
Hari mulai beranjak sore. Alula yang baru saja bangun tidur langsung membersihkan tubuhnya. Sejak menikah, Alula menjadi pengangguran. Ia jadi lebih banyak tidur karena tidak ada pekerjaan lain yang harus ia lakukan.
Saat mandi Alula sudah memikirkan jika dia akan menyembunyikan kehamilannya. Tom memang selalu berharap Alula hamil. Tapi, pria itu juga memiliki wanita lain. Alula takut Tom akan mengambil anaknya setelah lahir nanti dan akan memisahkan dengan dirinya. Kemudian Tom menikah dengan kekasihnya dan menjadikan wanita itu sebagai ibu sambung untuk anaknya.
"Tidak. Tidak. Tidak ada yang boleh memisahkan kita." Alula mengusap perutnya yang masih datar.
Dadanya sudah terasa sesak, padahal ia hanya membayangkan saja akan berpisah dengan anaknya. Apa lagi jika Tom benar-benar akan melakukan itu. Sungguh Alula tidak bisa membayangkan itu terjadi.
"Aku lebih baik berpisah dengan mu dari pada harus berpisah dengan anak ku." kata Alula.
Ya. Alula sudah memutuskan untuk bercerai dengan Tom sebelum pria itu mengetahui kehamilannya. Dia yakin bisa membesarkan anaknya sendiri.
Alula terkesiap ketika membuka pintu kamar. Semangat yang tadi membara untuk berpisah dengan Tom tiba-tiba jadi terharu saat melihat Tom yang sedang makan dengan lahap.
__ADS_1
Alula masih terpaku di tempatnya berdiri melihat Tom makan sampai pria itu menghabiskan semua makanan di atas meja.
Apa dia belum makan siang ? batin Alula melihat Tom makan seperti orang kelaparan.
Kenyataannya memang iya. Tom memang kelaparan karena ia belum makan apapun setelah sarapan tadi pagi. Itu pun Tom hanya sarapan dengan segelas susu dan roti tawar. Tadi pagi Alula tidak membuatkan sarapan. Karena wanita itu tertidur pulas dan Tom tidak tega untuk membangunkan Alula. Ia tahu Alula pasti lelah karena melayaninya setiap malam.
Alula berjalan mendekat dan berdiri di hadapan Tom.
"Aku ingin kita mengakhiri pernikahan ini." kata Alula tiba-tiba yang membuat Tom terkejut.
"Apa yang kau katakan ?" tanya Tom marah.
Ia sungguh tidak suka mendengar permintaan Alula yang ingin mengakhiri pernikahan mereka. Memang sejak awal Alula tidak ingin menikah dengannya. Tapi, Tom tetap memaksa. Niat yang semula hanya untuk bertanggung jawab sekaligus memberi pelajaran kepada wanita yang sudah berani menggodanya kini berubah menjadi sebuah perasaan yang ingin memiliki wanita itu sepenuhnya.
__ADS_1
"Aku ingin mengakhiri pernikahan ini." kata Alula yakin.
"Ini sudah satu bulan. Aku tidak hamil. Aku sudah mendapatkan tamu bulanan ku." lanjut Alula lagi.
"Aku sudah katakan pada mu. Kita akan membuatnya sampai kau hamil."
"Tidak bisa." potong Alula cepat.
"Aku tidak mau jadi istri mu selamanya." tambahnya.
"Mengapa kau tidak mau ?" tanya Tom.
"Karena aku tidak menyukai mu. Kau pria yang pelit. Kau suka mengekang hidup ku. Kau melarang ku bekerja dan bertemu dengan teman-teman ku. Kau membuat aku seperti pelc*r hanya untuk melayani nafsu mu." Alula mengungkapkan apa yang selama ini ia rasakan setelah menikah dengan pria itu selama satu bulan.
__ADS_1
Tom terdiam mendengar ungkapan perasaan Alula. Apa sebegitu kejamnya dia memperlakukan wanita itu. Padahal Tom hanya ingin mendidik Alula menjadi lebih baik. Tom ingin mengajarkan Alula untuk hidup berhemat dan tidak boros. Tom tidak sepenuhnya melarang Alula bertemu dengan teman-temannya. Hanya melarang bertemu dengan Reva. Karena Reva bukanlah teman yang baik. Dan soal pekerjaan, Tom melarangnya karena dia tidak ingin kecantikan istrinya di lihat oleh orang lain. Tom tidak pernah menganggap Alula seperti pelac*r. Tom menjamah Alula dengan sangat lembut karena dia begitu mendamba dan tergila-gila pada wanita itu. Wanita yang sudah membuatnya candu.
"Lagi pula kau sudah memiliki kekasih, bukan. Wanita yang bersama mu di cafe tadi." kata Alula lagi yang membuat Tom terkejut.