
Tom menatap nanar tubuh Alula yang tertutup selimut. Sudah satu bulan sejak Alula minta mengakhiri hubungan pernikahan mereka. Wanita itu masih bersikap dingin dan menolak untuk berhubungan dengan alasan agar tidak hamil. Karena Alula tetap kekeuh ingin berpisah dari Tom. Sebenarnya Tom bisa saja memaksakan keinginannya itu. Tapi dia tidak mau menyakiti Alula.
Keesokan harinya, saat Tom baru pulang kerja ia tidak sengaja mendengar Alula sedang berbicara dengan seseorang di telpon. Alula sedang memasak di dapur jadi ponselnya di loud speaker sehingga ia bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Maaf, kali ini aku tidak bisa ikut." jawab Alula sedih.
"Ya ampun Alula. Ada apa dengan mu ? sudah hampir dua bulan kau tidak datang ke studio. Kau juga tidak pernah berkumpul lagi bersama-sama." kata teman Alula.
"Aku tidak apa-apa. Hanya lagi mager saja." kata Alula beralasan.
"Ya, aku juga mager sebenarnya. Tapi sayangnya kita bukan orang kaya. Jika tidak bekerja kita akan mati kelaparan." seloroh temannya dari seberang sana dan mereka berdua pun sama-sama tertawa.
"Iya, kau benar juga. Kita tidak punya uang jika tidak bekerja. Tapi aku sungguh tidak bisa mengikuti Indonesia Fashion week minggu depan."
"Sayang sekali. Tapi jika kau berubah pikiran kabari aku. Pihak agensi masih membutuhkan orang." kata teman Alula sebelum mengakhiri panggilan telepon.
Sebenarnya Alula sangat ingin mengikuti event terbesar bagi dunia modeling itu. Di ajang inilah para model biasa seperti Alula bisa bersanding dengan model-model papan atas dan menumpang kepopuleran mereka.
Saat makan malam, Tom terus memperhatikan wajah Alula. Wajah datar tanpa ekspresi yang selalu Alula tampilkan di hadapannya. Berbeda sekali saat wanita itu sedang berbicara dengan temannya di telpon tadi. Wajah Alula tampak ceria. Tapi juga terlihat sedih saat menolak tawaran dari temannya.
Tom merasa bersalah karena mungkin dia terlalu mengekang kebebasan Alula. Sehingga membuat Alula jadi tertekan. Sejak sore tadi Tom berpikir untuk mengizinkan Alula mengikuti event Indonesia fashion week agar Alula kembali senang.
__ADS_1
Setelah makan malam Alula masuk ke dalam kamar tanpa menunggu Tom selesai makan. Begitulah sikap Alula akhir-akhir ini yang semakin tidak memperdulikan Tom. Beberapa saat kemudian terdengar pintu kamar di buka. Alula yang sudah berbaring membelankangi pintu langsung memejamkan mata dan pura-pura tidur.
Tom berjalan mendekat ke tempat tidur dan berbaring di samping sang istri. Seperti malam-malam sebelumnya, ia hanya bisa menatap punggung Alula yang tertutup selimut. Tom tahu jika Alula belum tidur.
"Apa kau ingin ikut teman mu ?" tanya Tom tiba-tiba.
Alula kembali membuka matanya, mendengar pertanyaan Tom. Namun dia tidak tahu apa yang di maksud oleh suaminya itu. Sesaat kemudian terdengar lagi suara Tom.
"Aku mendengar kau berbicara dengan teman mu sore tadi." Tom menjeda ucapannya.
"Aku akan mengizinkan mu untuk mengikuti event itu jika kau mau ikut. Tapi ..."
Tom menganguk membenarkan apa yang dia katakan. Dapat dilihatnya Alula begitu antusias mendengar Tom mengizinkan ia kembali bekerja.
"Tapi hanya kali ini." Tom melanjutkan kalimatnya yang terpotong tadi.
Entah Alula mendengar atau tidak karena wanita itu sibuk mencari ponselnya untuk menghubungi temannya dan memberitahukan jika dia akan ikut dalam Indonesia Fashion week minggu depan.
Tom merasa senang melihat Alula begitu ceria yang sedang berbicara dengan temannya di telpon. Ternyata semudah itu untuk mengembalikan mood seorang wanita. Jika Tom tahu, sudah sejak kemarin dia akan melakukannya.
Hampir setengah jam Alula berbicara melalui telepon dan Tom dengan setia mendengarkan.
__ADS_1
"Terima kasih." ucap Alula setelah meletakkan ponselnya di meja.
"Tapi hanya untuk kali ini." Tom mengulangi ucapannya.
"Aku tahu." balas Alula sambil berbaring bersiap untuk tidur.
"Berterima kasihlah dengan benar." Tom menahan tangan Alula yang ingin menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Terima kasih karena sudah memberi ku izin." ucap Alula dengan lembut dan hormat.
"Ck, bukan begitu." Tom kesal karena Alula tidak mengerti maksud perkataannya.
"Lalu ?" tanya Alula bingung. Tom memintanya untuk berterima kasih dengan benar dan dia sudah melakukannya.
Tom kemudian mendekatkan wajahnya dan mencium Alula. Alula tidak menolak dan membiarkan Tom menciumnya. Mungkin ini maksud pria itu cara berterima kasih dengan benar. Tom mencium Alula dengan begitu rakus karena sudah lama ia tidak melakukannya. Ciuman yang semakin lama semakin menuntut dan meminta lebih. Tom mulai menurunkan bibirnya ke leher jenjang Alula. Tangannya juga mulai menelusup kedalam baju yang di pakai wanita itu.
Alula yang hampir terbawa suasana langsung mendorong dada Tom dengan kuat. Ia ingin segera menghentikan Tom sebelum terlanjur.
"Ada apa ?" tanya Tom dengan suara berat karena hasratnya yang tertahan.
"Jangan menyentuh ku lagi. Aku tetap ingin mengakhiri pernikahan ini." kata Alula dengan tegas.
__ADS_1