Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Menikah


__ADS_3

Tiga hari kemudian Tom baru memiliki waktu yang tepat untuk berbicara dengan Sky. Setelah semua masalah Sky dengan dewan pemegang saham rumah sakit dan dengan istri dan kedua orang tuanya selesai.


"Tuan, saya meminta izin untuk menikah." ucap Tom langsung pada intinya.


Sky menghentikan kegiatannya yang sedang memeriksa berkas dan langsung beralih menatap asistennya. Sky begitu terkejut mendengar ucapan Tom yang tiba-tiba meminta izin untuk menikah. Karena setahunya asistennya itu sangat kaku bila berurusan dengan wanita. Sama seperti dirinya.


"Memangnya kau ingin menikah dengan siapa ?" tanya Sky ingin tahu.


"Alula."


"APA ?" Sky sangat terkejut mendengar jawaban Tom.


Sky bukan marah atau cemburu karena Tom akan menikah dengan Alula. Hanya saja mengapa tiba-tiba dan mengapa dengan Alula. Apa ada sesuatu yang telah ia lewatkan ?.


Tom menceritakan semuanya apa yang telah terjadi kepadanya dan Alula tanpa ada yang di tutup-tutupi sedikit pun.


"Bagai mana rasanya ? enak bukan ?" tanya Sky setelah Tom selesai bercerita.


Tom begitu terkejut melihat reaksi Sky yang ternyata di luar ekspektasinya. Tom pikir Sky akan marah kepadanya atau kepada Alula. Tapi tuannya malah menanyakan tentang bagai mana rasanya melakukan itu. Membuat Tom tak habis pikir dengan jalan pikiran Sky. Akhir-akhir ini majikannya itu begitu sulit untuk di tebak. Tom hampir tidak mengenali majikannya sendiri padahal sudah hampir lima tahun bekerja dengan Sky.


"Karena itu saya ingin segera menikahinya, Tuan." jawab Tom jujur.


Hanya Sky seorang lah keluarga yang Tom miliki sekarang. Karena itulah ia harus meminta izin kepada majikannya itu. Tom sudah mengganggap Sky sebagai kakaknya. Meskipun mereka seumuran.


"Aku tahu kau pria yang baik. Semoga rumah tangga kalian bahagia. Dan aku yakin kau bisa mendidiknya jadi lebih baik." Sky memberikan restunya kepada Tom.

__ADS_1


"Terimakasih, Tuan."


Setelah mendapatkan izin dan restu dari Sky, hari itu juga Tom mempersiapkan semua berkas untuk pernikahannya dengan Alula.


Keesokan harinya, Tom menghubungi Alula agar mengemas semua barang-barang miliknya. Karena setelah mereka resmi menjadi suami istri, Tom akan langsung membawa Alula pindah ke apartemennya.


"Apa semuanya sudah selesai ?" tanya Tom begitu Alula membuka pintu.


Astaga. Baru tadi pagi dia menyuruh ku berkemas dan sekarang sudah datang. Batin Alula yang melihat kedatangan calon suaminya siang ini.


Pria itu selalu berbuat semaunya. Untung saja Alula sudah selesai memasukkan barang-barang yang akan di bawanya pindah. Karena sebagian lagi akan dia tinggalkan. Sewa apartemennya sudah di bayar sampai satu tahun ke depan. Jadi, nanti dia tidak perlu repot-repot membawa barang-barangnya seandainya dia ingin kabur dari apartemen Tom.


"Pakai ini." Tom menyerahkan sebuah paper bag kepada Alula.


"Apa ini ?" Alula mengintip isi dari paper bag tersebut.


"Apa ? Menikah ? Hari ini ?" tanya Alula berturut-turut.


"Ya. Hari ini." jawab Tom menegaskan.


"Tapi .."


"Tidak ada bantahan. Kau sudah setuju menikah dengan ku." Tom memotong perkataan Alula.


Alula bukan ingin membantah. Hanya saja Tom tidak mengatakan jika mereka akan menikah hari ini. Sehingga membuat Alula sangat terkejut.

__ADS_1


"Ish, bukan membantah. Aku hanya terkejut. Mengapa kau tidak mengatakan sebelumnya akan menikah hari ini. Aku belum mempersiapkan apa pun." ucap Alula jujur.


Meskipun Alula ingin merahasiakan pernikahannya dari teman-temannya. Tapi dia perlu mempersiapkan diri untuk memakai make up agar tampak cantik di hari pernikahannya. Walaupun pernikahan yang tidak dia inginkan.


"Kau hanya perlu menyiapkan tubuh mu untuk menjalankan tugas sebagai istri setelah ini." Tom tersenyum smirk sambil mengatakan itu.


"Cepatlah." perintah Tom sebelum Alula kembali membuka mulut.


"Pemaksa sekali." Alula melengos pergi. Kesal dengan sikap pria yang akan jadi suaminya.


Sebelum pukul tiga sore, Tom dan Alula sudah resmi menjadi suami istri. Tidak ada pesta atau ucapan selamat. Mereka hanya menikah di kantor pendaftaran perkawinan. Setelah itu, Tom langsung membawa Alula pulang ke apartemennya.


Alula berjalan dengan susah payah menyeret kopernya sendiri sambil mengumpat dalam hati.


Dasar suami sialan. Tega sekali membiarkan istrinya kesusahan.


Alula menatap kesal punggung suaminya yang berjalan di depan dengan santai. Padahal pria itu tidak membawa barang apapun di kedua tangannya. Tapi tidak mau membantu membawakan kopernya.


Tom membuka sebuah pintu dan masuk ke dalam kamarnya di ikuti oleh Alula.


Ini bukan kamar yang kemarin. Batin Alula.


"Ini kamar kita. Kau bisa memasukkan pakaian mu di lemari itu." Tom menunjuk sebuah lemari pakaian yang cukup besar.


Alula kemudian berjalan menuju lemari itu sambil menyeret kopernya. Belum juga tangannya melepaskan gagang koper, tubuhnya sudah di peluk dari belakang.

__ADS_1


"Sekarang lakukan tugas utama mu sebagai istri." bisik Tom dengan tidak sabar karena sudah beberapa hari ini menahan keinginannya itu.


__ADS_2