Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 45


__ADS_3

Tom tergesa-gesa menjalankan mobilnya keluar dari parkiran rumah sakit setelah menelpon Sky sekaligus meminta izin kepada atasannya itu. Tom langsung pergi menuju ke bandara untuk terbang ke Bali.


Jantung Tom begitu bergemuruh saat melihat foto USG dan foto Alula yang sedang hamil besar yang ada di dalam amplop itu. Perasaan Tom menjadi campur aduk, antara senang, marah dan juga menyesal. Ya, Tom merasa menyesal karena baru hari ini ia membuka amplop yang di berikan oleh ayahnya satu bulan yang lalu.


Pukul delapan malam Tom baru sampai di kediaman Samuel. Sebenarnya Tom sudah tiba di Bali satu jam yang lalu. Hanya saja ia langsung pergi ke rumah Samuel yang ada di kawasan perumahan Grand Marlboro Town house. Namun pelayan yang ada di sana mengatakan jika Tuan dan Nyonya mereka sudah beberapa bulan ini tinggal di villa samudra luxury beach front. Sebuah Vila mewah dengan pemandangan laut samudra yang begitu indah dan menenangkan. Samuel dan Widya sengaja membawa Alula tinggal di vila tersebut agar menantunya itu merasa tenang dan betah tinggal di sana.


"Akhirnya kau datang, nak. Papa sudah .."


"Di mana istri ku ?" Tom langsung memotong kalimat Samuel sebelum ayahnya itu selesai berbicara.


"Saat ini Alula ..." lagi-lagi Samuel tidak bisa menyelesaikan kalimatnya ketika ponsel miliknya tiba-tiba berbunyi. Ternyata panggilan masuk dari Widya yang sedang berada di rumah sakit dan Samuel segera mengangkatnya.


"Sam, cepat kemari. Alula akan segera di operasi. Keadaannya semakin melemah." suara Widya terdengar panik yang membuat Samuel terkejut.

__ADS_1


Tom mulai merasa cemas melihat raut wajah ayahnya yang tiba-tiba berubah. Entah mengapa perasaannya mengatakan jika terjadi sesuatu kepada Alula.


"Baik. Aku akan segera ke sana." kata Samuel tak kalah panik.


"Ayo Tom, kita ke rumah sakit. Alula akan segera di operasi." ajak Samuel sambil berjalan tergesa-gesa menuju pintu keluar.


Tom yang begitu terkejut mendengar kabar tentang Alula langsung bergegas mengikuti ayahnya.


"Apa yang terjadi ? mengapa sampai Alula di operasi ?" tanya Tom cemas. Pria itu bahkan melupakan kemarahannya kepada sang ayah.


Dua puluh menit kemudian Samuel dan Tom sudah tiba di rumah sakit.


"Di mana Alula ?" tanya Tom begitu melihat Widya.

__ADS_1


Widya yang tengah cemas kemudian terkejut melihat seorang pria tampan, tinggi dan tegap menanyakan tentang Alula.


Belum sempat Widya menjawab pertanyaan pria muda itu, Samuel pun tiba. Widya merasa lega ketika melihat kedatangan suaminya.


" Syukurlah kau sudah datang. Aku takut Sam." Widya langsung memeluk Samuel.


"Di mana Alula ?" suara Tom mengalihkan perhatian Widya.


"Alula baru saja masuk ke dalam ruangan operasi." jawab Widya sambil melepaskan pelukannya.


Widya hampir saja tidak mengenali putra sambungnya. Jika saja Tom tidak datang bersama dengan Samuel. Anak dari suaminya kini terlihat jauh berbeda. Lebih dewasa dan matang sejak terakhir kali Widya melihatnya lima tahun yang lalu.


Kaki Tom bergetar ketika melangkah masuk ke dalam ruangan operasi. Perlahan ia semakin mendekat melihat wajah wanita yang ia cintai itu terlihat putih pucat. Ingin rasanya Tom memeluk tubuh itu untuk melepaskan segala rasa rindunya. Namun sayang, Tom tidak bisa melakukan itu. Untuk memegang tangan Alula saja Tom tidak di perbolehkan karena saat ini Alula sedang di operasi.

__ADS_1


Tom berdiri dari jarak satu meter dari Alula agar tidak mengganggu dokter dan perawat dalam menjalankan tugasnya. Tentu saja Tom di perbolehkan masuk dan melihat langsung proses operasi caesar sang istri karena rumah sakit ini milik sang ayah.


__ADS_2