Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 33


__ADS_3

Tom menatap Hadi dengan tatapan yang mengintimidasi. Membuat pria yang tingginya hanya sebatas bahu Tom tidak bisa berkata-kata.


"Apa kau mengenal istri ku ?" tanya Tom sekali lagi.


"I iya. Sa saya mengenalnya." jawab Hadi terbata-bata karena begitu gugup.


"Sejak kapan ?"


"Se sejak ke kecil."


"Sejak kecil ?" Tom merasa tidak senang karena pria yang ada di depannya ini lebih mengenal Alula.


"I iya, Tuan. Ka kami di besarkan di panti asuhan yang sama."


Tom mengambil air mineral di atas meja dan membuka tutupnya. Kemudian air itu ia berikan kepada Hadi. Sejak tadi ia melihat Hadi begitu sulit untuk berbicara. Apakah karena tenggorokan pria itu kering atau karena takut dengan dirinya. Padahal saat ini Tom bersikap biasa saja.


"Minumlah !" perintah Tom dan Hadi langsung meminum air itu hingga habis setengah.


Berhadapan dengan suami Alula benar-benar membuat Hadi merasa tegang. Seperti sedang di interogasi polisi. Hadi sampai tidak habis pikir mengapa Alula memilih pria menakutkan seperti ini dari pada dirinya. Apa karena pria ini kaya. Melihat dari penampilannya, pria di hadapannya saat ini memang seperti orang kaya. Tapi, mengapa Alula terlihat sedih dan tidak punya uang saat dokter menyarankan ibu Rumi untuk segera di operasi.

__ADS_1


"Sekarang ceritakan tentangnya." suara Tom membuyarkan pikiran Hadi tentang Alula.


Meskipun dengan suara yang terbata-bata Hadi tetap menceritakan tentang Alula dan menjawab semua pertanyaan Tom yang ingin mengetahui tentang bagaimana masa kecil dan perjalanan hidup wanita yang sekarang menjadi istrinya.


Ya, Tom ingin tahu semua tentang Alula agar ia tahu bagaimana untuk meluluhkan hatinya istrinya yang selalu bersikap dingin padanya. Meskipun sudah hampir empat bulan menikah dan tinggal bersama, Tom benar-benar tidak tahu bagaimana sifat Alula sebenarnya.


Sementara itu di rumah sakit saat ini dokter sedang berkunjung ke kamar rawat Alula untuk memeriksa kondisi pasiennya itu.


"Dokter bagaimana keadaan bayi saya ?" tanya Alula ingin memastikan keadaan dirinya dan juga anak dalam kandungannya.


"Bayi anda baik-baik saja. Hanya anda harus istirahat dan tidak boleh banyak bergerak dulu." terang dokter.


"Kapan saya bisa keluar dari rumah sakit ?" tanya Alula lagi.


"Mungkin dalam satu minggu atau bisa lebih cepat. Tergantung kondisi kesehatan anda."


Alula tertegun mendengar jika ia masih harus satu minggu lagi di rawat di rumah sakit ini.


"Em dokter apa saya boleh berjalan ke taman ?" tanya Alula ingin tahu.

__ADS_1


"Boleh. Asal jangan terlalu capek dan tidak lebih dari lima belas menit." jelas dokter.


"Terima kasih, dokter." ucap Alula sambil memikirkan sesuatu di kepalanya.


Sementara itu di hotel Tom masih setia mendengarkan cerita Hadi tentang kehidupan Alula.


"Apa kau menyukainya ?" tanya Tom karena melihat mata Hadi berbinar ketika berbicara tentang Alula.


Hadi menelan ludah dan susah payah mendengar pertanyaan Tom. Bagai mana pria itu tahu jika dia memang menyukai Alula. Hadi bingung harus menjawab apa. Jika ia menjawab jujur apakah dia akan dihabisi ?


"Kau menyukainya ?" tanya Tom sekali lagi dengan suara yang lebih keras membuat Hadi terkejut dan refleks menganggukkan kepalanya.


"Kalian pacaran ?" sekarang Tom jadi kesal sendiri setelah mengetahui jika pria di depannya ini mengaku menyukai istrinya.


"Ti tidak, Tuan." Hadi dengan cepat mengaku. Karena mereka memang tidak pernah pacaran.


"Lu lula tidak menyukai saya." lanjut Hadi agar tidak membuat Tom semakin marah.


Tom menarik napas lega mendengar Alula tidak menyukai Hadi.

__ADS_1


"Mengapa ?" kali ini Tom bicara lebih lembut dari sebelumnya dan Hadi pun menceritakan jika Alula begitu berambisi untuk menikah dengan pria kaya.


__ADS_2