Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 59


__ADS_3

Hari ini juga Tom mulai menjalankan tugas duduk di kursi CEO PF Company. Ia mulai mempelajari dan mengenal aset-aset dan perusahaan-perusahaan di bawah naungan PF Company bersama asisten sang Ayah dan seorang lagi pemuda yang sudah di siapkan oleh Samuel untuk menjadi asistennya.


"Untuk hari ini sampai disini dulu." Tom menutup berkas di tangannya di ikuti oleh dua orang asistennya.


Ya, sekarang sudah masuk waktu jam makan siang. Tom akan menjemput Alula seperti yang ia katakan tadi pagi.


"Aku akan pergi makan siang bersama istri ku." ucap Tom lagi yang sudah beranjak dari duduknya.


Pria muda bernama Weldy yang merupakan asisten Tom juga berdiri ingin mengikuti sang tuan. Namun Tom segera mencegahnya.


"Kau tidak perlu ikut. Aku akan pergi sendiri."


Belum saatnya Tom menunjukkan kepada Alula siapa dia sebenarnya.


"Baik, Tuan. Hati-hati." ucap sang asisten.


Beberapa menit kemudian Tom sudah sampai di depan gerbang sekolah. Ia pun segera menelepon sang istri. Alula belum bersiap apa-apa. Ia tidak menyangka Tom akan datang secepat ini. Biasanya ia pulang masih setengah jam lagi ketika anak-anak sudah pulang semuanya.


Setelah bersiap, Alula keluar dari ruangan dan tidak sengaja bertemu dengan Widya.

__ADS_1


"Mama. Eh, ibu Widya." Alula meralat panggilannya. Ini masih di lingkungan sekolah dan Alula merasa tidak enak memanggil Widya mama. Karena kenyataannya dia bukan siapa-siapa.


"Lula. Ada apa ?" tanya Widya yang melihat Alula seperti terburu-buru. Widya takut terjadi sesuatu kepada Bastian. Cucunya.


"Aku izin mau pulang dulu." ucap Alula. Selama bekerja dia tidak pernah meminta izin dan pulang sebelum sekolah tutup.


Widya mengkerutkan keningnya. Tak biasanya Alula pulang cepat.


"Apa terjadi sesuatu dengan Bastian ?" tanyanya cemas.


"Ah, tidak. Bastian baik-baik saja. Hanya saja hari ini Tom sudah datang ingin menjemput ku." jawab Alula sungkan. Karena ia belum menceritakan kepada Widya jika Tom memutuskan ingin tinggal di sini.


"Oh, kalau begitu hati-hati. Salam untuk suami mu." balas Widya.


Dan Alula pun melanjutkan langkahnya setelah mengucapkan terima kasih kepada Widya.


Tom yang sejak tadi sudah menunggu langsung keluar dari mobil begitu melihat Alula berjalan kearahnya. Tom membukakan pintu mobil untuk sang istri. Sesuatu yang belum pernah ia lakukan sejak Alula menjadi istrinya. Setelah itu Tom juga masuk ke dalam mobil dan bersiap menjalankan kendaraannya.


"Kau sudah memberitahu pengasuh Bastian jika pulang terlambat ?" tanya Tom memecah keheningan di antara mereka.

__ADS_1


"Iya. Tapi kita tidak boleh terlalu lama. Aku hanya membayarnya hanya paruh waktu."


"Aku tahu. Kau tenang saja." balas Tom santai.


"Kau mau mengajak ku ke mana ?" tanya Alula lagi.


Namun belum sempat Tom menjawab pertanyaannya, pria itu sudah memelankan laju mobilnya untuk masuk ke parkiran sebuah restoran seafood.


Ya, hari ini Tom akan mengajak Alula untuk makan siang terlebih dahulu sebelum ia membawa sang istri untuk membeli rumah. Tom ingin Alula sendiri yang memilih tempat tinggal mereka.


Setelah selesai makan siang, Tom langsung membawa Alula ke salah satu galeri marketing property milik PF Company.


"Untuk apa kita ke sini ?" tanya Alula bingung begitu mereka keluar dari mobil.


"Tentu saja untuk membeli rumah." Tom menggandeng tangan sang istri untuk masuk ke dalam.


Tidak bisa dipungkiri Alula merasa senang karena Tom akan membeli sebuah rumah. Apa lagi saat pria itu menyuruhnya untuk memilih sesuai dengan seleranya. Alula bukannya materialistis, tapi ia realistis. Hidup di zaman sekarang tidak bisa hanya mengandalkan cinta.


"Apa kau menyukainya ?" tanya Tom ketika Alula tampak tertarik pada sebuah rumah yang terdapat feiw lautan di taman belakang seperti rumah tempat tinggalnya dulu. Milik Samuel dan Widya.

__ADS_1


__ADS_2