
Setelah selesai membersihkan diri, Tom langsung memeluk Alula dari belakang. Membuat darah Alula tiba-tiba berdesir sekaligus geli saat pria itu mencium belakang telinganya.
"Ayo, kita makan." ajak Tom dengan suara lembut.
Tom melepaskan pelukannya dan menarik Alula menuju ke meja makan. Sebenarnya Tom masih ingin memeluk Alula lebih lama lagi, tapi ia takut tidak bisa menahan diri untuk berbuat lebih.
Tom meletakkan makanan di atas piring Alula. Hal yang biasa Alula lakukan untuknya. Tapi kali ia yang melakukan untuk Alula.
"Makanlah." ucap Tom.
Alula mengangguk. Meskipun agak ragu dengan makanan yang di buat oleh Tom, tapi Alula tetap menyuapkan ke mulutnya.
Uhukk
Alula langsung tersedak begitu makanan itu masuk ke dalam mulutnya. Tom dengan cepat memberikan gelas yang berisi air putih. Alula langsung meminumnya untuk menghilangkan rasa asin di lidahnya.
"Ada apa ? apa makanannya tidak enak ?" tanya Tom.
Selama ini dia memang tidak pernah memasak. Tapi melihat orang lain melakukan itu sepertinya mudah dan dia juga bisa melakukannya.
"Tidak apa-apa." jawab Alula setelah ia menghabiskan minumannya.
__ADS_1
Alula tidak ingin mengatakan secara langsung jika makanan itu rasanya asin. Bagaimana pun ia ingin menghargai usaha Tom yang sudah berniat baik untuk membantunya.
Mendengar Alula mengatakan tidak apa-apa, Tom kemudian melanjutkan untuk menyuap makanannya yang tertunda tadi.
Sama seperti Alula, Tom juga merasakan asin pada makanan yang masuk ke mulutnya. Tom langsung mengeluarkan makanan itu dan mengambil minuman.
"Maaf. Aku akan pergi membeli makanan sebentar." Tom ingin beranjak dari duduknya namun Alula menahan.
"Tidak perlu. Ini masih bisa di makan." ucap Alula sambil menuangkan sedikit air kedalam makanan yang asin itu. Lalu mengaduk-aduknya sebentar. Kemudian Alula mencicipi makanan itu, meskipun masih ada terasa asin tapi bisa di terima oleh lidah.
Tom tersenyum sambil menatap kagum pada wanita di depannya ini. Beratnya kehidupan yang di lalui oleh Alula membuat wanita itu bisa merubah makanan asin sehingga bisa di makan. Jadi, tidak mubazir.
Selesai makan malam, Tom mengajak Alula bicara.
Sebenarnya rumah itu bisa langsung di tempati. Tapi Tom mau merenovasi kamar untuk sang putra. Kira-kira akan memakan waktu satu hari.
"Baiklah. Tapi aku ingin berkunjung ke rumah Tuan Samuel lebih dulu. Bagaimana pun aku harus memberitahu mereka jika sekarang kita akan tinggal bersama dan pindah ke rumah baru." balas Alula.
"Tentu saja. Besok malam kita akan ke sana." sahut Tom menyetujui.
"Aku juga ingin membawa mu bertemu dengan orang tua ku." lanjutnya lagi.
__ADS_1
"Apa ? orang tua mu ?" tanya Alula terkejut.
Selama ini Alula tidak pernah tahu jika Tom masih punya orang tua. Pria itu tidak pernah menceritakan apa pun tentang dirinya dan Alula juga tidak pernah bertanya.
Tom mengangguk.
"Ya. Hanya ayah dan ibu tiri ku. Ibu kandung ku sudah meninggal."
"Apa mereka juga tinggal di Bali ?" tanya Alula lagi.
"Keluarga ayah ku berasal dari Bali dan ibu ku dari Jakarta. Pernikahan mereka tidak direstui dan akhirnya bercerai. Ayah ku kembali ke sini dan menikah dengan wanita yang telah di jodohkan oleh orang tuanya." Tom terlihat sendu saat mengatakan itu.
"Selama ini hubungan kami tidak baik. Aku bahkan tidak pernah menganggapnya sebagai ayah. Meskipun hanya dia satu-satunya keluarga yang aku miliki sekarang." Tom melanjutkan ceritanya.
Ya, ibunya seorang yatim piatu yang di besarkan di panti asuhan dan ayahnya seorang anak tunggal dari keluarga Parera. Sedangkan saudara kakek neneknya yang lain Tom tidak tahu.
Alula hanya mampu terdiam mendengar cerita tentang pria yang menjadi suaminya. Tak jauh berbeda dengan kehidupan yang dia alami.
"Karena itulah aku ingin kita menikah saat pertama kali kita melakukan itu. Aku takut dari hubungan itu membuat mu hamil dan aku tidak ingin anak ku mengalami nasib yang sama seperti kita. Hidup tanpa keluarga yang utuh."
Sama seperti yang Tom katakan dulu saat meminta Alula untuk menikah dengannya. Bedanya sekarang Tom berbicara dengan sendu dan menceritakan semua tentang dirinya. Tidak seperti dulu yang berkata dengan nada memerintah dan memaksa.
__ADS_1
"Jadi semua ini hanya demi anak ?" tanya Alula tiba-tiba.