpat Alula ketika merasakan sebuah tangan melingkar di perutnya.
Alula yang masih marah kepada Tom berpura-pura tidur karena tidak ingin melayani pria itu.
"Aku tahu kau belum tidur." bisik Tom dengan suara lembut di telinga Alula sambil mencium-cium belakang leher Alula sehingga membuat wanita itu geli sekaligus berdesir.
Tom tersenyum ketika merasakan tubuh Alula menggeliat dalam pelukannya. Ia pun segera membalikkan tubuh Alula dan menindihnya.
"Aku menginginkan mu." lagi-lagi Tom berucap lembut sehingga membuat Alula terbuai. Padahal Alula sudah bertekad tidak ingin melayani suaminya karena masih marah.
Dasar pria bren**ek. Bersikap lembut hanya ada maunya. Umpat Alula dalam hati.
Alula akui setiap kali mereka bercinta, Tom selalu memperlakukannya dengan lembut dan hangat. Berbeda sekali dengan sikapnya yang biasa, yang selalu berkata sinis dan menyakiti hati. Meskipun sering bertengkar tapi Tom tidak pernah melakukan kekerasan fisik terhadap Alula. Dan meskipun dalam keadaan marah, Tom tetap minta jatah setiap hari. Terkadang Alula merasa dirinya hanya di jadikan sebagai istri pemuas nafsu saja.
Tiga puluh menit kemudian Alula sudah tiba di sebuah rumah sederhana. Beberapa orang anak-anak yang sedang membersihkan halaman menyambut kedatangan Alula dengan gembira.
"Kak Lula !" serunya.
"Halo semuanya." Alula membalas sapaan mereka dengan penuh senyuman.
"Via, Cici, Dira, Rian apa kabar ?" Alula menyebut satu-satu nama mereka dan menanyakan kabar.
__ADS_1
"Baik kak." jawab mereka bersamaan.
"Apa kalian sudah sarapan ?" tanya Alula lagi.
"Sudah kak."
"Syukurlah. Sekarang kakak mau masuk dulu. Kalian lanjutkan lagi bersih-bersihnya." kata Alula sebelum ia masuk ke dalam rumah yang sudah hampir dua minggu tidak dia kunjungi sejak menikah.
Sebelum menikah dulu, jika tidak punya kesibukan Alula selalu datang kemari. Bahkan ia sampai menginap. Alula kemudian langsung menuju dapur untuk meletakkan barang-barang yang sempat ia beli tadi berupa bahan-bahan makanan.
"Kak Lula." sapa dua orang gadis remaja yang berada di dapur.
"Hai, Tiara, Dian." Alula balas menyapa dengan ramah.
"Di mana ibu ?" tanya Alula yang tidak melihat keberadaan seorang wanita paruh baya yang biasanya memasak di dapur.
"Ibu ada di kamarnya kak. Kurang enak badan katanya." jawab gadis yang bernama Tiara.
"Benarkah ? sejak kapan ?" tanya Alula yang merasa cemas mendengar wanita yang dia panggil ibu itu sedang tidak enak badan.
"Em, sudah lima hari kak." jawab Tiara ragu-ragu.
__ADS_1
"Astaga. Mengapa tidak ada yang mengabari ku." Alula bergegas meninggalkan dapur untuk pergi ke kamar wanita paruh baya itu. Sementara Tiara dan Dian saling berpandangan.