Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 34


__ADS_3

Alula tersenyum getir melihat jam di ponselnya. Ini sudah hampir jam makan siang. Namun Tom tidak datang lagi untuk melihat keadaan dirinya setelah tadi pagi pria itu datang. Itupun hanya sebentar. Membuat Alula yakin jika Tom memang menganggap dirinya tidak penting dan hanyalah seorang istri pemuas nafsu saja.


Alula terkesiap ketika pintu kamar di buka dari luar. Ia pikir itu Tom. Ternyata perawat yang datang untuk mengantarkan makanan. Dengan tidak menunggu lama Alula langsung menyantap makanan itu karena ia memang sudah merasa lapar.


Selesai makan, Alula mencabut jarum infus di tangannya dan turun dari tempat tidur. Ia memeriksa tasnya dan mengambil barang-barang penting seperti kartu tanda penduduk dan ATM. Alula kemudian bergegas keluar dari kamar. Ia sudah memutuskan untuk kabur dari rumah sakit dan juga kabur dari suami yang tidak pernah memperdulikannya.


"Anda mau ke mana nona ?"


Suara seorang perawat pria menghentikan langkah kaki Alula.


"A aku ..." Alula tidak tahu harus menjawab apa ketika ia melihat dua orang pria berpakaian hitam juga muncul di hadapannya.


Sementara itu, Tom yang sudah selesai dengan Hadi segera pergi meninggalkan hotel dengan perasaan bahagia. Ya, Tom merasa bahagia setelah mengetahui wanita yang ia cintai adalah wanita yang baik dan memiliki hati yang mulia. Tidak seperti yang ia pikirkan selama ini. Yang selalu mengganggap Alula seorang wanita yang boros dan matre.

__ADS_1


Tom jadi semakin mencintai Alula dan tidak sabar untuk bertemu dengan wanita itu. Sungguh Alula selalu bisa memberikan kejutan untuknya. Mulai dari bisa menjaga kesuciannya, masakan yang enak hingga bekerja keras untuk saudara-saudaranya di panti asuhan. Sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh Tom sebelumnya.


Namun harapan untuk segera bertemu dengan sang istri harus tertunda karena Tom diminta segera datang ke kantor polisi untuk memberikan keterangan dan kesaksiannya tentang kejahatan Reva. Tom akan membuat Reva mendekam di penjara sampai mati.


Ya, Tom memilih menyerahkan Reva ke kantor polisi untuk menghukum wanita itu. Tapi sebelumnya Tom sudah memerintahkan orang untuk menyuntikkan virus kedalam tubuh Reva yang perlahan-lahan akan mengrogoti tubuh wanita itu dan akhirnya mati.


Pukul dua siang Tom baru menjejakkan kakinya di rumah sakit. Dengan langkah cepat Tom berjalan menuju kamar rawat Alula sambil membawa sebuah buket bunga dan boneka beruang besar. Sebagai tanda untuk menyatakan cinta kepada sang istri.


Setelah merasa cukup tenang dan yakin, Tom membuka pintu perlahan. Kata kata yang telah ia susun tadi tiba-tiba hilang karena melihat Alula tidak ada di tempat tidur. Tom mencoba untuk tetap tenang. Mungkin Alula ada di kamar mandi. Tom kemudian berjalan menuju kamar mandi.


"Alula, apa kau di dalam ?" Tom bertanya sambil mengetuk pintu kamar mandi.


"Alula, Alula." Tom kembali memanggil nama Alula karena tidak ada sahutan dari dalam. Bunyi gemericik air pun tidak kedengaran.

__ADS_1


"Alula ! Alula !" kali ini Tom memanggil dengan keras setelah ia membuka pintu kamar mandi dan ternyata Alula tidak ada di sana.


Tom kemudian keluar dari kamar dan memanggil perawat yang berjaga tak jauh dari sana.


"Di mana istri ku ?" tanya Tom dengan suara keras. Ia begitu cemas dengan keadaan Alula dan takut terjadi apa-apa kepada istrinya itu.


*


Di perusahaan Skyhealthy.


Sejak tadi Lucy tidak berkonsentrasi mengerjakan pekerjaannya karena memikirkan Tom. Pria yang jadi atasannya itu tiba-tiba saja menanyakan tentang bagaimana cara untuk mengungkapkan cinta kepada seseorang wanita.


Meskipun ini bukan pertama kali Tom bertanya tentang wanita kepadanya. Pernah dulu Tom bertanya kepadanya bagai mana untuk berterima kasih kepada seorang wanita. Bagai mana untuk menghadapi wanita yang sedang marah. Tapi tetap saja sampai saat ini Tom masih jomblo.

__ADS_1


__ADS_2