
Seperti yang telah Tom katakan tadi, siang ini ia akan pulang ke Jakarta. Setelah bersiap-siap, Tom masuk ke dalam kamar untuk berpamitan kepada Alula.
"Aku akan pulang sekarang." Tom duduk di samping Alula yang sedang memberikan susu kepada bayinya. Bayi itu terlihat begitu lahap menyedot air susu yang ada di dalam botol dot.
"Papa pulang dulu sayang." Tom mencium kening putranya. Meskipun ia tahu bayi kecil itu belum bisa mengerti apa yang dia katakan. Karena sebenarnya ucapan itu Tom tujukan untuk Alula.
Alula hanya diam saja seolah-olah tidak mempedulikan keberadaan Tom. Ia masih fokus memberikan susu kepada bayinya. Namun telinganya tetap mendengar apa yang Tom katakan. Tanpa Alula duga tiba-tiba saja Tom mencium bibirnya. Alula sangat terkejut mendapatkan serangan mendadak dari Tom. Pria itu lagi-lagi berhasil mencuri ciuman darinya.
Ya, Tom memang sengaja melakukan itu. Melihat keadaan Alula yang sedang memeluk anaknya, tidak mungkin wanita itu dapat menghindar. Jadi, Tom memanfaatkan kesempatan itu untuk mencium sang istri.
Tom melu mat bibir wanita yang selalu membuatnya candu dan ia rindukan. Sebelah tangannya menahan belakang kepala Alula agar dapat ia memperdalam ciumannya. Alula ingin menolak tapi ia tidak bisa berbuat apa akhirnya ikut terbuai dengan permainan lidah pria yang sudah menjadi suaminya. Sehingga tanpa sadar Alula membalas ciuman itu yang lama kelamaan menimbulkan keinginan lebih dari sekadar ciuman.
Kini keduanya sama-sama merasakan panas terbakar api gairah. Tapi api gairah yang baru muncul itu tiba-tiba terpadam oleh suara tangisan bayi.
__ADS_1
Alula dan Tom langsung melepaskan tautan bibirnya karena baru ingat ada Bastian diantara mereka. Bastian menagis karena ternyata air susu di dalam botol dotnya sudah kering.
"Cup cup, sebentar ya sayang. Mama buat lagi susunya." Alula meletakkan Bastian di kasur sebelum keluar kamar dengan pipi yang terasa panas.
Sungguh Alula merasa sangat malu dan bodoh saat ini. Bagaimana bisa ia menikmati dan membalas ciuman dari Tom. Pria yang jelas-jelas sudah menyakitinya.
Sementara Tom tersenyum senang melihat sang istrinya jadi yang salah tingkah. Tom kemudian menggendong Bastian untuk menenangkan tangis bayi itu.
Tom akhirnya memundurkan jadwal keberangkatannya sehingga satu jam dari jadwal semula. Jika saja bukan hal yang berkaitan dengan keselamatan tuanya, maka Tom akan memilih untuk tetap tinggal bersama istri dan anaknya di Bali.
Jakarta
"Bagaimana keadaan istri dan anak mu ?" tanya Ana begitu melihat Tom. Ana pikir Tom belum kembali dari Bali. Karena menurut Sky Tom baru pergi kemarin sore.
__ADS_1
"Mereka baik-baik saja, nona." jawab Tom dengan wajahnya yang datar.
Sebenarnya Ana merasa kasihan kepada asisten suaminya itu yang terpaksa mengorbankan waktu bersama keluarganya demi menjalankan tugasnya. Meskipun Sky dan Ana sudah mengatakan jika Tom tidak perlu turun tangan secara langsung. Namun Tom merupakan seorang yang bertanggung jawab. Ia harus memastikan semuanya sempurna dan aman terkendali di bawah pengawasannya.
Malam ini acara berjalan dengan lancar. Semua orang sangat bahagia menyambut kelahiran penerus keluarga Putra. Terutama kakek dan neneknya, yaitu Marcelino dan Helena yang sudah lama menantikan kehadiran cucunya.
Di saat semua orang sudah pulang, namun Tom masih berada di sana melihat para pelayan membereskan tempat acara yaitu di kediaman orang tua Sky.
Sky memanggil Tom untuk masuk ke dalam ruang kerja karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan.
"Bagaimana ? apa kau sudah membuat keputusan ?." tanya Sky yang duduk di sofa.
Sky tahu saat ini Tom sedang tidak baik-baik saja. Asistennya itu sedang memiliki masalah dalam hubungan keluarganya. Dengan sang istri dan juga dengan ayahnya.
__ADS_1
Beberapa hari yang lalu Tom sudah membicarakan tentang masalahnya kepada Sky. Dan apa pun keputusan yang akan di pilih oleh Tom nanti, Sky akan menghormatinya. Meskipun hubungan keduanya sebagai bos dan asisten, namun mereka sudah seperti kakak adik. Tidak ada seorang pun yang lebih mengenal Tom lebih baik dari Sky. Dan tidak ada yang lebih memahami Sky selain Tom.