Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 27


__ADS_3

Keesokan paginya saat Alula bangun, Tom sudah tidak di sampingnya. Seperti biasa pria itu sudah berangkat kerja pagi-pagi sekali. Tom sengaja masih menghindari Alula. Meskipun tadi malam Istrinya itu tidak lagi menolaknya. Tapi Tom takut Alula masih tetap ingin berpisah dengannya. Tom juga harus meredam rasa marah sekaligus rasa penasarannya tentang pria yang ia lihat bersama Alula kemarin.


Alula mengusap perutnya yang sudah sedikit membuncit sambil membuat segelas susu.


"Maafkan mama sayang. Mama lupa makan tadi malam."


Pagi ini Alula mengisi perutnya dengan segelas susu dan roti tawar sambil. Kemudian ia ingat dengan pesan yang di kirim oleh Reva tadi malam. Alula bergegas mengambil ponselnya yang ada di dalam kamar dan segera menghubungi Reva.


"Reva, pekerjaan apa yang harus aku lakukan ?" tanya Alula tidak mengerti. Tadi malam Reva menawarkan sebuah pekerjaan dengan imbalan yang lumayan besar.


"Kita hanya menemani pengusaha asing melakukan pertemuan kerja sama." jawab Reva dari seberang sana.


Alula yang mulanya bersemangat mendengar imbalan yang besar jadi ragu setelah mendengar apa yang di katakan oleh Reva.


Sejak dulu Alula selalu menolak tawaran bekerja seperti ini. Baginya menemani seorang pria sama saja seperti seorang wanita penghibur. Alula murni hanya ingin jadi seorang model.


"Maaf. Aku tidak bisa." Alula memutuskan untuk menolak tawaran itu meskipun saat ini dia benar-benar membutuhkan uang.

__ADS_1


"Ini tidak seperti yang kau bayangkan Alula. Kita hanya menemani mereka saat sedang rapat. Setelah itu tugas kita selesai dan kita bisa pulang." Reva mencoba membujuk Alula.


"Sayang sekali jika kau tidak mau. Mereka akan membayar dengan uang dolar." tambah Reva lagi agar Alula tertarik dengan tawarannya.


"Membayar dengan uang dolar ?" tanya Alula ragu. Biasanya mereka di bayar dengan uang rupiah dari pihak agensi.


"Iya Alula, sayang. Pekerjaan ini bukan dari pihak agensi. Tapi Bili yang merekomendasikan kita kepada taman bisnisnya dari luar negeri." jelas Reva.


Sebenarnya Alula sangat tertarik untuk menerima tawaran ini. Tapi dia harus benar-benar memastikan lebih dulu sebelum menerimanya.


"Apa benar kita boleh pulang setelah pertemuan mereka selesai ?" tanya Alula sekali lagi.


"Baiklah kalau begitu. Kapan dan di mana pertemuannya ?" putus Alula akhirnya.


"Siang ini. Pukul dua. Nanti aku akan mengirimkan lokasinya." kata Reva cepat sebelum Alula berubah pikiran.


Reva tersenyum smirk di balik ponselnya karena telah berhasil membujuk Alula masuk ke dalam perangkapnya.

__ADS_1


Alula terlalu baik dan polos di antara teman-temannya, sehingga Reva dengan mudah untuk memanfaatkan Alula. Dan yang paling penting setahu Reva, Alula masih perawan. Karena itu Reva ingin menjebak Alula dan menjual temannya itu untuk mendapatkan uang yang banyak.


Tepat pukul dua siang Alula sudah sampai di lokasi yang telah di kirimkan oleh Reva. Sebuah hotel terkenal bintang lima. Alula yang tidak tahu harus ke mana langsung menelpon Reva.


"Aku sudah sampai di lobi. Kau di mana ?"


"Mintalah staf hotel mengantarkan ke restoran seafood di lantai lima. Aku sudah ada di sini."


Alula kemudian memutuskan panggilannya dan memanggil salah satu staf hotel untuk mengantarkannya ke tempat yang di sebutkan Reva tadi.


Seorang pria yang baru saja keluar dari salah satu kamar yang ada di lantai lima tidak sengaja melihat Alula baru keluar dari lift. Ia ingin memanggil Alula tapi, tapi jarak mereka cukup jauh. Tidak mungkin dia menjerit dan menggangu tamu hotel yang lain. Pria itu hanya mengikuti Alula dari belakang sampai Alula masuk ke dalam restoran.


Reva melambaikan tangan begitu melihat Alula masuk. Alula yang melihat itu segera berjalan ke meja Reva.


"Syukurlah aku belum terlambat." kata Alula yang melihat Reva hanya duduk sendiri. Alula pikir dia sudah terlambat karena sekarang sudah pukul dua lewat sepuluh menit.


"Kau salah. Mereka sudah menunggu di dalam. Ayo, cepat sebelum pertemuannya di mulai." Reva menarik tangan Alula untuk mengikutinya.

__ADS_1


Reva membawa Alula masuk ke dalam sebuah ruangan VIP. Alula menelan ludahnya melihat ada empat orang pria keturunan asing di dalam ruangan ini. Sedangkan mereka hanya berdua. Dua dari empat pria itu terlihat sudah berumur dan dua lainnya masih muda.


__ADS_2