
"Tentu saja tidak." jawab Tom cepat sebelum Alula jadi salah paham.
"Saat itu kau sedang mabuk berat dan juga di bawah obat perangsang. Sedangkan aku sepenuhnya sadar. Aku bisa saja untuk menolak dan mengabaikan mu. Tapi entah mengapa aku tidak bisa melakukannya. Kau satu-satunya wanita yang telah berhasil membuat ku tergoda. Dan saat aku menyentuh mu aku sudah memutuskan untuk menjadikan kau wanita ku dan bertanggungjawab sepenuhnya atas diri mu." terang Tom panjang lebar agar Alula tidak berpikir dia menikahinya hanya demi anak.
Tom tidak ingin jadi pria br*****ek yang hanya bisa menghancurkan masa depan seorang wanita. Namun dari kalimat Tom yang panjang lebar itu, Alula hanya menangkap satu hal yaitu tentang obat perangsang.
"Kau tadi bilang apa ? obat perangsang ?" tanya Alula terkejut.
Sungguh ia tidak tahu malam itu ia minum obat terkutuk. Alula pikir dia hanya mabuk. Bahkan sampai sekarang dia tidak tahu bagaimana ia bisa bersama dengan Tom. Pria yang kini menjadi suamiku.
"Ya. Teman mu yang licik itu telah mencampurkan obat itu dalam minuman mu dan setelah kau tidak sadarkan diri dia menjual mu kepada seorang pria tua." Tom akhirnya menceritakan kepada Alula tentang malam itu.
__ADS_1
"Oh, Astaga." Alula menutup mulutnya tidak percaya jika Reva sejahat dan setega itu kepadanya.
"Tidak hanya satu kali ia melakukan itu. Saat terakhir kali kau bertemu dengannya di hotel dia juga melakukan itu pada mu." ucap Tom lagi.
Beruntung saat itu Hadi segera menelponnya. Dan gara-gara ulah Reva itu, Alula hampir saja kita kehilangan bayinya.
Alula langsung tidak dapat berkata-kata mendengar apa yang di katakan oleh Tom. Ia begitu terkejut. Apa lagi Tom juga memperlihatkan rekaman video CCTV sebagai bukti kejahatan Reva.
"Mengapa selama ini kau tidak pernah mengatakan pada ku ?" tanya Alula sambil menyerahkan kembali ponsel milik Tom.
"A aku minta maaf." kata Alula menyesal karena telah pergi membawa bayinya.
__ADS_1
Tom menggenggam kedua tangan Alula.
"Tidak perlu minta maaf. Akulah yang seharusnya minta maaf. Aku salah sehingga membuat mu memilih pergi. Dan.." Tom menjeda ucapannya.
"Terima kasih sudah memberikan kesempatan kepada ku untuk kembali bersama." Tom mencium tangan Alula.
Hampir pukul sepuluh malam keduanya baru mengakhiri pembicaraan mereka karena Alula sudah mengantuk. Kemudian mereka masuk ke dalam kamar.
"Apa yang kau lakukan ?" tanya Alula ketika melihat Tom menggeser posisi tidur Bastian.
Awalnya bayi itu tidur di tengah-tengah tempat tidur. Kemudian Tom menggesernya sedikit ke samping dan meletakkan sebuah bantal guling di sisi tempat tidur sebagai pembatas.
__ADS_1
Tom meletakkan jari telunjuk di mulutnya. Memberikan kode agar Alula diam. Alula sebenarnya ingin marah tapi tiba-tiba saja Tom mengangkat tubuhnya dan membaringkan di tempat tidur di sebelah sang putra. Kemudian Tom juga membaringkan tubuhnya di samping Alula dan memeluk tubuh wanita itu dengan erat.
Alula tidak kuasa untuk melawan karena takut akan membuat Bastian terbangun. Jadi dia hanya mampu menurut sambil menahan geli ketika tangan Tom mulai menggerayangi tubuhnya.