Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 57


__ADS_3

Sekarang Alula dan Tom duduk di ruang tamu saling berhadapan. Kali ini Alula ingin bicara serius dan harus mendapatkan keputusan tentang hubungan pernikahan mereka.


"Apa yang kau inginkan ? mengapa kau membawa baju-baju mu ke sini ?" tanya Alula pertama tama.


"Kita ini suami istri. Sudah sepantasnya kita hidup bersama dan tinggal bersama. Apa lagi sekarang kita sudah punya anak yang membutuhkan kedua orang tuanya. Kau tidak mau ikut bersama ku. Maka aku yang akan ikut tinggal bersama mu." jawab Tom panjang lebar.


Ia harus menjelaskan semuanya agar Alula mengerti dan tidak ada kesalahpahaman lagi.


"Tapi aku tidak mau hidup bersama mu lagi. Aku ingin kita..."


"Bagaimana dengan Bastian ? dia membutuhkan seorang ayah." kata Tom cepat sebelum Alula menyelesaikan kalimatnya.


Tom tahu Alula pasti akan meminta cerai darinya. Dan Tom tidak akan membiarkan itu terjadi.


"Aku bisa mengurusnya sendiri."


Lagi-lagi Tom menghela napas menghadapi sikap keras kepala sang istri.

__ADS_1


"Aku tahu bagaimana rasanya menjalani hidup tanpa seorang ayah dan kau pasti lebih mengetahuinya. Apa kau ingin putra kita ikut merasakan hidup seperti itu ?" ucap Tom lirih.


Bukannya dia mencoba untuk menyentuh sisi lemah Alula. Tapi memang itulah kenyataannya. Keluarga ayahnya bahkan menolak untuk mengakui keberadaannya. Sejak Tom lahir sampai usia delapan tahun ia tidak mengenal sosok ayahnya.


Kemudian datang seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya. Saat itu Tom begitu bahagia. Namun ketika mengetahui pria itu sudah memiliki wanita lain selain ibunya membuat Tom jadi membenci sosok sang ayah.


Alula terdiam mendengar apa yang Tom katakan. Sebenarnya ia pun tidak ingin anaknya mengalami nasib yang sama seperti dia. Tapi jika mengingat bagaimana Tom memperlakukannya dulu membuat Alula enggan untuk kembali.


Tom beranjak dari tempat duduknya dan pindah di samping Alula.


Alula memberanikan diri menatap ke dalam mata pria di depannya ini untuk mencari kejujuran dan kesungguhan dalam ucapannya.


Perlahan Alula menganguk. Memutuskan untuk memberikan kesempatan kepada Tom. Meskipun masih ragu, tapi ia tidak boleh egois. Ada jiwa kecil yang pasti akan membutuhkan kasih sayang seorang ayah.


"Baik. Aku akan memberikan kesempatan pada mu sekali ini saja." ucap Alula dengan tegas.


"Terima kasih." Tom mencium tangan Alula karena begitu bahagia akhirnya Alula mau kembali menerima dirinya.

__ADS_1


"Aku janji akan mewujudkan semua keinginan mu. Kecuali untuk berpisah dari ku." lanjut pria itu.


Alula mengkerutkan keningnya mendengar perkataan Tom. Ia tidak pernah mengatakan apa keinginannya kepada pria itu selain dari meminta cerai.


"Memangnya kau tahu apa yang aku inginkan ?" tanya Alula penasaran.


Seingat Alula ia tidak pernah bercerita apa pun kepada pria itu tentang kehidupannya.


"Tentu saja aku tahu. Dan aku tahu semua tentang wanita yang aku cintai." ucap Tom dengan wajah penuh kebahagiaan.


"Apa ?"


"Aku akan menunjukkan pada mu. Tapi tidak hari ini. Sekarang ada yang lebih penting yang harus di lakukan." Tom menarik tangan Alula berjalan terburu-buru menuju ke dalam kamar membuat Alula jadi berpikiran yang tidak-tidak.


Sementara itu di sebuah rumah mewah, Widya merasa begitu bahagia saat Samuel mengatakan jika Tom sudah bersedia menerima dan mengambil alih pimpinan perusahaan miliknya. Namun sesuatu tiba-tiba melintas di pikirkan Widya.


"Sam, bagaimana jika Alula tahu jika kita orang tua Tom ?" tanya Widya cemas.

__ADS_1


__ADS_2