Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ibu Rumi


__ADS_3

Alula yang terlihat begitu khawatir perlahan membuka pintu kamar. Di lihatnya seorang wanita paruh baya terbaring di tempat tidur sambil memejamkan mata. Wajah wanita itu terlihat pucat. Benar seperti dugaan Alula, wanita itu bukan hanya sekedar tidak enak badan.


"Lula." sapa wanita itu tiba-tiba. Ia terjaga ketika merasakan seseorang masuk ke dalam kamar.


"Bu." balas Alula tersenyum.


Alula langsung duduk di samping tempat tidur memegang tangan wanita yang ia anggap seperti ibunya.


Wanita itu bernama Rumi, umurnya sekitar enam puluh tahun. Ibu Rumi merupakan pemilik panti asuhan tempat Alula di besarkan.


"Sakit ibu kambuh lagi ya ? ayo kita ke rumah sakit." kata Alula tanpa menunggu jawaban dari ibu Rumi.

__ADS_1


"Ibu tidak apa-apa Lula. Hanya sakit sakit biasa." tolak Ibu Rumi.


"Lula, apa kau baik-baik saja ?" ibu Rumi bertanya kepada Alula untuk mengalirkan pembicaraan.


"Aku baik-baik saja Bu. Ibu tidak usah mencemaskan ku." jawab Alula bohong.


Alula tahu apa yang sedang di bicarakan oleh ibu Rumi. Pasti wanita itu melihat berita tentang pernikahan Sky. Selama ini ibu Rumi mengetahui tentang hubungan Alula dan Sky. Seorang pria kaya yang berprofesi sebagai dokter sekaligus direktur rumah sakit Medika Sejahtera yang sudah menikah dengan wanita lain. Karena itu Ibu Rumi mengkhawatirkan Alula.


Alula menghela napas panjang mendengar ucapan ibu Rumi. Benar Sky memang bukan jodohnya. Tapi apa mungkin Tom yang menjadi jodohnya seumur hidup.


"Ibu tahu pasti sangat berat kau menghadapi kenyataan ini. Tapi, jangan karena obsesi mu, kau sampai berbuat nekat menghancurkan rumah tangga orang. Masih banyak pria di luar sana yang masih belum menikah. Semoga kau mendapatkan jodoh pria yang baik dan bertanggung jawab. Jangan terlalu mengejar kekayaan."

__ADS_1


Alula merasa tertampar dengan nasehat yang di berikan oleh Ibu Rumi. Karena obsesinya itu ia sudah berbuat nekat dan hampir menghancurkan rumah tangga Sky.


Ibu Rumi tahu Alula sangat terobsesi untuk menikah dengan pria kaya agar dia dapat membangun kembali panti asuhan ini seperti dulu lagi. Agar ia dapat memberikan pendidikan yang layak kepada saudara-saudaranya yang tinggal di sini.


Masih ada sekitar sepuluh orang anak yang tinggal di sini. Empat orang di antaranya sudah hampir memasuki usia sekolah dasar. Tiga orang masih sekolah dasar dan tiga orang lainnya sudah lulus sekolah menengah pertama dan tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.


Sejak sepuluh tahun terakhir panti asuhan milik Ibu Rumi mengalami masalah keuangan. Sejak suaminya meninggal, usahanya bangkrut dan aset-asetnya di sita oleh bank. Termasuk bangunan panti. Jadi, sekarang mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang sudah di kontrak sampai dua tahun ke depan. Selama ini mereka hidup hanya mengharapkan donasi dan sumbangan. Karena itu Alula bekerja keras dan sebagian besar pendapatannya diberikan untuk panti asuhan.


Hari semakin beranjak siang. Alula kemudian pamit pulang karena harus menyiapkan makan siang untuk Tom. Ibu Rumi tetap kekeuh tidak ingin pergi ke rumah sakit meskipun Alula memaksa. Ibu Rumi tidak ingin menyusahkan Alula. Selama ini anak asuhnya itu sudah bekerja keras untuk kelangsungan hidup saudara-saudaranya di panti dan ibu Rumi tidak ingin lagi membebani Alula dengan biaya pengobatannya yang pastinya sangat mahal.


"Bu, kak lula benar. Ayo, kita pergi ke rumah sakit." kata Tiara yang baru saja masuk ke dalam kamar mengantarkan makan siang untuk ibu Rumi.

__ADS_1


Ibu Rumi tersenyum di bibirnya yang terlihat kering dan pucat. "Sebenarnya sakit ibu tidak terlalu parah, Tiara. Mungkin hanya karena ibu sudah tua jadi lama sembuhnya." Ibu Rumi menyembunyikan penyakit kankernya dari semua orang. Hanya Alula sendiri yang mengetahuinya karena waktu itu Alula yang sering menemani Ibu Rumi ke rumah sakit.


__ADS_2