Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 55


__ADS_3

Seorang pria tampan yang sering di panggil Aksa merupakan seorang duda. Aksa berumur tiga puluh empat tahun. Istrinya meninggal lima tahun yang lalu karena menderita penyakit tumor otak. Saat itu putri mereka satu-satunya baru berumur lima tahun yaitu Feby Mayasari.


Sejak kematian ibunya, Feby menjadi anak yang murung dan tertutup. Feby sangat sulit untuk beradaptasi dengan orang lain. Karena itulah saat melihat Feby dengan Alula tadi membuat Aksa ingin mencari tahu tentang wanita itu.


Aksa merupakan seorang pengusaha muda di bidang perhotelan yang cukup sukses di Bali. Meskipun tidak sebanding dengan pengusaha senior seperti Samuel. Namun eksistensinya cukup di perhitungkan.


Tiga hari kemudian Aksa sudah mendapatkan semua informasi tentang Alula. Awalnya ia cukup terkejut mengetahui jika wanita cantik yang bersama dengan putrinya waktu itu sudah menikah dan merupakan istri dari Thompson Parera. Anak pengusaha kaya raya di Bali.


Namun setelah membaca informasi tentang hubungan pernikahan keduanya yang tidak harmonis membuat Aksa tersenyum. Sepertinya ia masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan wanita itu dan menjadikan ibu sambung untuk Feby. Karena Aksa melihat putrinya tampak bahagia ketika bersama Alula.


"Tidak ada salahnya mencoba dan bersaing."


Hari minggu tiba. Alula yang sedang menggendong Bastian terkejut ketika membuka pintu melihat siapa yang bertamu di rumahnya pagi-pagi begini.


"Selamat pagi, Bu." sapa Feby dengan suara ceria.

__ADS_1


Gadis belia itu begitu bahagia saat sang ayah membawanya bermain di rumah Alula.


Ya, Feby datang bersama ayahnya. Aksa sengaja mengajak Feby datang ke rumah Alula agar ia bisa lebih mengenal wanita itu. Sebagai bentuk usahanya untuk menjadikan Alula sebagai ibu sambung putrinya.


"Selamat pagi." balas Alula sambil tersenyum.


Meskipun merasa terkejut tapi Alula tetap menyambut keduanya dengan senang hati.


"Silahkan masuk." Alula membuka pintu rumahnya lebar-lebar untuk mempersilakan tamunya masuk.


"Saya Aksa. Ayahnya Feby." pria itu mengulurkan tangan kanannya untuk berkenalan.


"Alula." balas Alula sembari menyambut uluran tangan Aksa dan buru-buru ia melepaskan tangannya.


"Ini ada sedikit makanan untuk kita sarapan bersama." Aksa kemudian mengulurkan dua buah paper bag yang berisikan makanan ke pada Alula.

__ADS_1


Ia tahu Alula memiliki bayi dan agar tidak merepotkan wanita itu, Aksa sudah menyiapkan sarapan yang ia bawa dari rumahnya sendiri.


"Terima kasih. Anda tidak perlu repot-repot melakukakan itu." balas Alula sungkan tapi ia juga tidak bisa menolak pemberian itu. Karena memang agak sedikit repot jika harus membuat sarapan sambil mengasuh bayinya sendirian. Hari ini hari libur jadi pengasuh Bastian tidak datang.


Alula meletakkan Bastian di karpet yang di alas dengan tempat tidur bayi dengan Feby yang menemaninya. Sementara Alula menata makanan yang di bawa Aksa di atas meja makan.


Pagi itu kali pertama Alula makan bersama seorang pria asing sejak ia pergi meninggalkan Tom. Sebenarnya Alula merasa tidak enak membawa pria lain masuk ke dalam rumahnya. Meskipun mereka tidak hanya berdua dan tidak melakukan apa-apa. Tapi tetap saja Alula merasa seperti tengah selingkuh.


"Mengapa tidak mengajak istri anda sekalian datang ke sini ?" tanya Alula yang sejak tadi merasa tidak nyaman karena takut istri Aksa akan salah paham dengannya.


"Istri ku sudah pergi untuk selamanya." jawab Aksa.


"Maafkan aku, Tuan. Aku tidak tahu jika. .."


"Tidak perlu minta maaf. Semuanya sudah takdir." ucap Aksa agar tidak membuat suasana menjadi canggung.

__ADS_1


"Bagaimana dengan suami mu ? apa dia tidak keberatan dengan kedatangan kami ?" tanya Aksa pura-pura tidak tahu.


__ADS_2